
Aku menatap gray yang baru saja masuk setelah dia keluar dia kembali membawa makanan, gray sudah menjelaskan semuanya padaku kalau aku itu pingsan di pantry beruntung nya waktu itu gray yang menemukan ku.
Aku sempat menanyakan kenapa aku di bawa ke apartemen ini kenapa tidak kerumah sakit jawaban gray simple sih, karena rumah sakit jauh dari kantor. "Makan dulu yah ?" Gray meletakkan nampan di nakas yang berada di sisi kanan ku pria itu memindahkan sofa ke dekat ku sebelum itu dia juga membantu ku untuk terduduk tak lupa dia meletakkan bantal di belakang punggung ku.
"Biar saya suapi" dengan segera aku menggelengkan kepalaku, tidak enak saja jika di yang menyuapi ku "tidak, biar aku sendiri saja" saat aku mengangkatkan tanganku untuk mengambil makanan itu rasa sakit karena inpusan itu membuatku mengurungkan niatku, gray hanya menatapku dengan tersenyum tipis tapi itu bisa dibilang senyum entahlah "buka mulut mu" aku menurut saja, jujur aku malu sekali aku hanya menundukan kepalaku sambil mengunyah makanan.
"Apa kau memasaknya sendiri ?" Sebanarnya aku memiliki kepekaan yang kuat walau aku baru sekali mencoba masakan gray tapi aku tau bagaimana rasanya, gray hanya mengangguk. Aku speechless kenapa dia begitu baik padaku "kau sudah makan ?" Sebelum dia memasukkan kembali soup aku kembali bertanya.
"Belum" aku menatap gray yang tengah meniupi soup itu dan menyodori pada ku, "kau juga makan" ucapku sambil menerima suapan yang entah sudah ke berapa, "nanti saja" setelahnya hening, aku menggeleng saat gray menyodorkan soup lagi "sudah" gray mengangguk dan meletakkan mangkuk itu dan membantu ku mengambil galas air. Gray masih duduk disofa dia mengambil mangkuk tadi dan memakan sisa soup disana, aku terkejut atas apa yang dia lakukan apa dia tidak jijik makan, makanan yang merupakan bekas ku.
♡♡♡♡
Aku terbaring tidak nyaman, setelah gray memberikan ku obat Aku memutuskan untuk tidur tapi sampai saat ini aku masih terjaga karena sakit di perut. Biasanya kalau aku sakit gini tuh aku sering usap-usap perutku dan meletakan tangan atau botol hangat di atasnya.
Cuman sekarang kan tangan aku yang satu diimpus pokoknya nggak nyaman banget, sebenarnya aku bisa aja minta bantuan sama gray yang tiduran disebelah aku cuman kayanya dia udah balik tidur. Aku cuman bisa natap dia yang tidur sambil ditutupi tangannya dan fokusku sekarang pada telapak tangannya yang besar seketika itu juga aku membayangkan bagaimana tangan itu mengusap perutku pasti hangat sekali. Aku membayangkannya beberapa detik saja sampai aku kembali ke realita aku menghembus kan nafas berat dan rasa sakit itu malah semakin menjadi-jadi aku menahan diriku agar tidak menangis.
__ADS_1
Aku menyerah aku tidak bisa menahannya lagi "gray" panggilku dengan tangis lirih ku, aku ingin menghilang saja rasanya "yah" tak menunggu lama pria itu langsung merespon bahkan dia langsung mendudukkan dirinya aku hanya bisa menangis entahlah rasanya begitu malu "kenapa ? Apa ada yang sakit ?" Aku hanya bisa mengangguk Aku ingin berbicara tapi sulit bibirku kalut untuk di bergerak. Aku mencoba menenangkan diriku sebelum dan gray tampak begitu panik "tangan mu" aku mengambil tangannya dan membawanya ke atas perut bagian rahim "maaf, tapi ini sakit....." belum sempat aku menjelaskan semuanya gray mengangguk dan itu membuatku tenang berarti dia mengerti dengan apa yang kurasakan.
