Marry Passive Boss

Marry Passive Boss
Seven


__ADS_3

Pagi hari ini aku berniat menaiki bus tidak seperti biasanya yah biasanya kan aku naik taksi atau jalan, lagian aku juga nggak lagi didepan apartemen jadi aga jauh juga dari kantor. Saat aku menunggu bus yang akan mengantar ku sampai kantor aku memainkan ponselku sambil memeriksa beberapa pesan dan pekerjaan yang bisa aku kerjakan.


Setelah beberapa hari aku sakit akhirnya aku pulih dan kembali di apartemen ku kalian tau gimana reaksi grape saat aku kembali begitu heboh dan dia dengan sumpah serapahnya itu terus menanyaiku kemana perginya aku selama 3 hari tanpa kabar katanya.


Jika mengingat beberapa hari belakangan ini membuatku memijit kepalaku sendiri, beruntungnya aku sudah sembuh dan kantor pun tidak mempermasalahkan itu berkat campur tangan Gray sih, ngomong-ngomong tentang gray apa aku bisa bilang jika hubungan ku dengannya semakin dekat dengan hampir setiap hari ini kami sering memberi pesan.


Saat aku terlalu fokus akan ponselku aku menengok ke samping disana ada seorang anak laki-laki yang duduk bersama ibunya yang tengah hamil besar, aku hanya tersenyum simpul pada mereka karena mereka sedang memainkan anjing terlihat hangat. Aku meluruskan pandangan ku menatap jalanan yang sedikit basah karena salju yang sedikit mencair entah gimana ceritanya anak kecil yang disamping ku berlari ke tengah jalan dan diikuti oleh ibunya menarik cepat sang anak ke pinggir tak lama suara tabrakan terdengar wanita itu tertabrak.


Aku membangunkan diriku dan berlari kesana untuk membantu wanita itu, anaknya menangis dan itu membuatku tidak tega tidak banyak orang yang membantu bahkan mereka hanya mengerumi saja. Aku memanggil taksi dan membawa mereka ke rumah sakit "Tolong..... jaga anak saya" wanita itu terus mengusap perutnya dan menatap putranya sejak tadi aku yang panik hanya mengiyahkannya "sir, tolong lebih cepat lagi" aku meminta supir itu melanjutkan lebih cepat mobilnya.


Tak menunggu lama kita sampai di rumah sakit dekat sini, beruntung pihak rumah sakit langsung menangani nya. Aku yang tengah panik dan bingung harus menghubungi siapa pada akhirnya aku memilih menghubungi gray "gray,.... tolong aku" aku aga histeris sih perduli setan jika aku berlebihan "ada apa ?" Terdengar jika gray juga terkejut dengan suaraku yang berlebihan ini "tolong kemari, aku akan mengirimkan lokasi ku" aku bingung ingin menjelaskannya bagaimana jadi aku hanya berucap pada intinya saja.


"Kau sedang dimana ?" Sebelum mematikan panggilan itu samar-samar aku mendengar pertanyaan gray namun bagaimana lagi aku di buat panik saat dokter datang dan memberi tahukan keadaan wanita yang tidak ku kenal itu. "Apa kau saudara pasien ?" Dokter muda itu bertanya padaku, okey jangan panik aku harus menarik nafasku dan membuangnya perlahan "yah" setelah aku berhasil menenangkan diriku akhirnya aku membalas, awalnya aku tidak ingin melibatkan diriku namun saat aku menatap anak laki-laki yang tengah terduduk dipojokan sana membuatku tidak tega.


"Kami harus mengambil tindakan cepat, dengan melakukan operasi sesar karena kecelakaan itu membuat pasien mengalami pendarahan jika tidak dilakukan operasi sekarang juga itu akan mengancam nyawa bayi dan ibunya....." aku mengangguk mendengar arahan dari sang dokter "Jika begitu lakukan yang terbaik dokter, aku akan mengisi formulir nya saat suamiku datang" dokter itu mengangguk dia menyuruh suster untuk menyiapkan ruang operasi. Aku memundurkan diriku pada dinding dan menyenderkan disana perlahan tubuhku merosot kebawah jujur saja ini kali pertamaku berurusan dengan hal seperti ini.

__ADS_1


Setelah pikiran ku jernih aku memaksakan diriku untuk kembali berdiri dan berjalan menuju anak laki-laki yang tengah duduk sendirian disana, aku duduk disampingnya dia seakan tak menyadarinya tatapannya kosong aku menepuk pundaknya. Dia menatapku dan langsung berhambur kedalam pelukan ku aku terkejut bukan main aku tidak nyaman tapi rasanya tidak enak jika menolaknya apa lagi mengingat atas apa yang dia alami tadi. Aku meletakan tangan ku di punggungnya mengusap-usap berharap memberikan ketenangan pada anak ini. Dia menangis.


