
Sebenarnya pernikahan ini terjadi karena kesalahpahaman dengan boss ku, yang kini menjadi suamiku. Aku yang sedang berada di kamar mandi tengah mengulur-ngulur waktu untuk keluar dari sini.
Jujur saja aku takut bukan main apa lagi saat akan mendaftar pernikahan kami aku mengotot padanya jika tidak seharusnya dia menikahi ku karena ini hanya salah paham camkan ini hanya Sa-lah-pa-ham. Aku berjalan mondar mandir karena gelisah aku berharap dia sudah tidur.
Bagaimana ini ? Aku tidak henti-hentinya gelisah karena hal ini. Sebelumnya perkenalkan namaku Zarees Seolla, usia ku ? 26 tahun. Saat aku sedang bercermin dan kedua tanganku di menahan pada wastafel sedang pikiranku entah berkelana kemana sampai ketukan pintu itu membuat ku terkejut dan semuanya buyar.
Aku segera merapihkan pakaianku dan bergegas keluar walau datak jantung ku tidak normal. "I--Iya?" Tanyaku sambil membuka pintu, Informasi saja kita sedang berada di sebuah hotel "Saya ingin menggunakan toilet" dengan segera aku menyingkir dari tempatku keluar dari kamar mandi itu. Saat pria itu masuk dengan segera aku berlari ke tempat tidur dengan niatan ingin tidur cepat agar tidak perlu bertemu dengan pria itu. Tidak lupa aku menggulung diriku menggunakan selimut.
Gray Wesley, dia merupakan pria berusia 34 tahun dia mapan, tampan, memiliki tubuh yang bagus, tidak merokok, baik dan dia juga tidak punya catatan buruk yang dalam artian dia tidak pernah melakukan kriminal dan kekerasan terhadap siapapun. Dia sempurna di usianya 34 tahun itu bahkan dia merupakan orang yang didambakan banyak wanita disana tapi demi apapun dia bukan tipe ku dia terlalu kaku dan pasif.
Aku, akui jika dia sangat menjamin kehidupan ku tetapi jelas saya aku tidak suka dengan orang yang kaku dan pasif dan bagaimana jika ternyata dia juga posesif memikirkan itu saja sudah membuat kepalaku pening bukan kepalang. Bahkan aku saja terkejut jika aku menikah di usia 26 tahun ku yang dimana aku berpikir jika aku masih terlalu muda untuk menikah terlebih ini LA Los Angeles, America tidak-tidak bagaimana ini apa yang harus aku jelas kan pada grape jika aku telah menikah ? Sedangkan aku selalu bilang jika aku tidak akan menikah karena aku mendedikasihkan hidupku untuk kalir dan pekerjaan ku aku tidak pernah sekalipun untuk memiliki pacar atau menikah karena menurutku itu merupakan akhir dari kalir ku.
"Ekhm....." suara guman itu membuatku semakin memejamkan mataku berharap gray pergi dari sini, aku merasakan sebelah tempat tidurku bergerak itu berarti gray bergabung dengan ku ? Dia tidur disini? Yang benar saja. Aku merasakan hawa semakin panas dan keringat mulai bercucuran di tubuhku, aku ingin membuka selimut ku tapi aku tidak mau aku terlalu takut.
Suara dengkuran kecil itu membuatku bernafas lega dan setelahnya aku membalikan tubuhku untuk melihat apa benar jika gray sudah tidur dan yah dia sudah tertidur aku langsung membuka selimut ku, rasanya begitu melegakan.
Pasti kalian bertanya-tanya bagaimana aku bisa menikah ?
♡♡♡
__ADS_1
Flashback
Hari aku pulang aga siang karena besok aku ada perjalanan bisnis dengan rekanku untuk menggantikan sekertaris Yuhn aku menerima karena jika tidak kinerja ku akan dianggap buruk kantor menyuruhku untuk beristirahat dan berkemas. Dan yah aku mengikuti arahan itu aku packing barang yang akan aku bawa dan beristirahat.