Gray bukan hanya mengusap-usap tapi dia juga memijit sedikit dan itu membuat perutku membaik, gray membenarkan posisi selimut dan berbaring sisampingku dengan tangan yang masih mengusap perutku. Perlahan itu membawa kantuk ku.
♡♡♡♡♡
Aku terbangun saat matahari sudah berada diatas, siang ini gak begitu cerah tapi cenderung sejuk. Awalnya aku nggak terlalu panik karena bangun siang tapi saat aku ingat kalau hari ini masih masuk kerja aku langsung menegakan diriku.
Aku melihat sekeliling yang tak menemukan gray apa pria itu sudah berangkat kerja ? Mati aku, aku lupa memberi tahu atau melaporkan keadaan ku kekantor isi kepalaku sudah berpikir negatif ya bisa aja aku dia dipecat di kantor atau enggak mendapatkan sanksi belum lagi mungkin promosi ku sebagai manager dicabut.
"Tapi bukankah dikantor sedang sibuk" sebisa mungkin aku tidak memberikan reaksi berlebihan atas perilakunya itu jujur saja itu membuat ku berdetak tak karuan. "Ada sekertaris ku, jika ada yang penting aku akan kesana" aku benar-benar di buat terdiam atas perilakunya, aku semakin takut jika dia akan mengeluarkan ucapan yang semakin membuatku bingung aku menutup mulutku dan menunduk. Oh tuhan apa ini rasanya jika dicintai ? Tidak, tidak gray melakukannya bukan karena cinta mungkin dia hanya merasa kasihan pada ku yah sebisa mungkin aku menepis pemikiran yang akan membuatku salah paham.
"Apa masih sakit ?" Gray berjalan menuju sofa yang kemarin, aku menatapnya bingung dia itu perduli atau nggak sih dia nanya keadaan ku tapi nadanya kaya cuek banget. "Perutnya masih tidak ?" Aku masih mefokuskan atensiku padanya yang kini memainkan ponselnya "udah nggak" aku membuang pandangan ku.
Aku baru saja keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan semua urusanku didalam sana, aku menatap gray yang sedang mengenakan jas nya saat dia melihatku akan keluar dia membantuku "terima kasih" ucapku dengan menatapnya dari samping sini "hm" sebenarnya aku pengen nanya dia mau kemana tapi apa hak aku lagian nggak enak juga aku udah ngerepotin dia dari kemarin. Bahkan tadi dia juga membantuku makan dan minum obat kaya kemarin.
__ADS_1
"Saya kekantor dulu, ada meeting dengan klien yang tidak bisa batalkan" Gray membantuku mendudukkan diri diatas tempat tidur, pandangku dan dia bertemu padahal dia tidak usah menjelaskan itu kan hak dia "pergilah, seharusnya tidak menjelaskan juga tidak masalah" aku berucap dengan hati-hati dan gray meresponnya dengan mengalihkan tatapannya dan berjalan meninggalkan ku. "Aku pergi" dia menutup pintu dan aku memijat pangkal hidungku.
Aku melihat kantung cairan inpusku yang tersisa setengah lagi, aku menghembuskan nafas kapan cairan itu habis rasanya ingin cepat pulang aku merasa bosan. Pada akhirnya pilihan ku kembali terlelap di alam mimpi seraya membunuh rasa bosan.
______________________________________
Note: Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin. Sebelumnya saya minta maaf sebesar-sebesarnya jika ada tulisan atau cerita yang kurang mengenakan baik disengaja maupun tidak disengaja sahajanya kita sebagai makhluk ciptaan tuhan saling membebaskan.
[Minggu, 01 Mei 2022]
Author : Safira Aulia Hamidah
Ig : Sfiranjk341
Terima kasih telah mampir
__ADS_1