
Semuanya berjalan begitu saja, aku jarang sekali bertemu dengan gray bahkan sekalipun dikantor yah aku tidak perduli jika dia menyampakkan ku. Sebentar aku menarik napas ku sebelum mengetuk pintu kantor gray aku datang hanya untuk meminta tanda tangannya untuk beberapa laporan.
Setelah di bolehkan untuk masuk aku membukanya dan saat itu juga gray menatapku dia tampak terkejut namun dia menyembunyikan, "maaf mengganggu Mr, ada beberapa yang harus ditanda tangani" gray masih menatapku wajahnya sedikit cerah berbeda dengan pertama kali aku masuk keruangan ini "Baiklah" aku di persilahkan duduk dan dia mengambil laporan itu terlihat jelas dia begitu sibuk dan serius.
"Bagaimana kabar mu ?" Dengan posisi sama dia tengah membaca laporan itu dia bertanya "saya ?" Sumpah itu hanya respon sepontan karena terkejut "hm" aku sedikit mengangkat bibir ku "baik" sebenarnya aku merasa tidak nyaman duduk disini menunggu nya selesai menanda tangani semua itu biasanya semua karyawan akan di langsung disuruh kembali berkerja bukan menunggu nya seperti ini.
Selama menunggu aku hanya menatap wajah serius pria itu, aku akui jika dia tampan bahkan saat serius seperti ini. "Apa kau mengganti nomor ponsel mu ?" Seketika aku terdiam tidak mengerti yang memang sejak tadi aku banyak terdiam. "Tidak" aku mengingat-ngingat jika aku tidak ada masalah dengan nomor ponselku gray menatap ku sebentar "kau, cek semua pesan yang diterima" kenapa gray selalu memberi penegasan bukan pertanyaan, belakangan ini aku jarang membuka ponsel karena aku tidak terlalu perduli dengan hal yang tidak penting apa gray mengirim pesan ? Aku harus mengceknya nanti.
Tak lama semuanya telah selesai aku bangun dari duduk ku "terima kasih Mr" aku berpamitan padanya "hm" gray melanjutkan perkerjaannya tanpa menatapku dan aku hanya menghembuskan nafas dengan sedikit kasar "Zarees" saat aku sudah beberapa langkah menuju pintu gray memanggilku lantas aku segera membalikkan tubuhku entahlah semuanya di luar kendali ku "Iya ?" Gray menatap ragu-ragu sebelum akhirnya mulutnya mengeluarkan sebuah kalimat pendek "Semangat dan semoga hari mu menyenangkan" aku tertegun sebentar kepalaku sedang memproses apa yang baru saja aku dengar "Terima kasih" sebenarnya ini seperti gumanan dan aku tersenyum sebelum akhirnya keluar dari kantornya.
Entahlah detak jantungku berdetak tak karuan padahal dia hanya berucap seperti itu mungkin saja dia memang sering seperti itu pada semua kariawan. Saat aku sampai di meja kerjaku aku langsung mengambil ponselku dan mengecek semua pesan dan benar saja ada pesan dari nomor yang tidak dikenal.
...+1*****...
...28 November...
Ini saya
...30 November...
Sampai ketemu di kantor
__ADS_1
...01 Desember...
Mau menghindar sampai kapan
...02 Desember...
Beberapa hari kedepan saya nggak bakalan
ketemu kamu, saya sibuk
...07 Desember...
Udaranya mulai dingin jangan lupa
Aku yang lagi fokus bacain pesan yang hampir 30 pesan itu, di tepuk bahu ku oleh rose dia natap aku lama banget "Iya, kenapa rose ?" Akhirnya aku yang buka suara duluan soalnya cuman liatin aku doang. "Lagi baca pesan siapa, sampe serius gitu" ujarnya dan sambil duduk kembali dimejanya dia yang berada di belakang ku "bukan siapa-siapa kok" aku berbohong yah aku males banget kalau dia banyak nanya "bohong yah, pasti dari pacar kamu yah" tuhkan males lah dibilang-in nggak percaya. "Nggak biasanya kamu main ponsel pas jam kerja" berarti dari tadi aku ter-ciduk main ponsel selama kerja "ada urusan tadi" alibi ku, sebenarnya aku masih mau baca pesan-pesan dari gray tapi aku sadar kalau sekarang jam kantor.