Besoknya aku berangkat untuk pergi meeting meeting bersama klien di New York. Aku mendapatkan informasi jika rekan ku yang akan bersamaku pergi meeting terkena masalah kantor juga tidak bilang apapun aku pikir jika akan berangkat sendiri sampai di dibandara ternyata aku pergi meeting bersama dengan gray yang merupakan CEO Perusahaan yang aku tempati.
Sepanjang di pesawat aku hanya menghasilkan materi yang akan di sampaikan sewaktu meeting bahkan aku tidak ada intraksi dengan gray, karena yang aku dengar jika gray itu orangnya kaku dan serius itu terbukti. Aku tidak ingin mencari masalah.
Malam hari kami baru sampai dan bertemu dengan klien. "Selamat malam Mr. Harry dan Ms. Lais" sapa gray saat sampai dimeja itu terdapat beberapa orang dari perusahaan berbeda mereka menyambut dengan berdiri dan membalas sapaan gray.
Setelah perbincangan kami menyangkup tentang kerja sama dan potensi yang dimiliki dengan keluarnya produk baru yang akan kami produksi. Sampai akhirnya perbincangan itu selesai dan dilanjutkan dengan makan malam. Yang tidak aku mengerti itu ketika tiba-tiba saja gray menyinggungku dengan mengatakan aku adalah tunangannya, nah malam itu mereka merayakan kerja sama itu dengan minum dan bermain Truth or dare dan gray juga kena dia tidak memilih Truth melainkan dare tantangan mereka menantang gray agar menikahiku saat itu juga bodohnya lagi gray mensetujuinya.
Dan berakhir dengan kamar hotel yang menjadi satu cara agar mereka percaya dengan semuanya.
♡♡♡♡
Esok paginya aku terbangun karena merasakan guman dari seseorang yang membuat tidurku terusik, aku terlalu mengantuk untuk membuka mataku jadi aku semakin mengeratkan pelukanku pada bantal yang aku peluk.
Namun, semakin aku peluk erat semakin jelas juga guman yang aku dengar dan rasa bantal ini semakin panas dan keras, dengan keterpaksaan aku membuka mataku dan aku apa yang aku lihat sekarang. Sejak kapan bantal ku berubah menjadi seorang pria yang tampan aku menatap sayu pada bantal yang mirip manusia itu.
__ADS_1
"Ekhmm....." gumanan itu membuatku mencerna semuanya sampai akhirnya aku mendorong orang tuh. Suara orang mengaduh terdengar "Apa yang kamu lakukan ?" Tanyaku dengan heboh dengan segera menutup tubuh atas ku dengan tangan ku. "Seharusnya saya yang bertanya apa yang kamu lakukan ?" Gray bangkit dan menatapku dengan datar "tapi----" saat aku akan melanjutkan protesku pria itu malah meninggalkan ku dia dengan segera masuk kedalam toilet.
Sial sekali, aku meruntuki kebodohan ku saat tadi dengan bodohnya aku memeluk tubuh pria itu dengan erat, aku juga segera memeriksa tubuhku dan pakaian ku okey semuanya masih lengkap. Aku menarik nafas dan menghembuskan perlahan.
Saat aku masih meretapi kebodohan itu gray segera keluar dari kamar mandi aku menatapnya tajam bahkan aku sudah tidak perduli jika dia memecatku dari kantor yang jelas aku ingin membatalkan pernikahan ini.
"Sepertinya ada yang harus kita bicarakan" ucap gray yang tengah bercermin dengan handuk di kepalanya dia mengosok-gosakan pada rambutnya. "Memang harus di bicarakan" aku membalas dengan sinis, pandangan ku dengan gray bertemu dia menatapku dari pantulan cermin.
Gray hanya menatapku sebentar sebelum akhirnya dia melanjutkan kegiatannya tanpa sedikit mengubisku, kan benar dia terlalu kaku dan serius aku membenci hal itu.
"Kau harus segera menceraikan aku" rasanya bibirku tidak tahan lagi untuk mengatakan itu. Reaksi gray biasa saja dia tidak menanggapi berarti dia setuju untuk segera menceraikan ku ?.
______________________________________
[Rabu, 20 April 2022]
Author : Safira Aulia Hamidah
Ig : Sfiranjk341
__ADS_1
Terima kasih telah mampir