
Hari ini aku dan gray kembali ke Los Angeles, kami sepakat untuk merahasiakan apa yang terjadi selama di New York. Selama di perjalanan aku memilih di penerbangan yang berbeda dengan nya awalnya gray menolak semakin dia menolak aku semakin bersih kukuh.
Akhirnya aku bisa kembali ke apartemen ku, aku langsung masuk kedalam kamar ku rasanya Melelahkan dan sulit dipercaya sebenarnya. Aku menarik nafasku berat aku menatap kamarku yang masih rapih seperti terakhir kali aku meninggalkannya dan sekarang niatku pergi ke kamar mandi untuk berendam.
Sedikit cerita, jika gray tidak mensetuju jika kita cerai katanya kita terlalu cepat untuk mengambil keputusan, padahal kemari itu dia yang mengambil keputusan terlalu cepat tanpa bertanya padaku terlebih dahulu.
Panjang kami berdebat sampai akhirnya dia hanya memberikan kelonggaran untuk merahasiakan hubungan kami dan kami tinggal terpisah itu lebih baik bagiku, aku akan seperti wanita lajang seperti sebelumnya. Dan itu alasan kenapa aku kembali ke apartemen dan tidak ikut dengan pria keras kepala itu.
♡♡♡♡
Waktu berjalan begitu cepat dan aku harus kembali kekantor kembali rasanya itu sedikit berbeda, aku merasa begitu malas apa lagi terpikir jika nanti bertemu lagi dengan gray. Pada akhirnya aku harus tetap berangkat, aku meninggalkan apartemen dengan rapih dan meninggalkan makanan untuk sahabat ku yang bernama grape yang juga penghuni apartemen ini.
"Selamat pagi zarees" rose menyapa ku "selamat pagi juga rose, apa urusan mu sudah selesai ?" aku membalasnya dengan senyuman rose merupakan rekan kerjaku yang seharusnya berangkat dengan ku Hari itu. "Yah semuanya berjalan dengan lancar" aku hanya membalas dengan senyuman dan meninggalkan dia, aku pergi ke ruangan ku itu juga harus membuat laporan hasil meeting kemarin.
__ADS_1
Aku baru saja mendudukan diriku di meja ku sudah terisi penuh dengan tumpukan pekerjaan dan sebuah surat, ada juga coklat dan buket bunga. Beginilah setiap hari dikantor aku selalu mendapatkan coklat dan bunga entah siapa yang menaruhnya. Aku menata meja kerja ku terlebih dahulu agar lebih nyaman barulah mengerjakan semua pekerjaan ku.
Aku melirik jam tinggal beberapa menit lagi kantor istirahat aku mematikan komputer ku dan menyenderkan punggung ke kursi kerja ku dan sesekali aku memijat pangkal hidung ku, "zarees, di panggil Mr. Gray untuk ke ruangnya" suara seorang pria menyapa pendengaran ku aku yang memejamkan mataku lantas membuka mataku. "Ada apa ?" Tanyaku pada sekertaris Yuhn "Entah, mungkin soal laporan kemari" ucapnya aku hanya menganggu tanda aku mengerti walau ini belum beres aku tetap bangun dan membawa flashdisk yang berikan data-data yang aku kerjaan.
Setelah aku di persilahkan masuk aku menemukan gray yang sedang duduk di sofa dan didepan nya meja yang sudah tersedia banyak makanan "Permisi Mr. Gray" aku harus bisa membedakan antara dunia pekerjaan dan pribadi jadi aku tetap menghormatinya walau aku masih merasa kesal akan sikapnya kemarin. "Duduklah" aku mendudukan diri ku di sebrangnya dan segera menyerahkan flashdisk yang aku bawa "Maaf Mr. Gray untuk laporan kemarin saya belum selesai membereskannya jika bisa tolong beri saya waktu sampai sore nanti" ucapku jujur, lagian tidak biasanya aku yang dipanggil biasanya manager yang akan memanggil ku barulah manager itu yang menyerahkannha pada gray apa mungkin karena aku yang ikut bertugas bersamanya saat itu.