Aku baca pesan ini ngerasa nggak percaya gitu, gimana yah deskripsiinnya, diakan terkenal sama pasif dan kaku nya aku ngerasa aneh baca pesan-pesannya kaya perhatian banget. Aku bukan menghindar sih lebih tepatnya aku nggak tau dia kirim pesan udah gitu ke tibun juga sama pesan yang lainnya.
♡♡♡♡♡
Sebenarnya yang sibuk itu bukan cuman gray aku juga sama sibuknya bahkan kantor hampir kosongpun karena udah pada pulang aku tetap lembur, akhir tahun kaya gini tuh emang langganan banget buat lembur. Aku narik nafas panjang karena aku udah ngerasa nggak enak banget sama badan aku. Rasanya sakit diseluruh badan belum lagi aku lagi datang bulan.
__ADS_1
"Kamu gak papa ?" Miss. Aura selaku Manager disini menegur ku, aku mengangkat kepalaku dan tersenyum paksa walau keringat dingin sudah membasahi dahi ku "Gak papa Miss" bohong ku karena aku nggan pulang jika pekerjaan ku belum selesai terlebih jika aku mengerjakannya di apartemen yang ada aku lupa jadi aku mending melanjutkannya sekarang "Kamu yakin ?" Emang akh separah itu yah, tanpa banyak pikir aku mengangguk meng-iya kan dia.
"Miss, saya permisi buat teh dulu" aku baru kepikiran untuk membuat teh hangat untuk diriku karena cuaca hari ini begitu dingin. Sesampainya di pantry kantor aku mengambil gelas menuangkan air panas kedalam gelas dan mengelupkan teh kedalamnya. Aku mendudukkan diriku disalah satu kursi dimeja yang memang disediakan disana.
Aku menyentuh perut ku rasa sakit yang aku alamin ini aneh tidak biasanya saat datang bulan aku merasakan sakit, ralat maksudku walaupun aku datang bulan aku nggak bakalan ngerasa sesakit ini biasanya cuman selewatan. Aku menunduk dan memejamkan mataku sebentar karena rasa sakit di perut dan kepala membuatku ingin pingsan.
Aku menarik nafas dan menghembuskan secara perlahan aku harus santai agar tidak semakin parah, tepat saat aku merasa kepalaku berputar ada suara seseorang kemari dan aku membuka mataku penglihatan ku seketika buram tak mampu melihat dengan jelas.
Saat aku membuka mataku lagi aku sudah berada diruangan yang berbeda sepertinya aku mengenal tempat ini tapi ini bukan kamarku, ini seperti kamar di apartemen g--gray ? Aku memalingkan wajah ku ke arah kiri disana ada gray yang tertidur sambil bersandar pada sandaran tempat tidur, terlihat dia begitu lelah bahkan dia masih mengenakan pakaian tadi.
Aku melihat kearah kanan tepatnya pada tanganku yang sekarang sudah ter-inpus oleh selang cairan. Apa aku sakit karena aku dehidrasi ? Aku memaksakan diriku untuk terduduk, padahal niatku hanya untuk ke pantry membuat minuman hangat dan entah bagaimana aku sudah berada disini bersama gray.
Saat aku mencoba bangun aku merasakan sakit di tangan kananku mungkin efek dari jarum suntikan, dan itu malah membuat gray terbangun dia langsung menatapku khawatir "Bagaimana keadaan mu ?" Aku tau dia khawatir dan terkejut tapi dia mencoba menutupinya dengan wajah datarnya. "Aku baik-baik saja" aku dengan suara parau mencoba meyakinkan dia. Jujur saja aku benci sakit itu karena mereka banyak basa basi dengan menanyakan keadaan ku padahal mereka sudah mengetahuinya dari apa yang mereka tangkap.
______________________________________
Note: maaf saya baru bisa up date karena saya baru selesai dengan beberapa kesibukan saya semoga kalian enjoy.
[Selasa, 26 April 2022]
Author : Safira Aulia Hamidah
__ADS_1
Ig : Sfiranjk341
Terima kasih telah mampir