Suara dentuman sepatu Pada lantai begitu nyaring dan aku sedikit menengok siapa dan itu gray wajahnya terlihat begitu khawatir dia menghampiriku dengan nafas yang memburu. Gray berdiri dihadapanku dan anak itu juga melepas pelukannya memberiku ruang pada pria didepan ku itu tanpa banyak bicara aku menghambur kan diriku pada pelukannya "gray, aku takut" adu ku pada pria ini dia mengangguk dan mengusap kepalaku "wanita itu tengah hamil besar dia tertabrak dan harus melahirkan dengan operasi sesar, putranya masih disini..." aku tidak yakin dengan apa yang aku katakan gray melepas pelukannya dan meletakan kedua tangannya dipipi ku tatapan kami bertemu dia tanpa ragu mengangguk seakan mengerti dengan apa yang aku ceritakan walau tidak begitu jelas.


♡♡♡♡♡


Aku dan anak kecil itu masih terduduk didepan ruangan operasi masih menunggu perkembangan didalam sana. Gray sendiri sedang mengurus administrasi dan ketentuan disana aku sesekali membuang nafasku dengan kasar karena merasa begitu gugup dan takut. "Okey tenang, semuanya akan baik-baik saja" aku berucap seperti itu pada anak kecil itu dan tentunya pada diriku sendiri anak itu hanya mengangguk apa harus aku mencairkan suasana dengan anak itu ?. Tidak aku tidak bisa berintraksi dengan anak kecil jadi yang aku lakukan sekarang menunggu gray.


Tak lama gray kembali dia membawa 3 cap minuman dan memberikan pada ku dan anak kecil itu, gray duduk disamping lain anak kecil itu "siapa namamu nak" terlihat gray begitu santai menanyai nama anak itu aku tertarik untuk melihat intraksi mereka "cloud" gray mengangguk "aku gray dan dia istriku zarees" aku tersenyum ketika gray memperkenalkan ku juga "berapa usia mu ?" Tak ada respon dari anak itu gray yang kembali bertanya pada anak itu "mommy bilang tahun ini aku 5 tahun" **** dia masih terlalu kecil, berbeda dengan aku yang terkejut gray terlihat begitu santai bahkan mereka berdua berubah jadi akrab.


"Saya bangga kamu menolongnya tanpa berpikir panjang" sial hanya dengan ucapannya seperti itu mampu membuat pipiku panas seketika.


♡♡♡♡♡


Setelah menunggu satu jam akhirnya kami diizinkan menengok wanita itu yang telah dipindahkan ke kamar inap biasa. "Gray ? That you ?" Saat kami masuk keruangan itu wanita itu dengan terkejutnya menunjuk ke arah gray sedangkan gray dengan tatapan yang datarnya hanya mengangguk "Wesly, lama tidak berjumpa" wanita yang bernama Wesley membenarkan ucapan gray, ah mereka terlihat begitu dekat aku yang berdiri dibelakang cloud hanya menunduk.

__ADS_1


"Gimana kabar kamu ? Setelah kamu pu....." sebelum Wesley menyelesaikan katanya gray segera memotongnya "saya baik, perkenalkan Zarees dia Istri saya yang menolong mu dan Zarees dia Wasley teman sewaktu kuliah dulu" aku tersenyum dan mengulurkan tangan untuk berjaba dengan dia awalnya dia terlihat terkejut mungkin karena gray mengenalkan ku sebagai istrinya namun Wesley membalas uluran tanganku dan tersenyum "senang bertemu dengan mu, dan terima kasih" kami berbincang-bincang sebenarnya aku dengan Wesley yang banyak berbicara dan gray hanya menanggapinya sesekali.


Sebelum pulang aku dan gray dipersilahkan untuk melihat bayi yang baru lahir itu, aku dih biasa aja yah karena aku nggak terlalu tertarik berbeda dengan gray yang berbinar-binar keliatan nya dia memang menyukai anak kecil "Lucu banget" butuh beberapa saat buat aku mencerna semuanya aku cuman nanggapi senyum sambil ngangguk "saya juga ingin bagaimana dengan kamu ?" Aku bener-benar diem nggak ngerti maksud dia ingin apaan sih sampe bilang sama aku.


"Ingin apa ?" Gray natap bayi itu lagi dia nunjuk dengan tatapannya duh harus jawab apa yah, bingung banget aku jadi aku pura-pura ngeliat jam yang udah nunjukin petang. Aku mengajak gray pulang mengalihkan pembicaraan.


Kalau kalian ngerasa gray bakalan lupa salah nyatanya dia ngengungkit pas di mobil dia bercerita panjang tentang anak kecil dan itu benar-benar diluar dugaan ku, dia tidak sepasif itu dia masih memiliki humor dan pembicaraan yang menarik.


_______________________________________________


[Minggu, 01 Mei 2022]


Author : Safira Aulia Hamidah


Ig : Sfiranjk341

__ADS_1


Terima kasih telah mampir


__ADS_2