"Tidak papah" aku bernafas dengan lega, aku pikir tak ada lagi yang harus di bicarakan jadi aku berniat untuk berdiri dan berpamitan pada pria itu "mau kemana ? Tetap disana" aku terkejut ketika gray menyadari jika aku akan beranjak sedangkan dia itu sedang menundukan kepalanya menatap layar iPad nya. "Tapi tugas saya sudah selesai" jujur saja aku kurang nyaman berada disini terlebih bersama gray hanya berdua "Saya bilang diam dan duduk tidak lebih" aku menatap gray yang masih sibuk dengan iPad nya dengan tatapan tajam.
Tak lama pria itu meletakan iPad nya dan menatapku sebentar "makanlah" seketika itu juga aku tidak bisa menyembunyikan raut terkejut ku "Maaf ?" Aku hanya mencoba memastikan agar tidak ada kesalah pahaman yang akan terjadi lagi. "Makanlah, saya manggil kamu untuk makan bersama" aku benar-benar tak habis pikir dengan gray aku berharap pria itu tidak menganggap hubungan kita serius.
"Apa kau biasa makan bersama dengan kariawan mu ?" Aku membenarkan posisiku dan gray mengangkat kepalanya menatapku sebentar sebelum kembali fokus pada makanan nya "tidak" aku terdiam sebentar, "ekh.... begini Em gr---Mr....." belum selesai aku menyelesaikan kegugupan ku gray segera mencela "Gray" yah aku sempat bingung ingin memanggil dia apa karena di satu sisi ini dikantor dan sisi lainnya aku ingin membicarakan urusan pribadi beruntungnya gray sepertinya mengerti apa yang aku maksud.
"Gray, bukankah kita sudah sepakat untuk tidak berintraksi selama di kantor kecuali itu urusan kantor ?" Yah aku hanya ingin menanyakan ini yang kemungkinan ini akan menjadi bahan perdebatan dengan pria itu atau tidak karena dia kaku. "Hmm" dia hanya membalas dengan gumanan oh yang benar saja padahal setengah mati aku merasakan panik dan was-was karena takut jika kariawan yang lainnya akan mengetahui hubungan ku dengan pria itu.
__ADS_1
"Kapan kau akan mengajukan surat gugatan cerai ?" Gray segera meletakan makananya dan menatapku dengan tatapan tajam tidak seperti kemarin yang santai-santai saja, jujur saja aku merasa muak dengan semua yang berada dalam pikiranku "bisa kita bicarakan nanti saja" dia bukan memberikan ku pertanyaan tapi dia hanya mempertegaskan jika ia tidak ingin dibantah. "Aku muak dengan semua ini" yah padahal ini baru 2 hari aku menjadi istrinya tapi sudah muak bahkan aku tidak tinggal bersamanya.
"Bukankah kita sepakat jika kita tidak butuh untuk tinggal bersama ? Kau bebas apa yang membuat mu muak hah ?" Setelah lama dia terdiam akhirnya dia mengeluarkan suaranya berbeda dengan tadi dia menatap ku dengan santai namun nada bicaranya sedikit menusuk "tetap saja ada yang menjanggal dipikiranku" aku berucap dengan jujur "Jika begitu jangan dipikirkan" sialan sekali jika aku bisa melakukannya mungkin aku tak akan mengutarakannya padanya.
"Jika begitu kau tidak boleh menyempuri urusanku terkeculi kantor seperti kesepakatan kemarin" tanpa ingin berlama-lama aku keluar dari tempat ini.
______________________________________
[Rabu, 20 April 2022]
Author : Safira Aulia Hamidah
Ig : Sfiranjk341
__ADS_1
Terima kasih telah mampir