
Eylana tiba di kediaman nya dan memerintahkan Jane untuk memanggil tabib secepatnya, Eylana membawa hewan yang dia pungut dalam keadaan sekarat ke kamarnya dan menunggu dengan cemas kedatangan tabib.
Beberapa saat menunggu dengan kecemasan dan campur aduk di dalam benaknya, Eylana mendengarkan langkah kaki yang mendekati kamar nya dan melihat Jane serta tabib, tabib mulai memeriksa dan mengatakan pada Eylana.
“ Beruntung nya lukanya cepat untuk ditangani, jika tidak. Saya harus mengatakan selamat tinggal pada hewan malang ini, ” ucap tabib pada Eylana.
“ benarkah, tabib anda yakin kucing ini bisa disembuhkan?, ” balas Eylana dengan tatapan kekhawatiran melihat kucing yang merintih dan mengeong kesakitan.
Tabib tahu dengan kecemasan Eylana dan mulai menenangkan dengan penjelasan nya, “ tidak perlu risau, saya sudah memberikan obat dan membalut nya dengan perban baru. Jangan lupa nona harus secara rutin mengganti perban dan mengoleskan krim pada lukanya agar kucing ini bisa sembuh dari lukanya dan cepat beraktivitas normal seperti biasanya, ” ucap tabib pada Eylana dengan tatapan lembut.
Eylana merasakan lega dan mengucapkan terimakasih dan beban berat di pundaknya mulai terangkat, tabib undur diri dan Jane mulai mengantarkan tabib ke luar kamar Eylana.
Eylana masih berjongkok dan memfokuskan pandangannya pada kucing yang meringkuk dengan nafas lembut dalam posisi tertidur nya. Eylana yang merasa gemas mulai mengelus-elus bulu halus serta lembut dan penuh kehati-hatian agar tidak membangunkan kucing dari tidur nya.
Jane kemudian kembali ke kamar Eylana dan melihat nona mudanya yang dengan hati-hati memberikan perhatian khusus pada kucing yang di pungut oleh Eylana sebelumnya. Jane tidak ingin bersuara dan hanya menyentuh bahu lembut Eylana, Eylana tersadar dan berhenti mengelus-elus bulu kucing dan menengok ke belakang melihat Jane.
__ADS_1
Eylana bangkit dari posisi jongkok dan berdiri berhadapan dengan Jane. Jane mulai berbicara pada Eylana.
“ permisi, nona muda. Mungkin saat yang tepat bagi anda untuk bersantai dengan berendam setelah perjalanan yang panjang. Saya telah menyiapkan persiapan mandi anda, dan air sudah dipanaskan. Apakah saya sudah boleh membantu anda untuk persiapan mandi?, ” ucap Jane pada Eylana dengan hangat.
Eylana tersadar dan tersenyum malu-malu menyadari bahwa dia saat ini dalam kondisi berantakan karena sebelumnya fokusnya teralihkan pada kucing yang dia pungut.
Eylana menganggukkan kepalanya atas saran Jane dan menjawabnya dengan lembut. “ tentu, bantu aku bersiap-siap untuk berendam, ” balas Eylana dengan senyum kecil.
......................
Di dalam kamar mandi yang luas dan mewah. Di salah satu sudut kamar mandi, sebuah bak besar yang terisi penuh dengan air hangat terletak dibawah jendela yang terbuka, memungkinkan sinar bulan masuk ke dalam ruangan. Air dalam bak telah dihiasi dengan kelopak bunga lavender kering yang terapung di permukaan, melepaskan aroma yang menenangkan.
Eylana Brooklyn berjalan mengenakan jubah mandi lembut dan berjalan perlahan menuju bak tersebut. Dia merasakan panas dari air yang menyentuh kulitnya saat dia memasuki bak. Air hangat dan aroma lavender yang memikat segera membuatnya merasa rileks.
Eylana membenamkan dirinya dalam bak tersebut, membiarkan air hangat mengelilingi tubuhnya. Dia merasa berat badannya berkurang dan hatinya menjadi ringan. Sambil merenung dan menikmati perasaan relaksasi, dia merasakan ketegangan tubuhnya menghilang, meninggalkannya dalam kedamaian yang penuh wewangian lavender yang menenangkan.
__ADS_1
Jane melihat nona mudanya nyaman berendam air hangat dengan wewangian lavender, dia mulai melakukan tugasnya dan memijat tubuh Eylana dengan lembut serta berpindah memijat kepala Eylana untuk memberikan relaksasi.
Eylana merasa puas atas layanan Jane padanya dan memberikan pujian serta berbincang ringan. Setelah beberapa saat puas berendam, Eylana bangkit dari bak dan mulai mengenakan pakaian yang nyaman untuk beranjak ke kasur dan memiliki waktu istirahat yang nyaman serta berkualitas.
......................
Disaat bersamaan rumah mewah, berdiri seseorang pria yang memerintahkan para bawahan nya untuk mencari seseorang, dan beberapa orang berlutut dan tidak berani mengatakan apapun untuk membantah perintah tuannya.
Pria yang dicari-cari berhasil lolos dan tuan mereka hanya menatap dengan mata yang berkilat marah serta berapi-api dan mulai mengucapkan kata-kata kasar dan mulai memerintahkan untuk pencarian lebih lanjut, jika mereka tidak menuruti perintah tuan mereka, mereka akan mati seperti ancaman yang dilayangkan pada tuan untuk mereka yang hadir atas perintahnya.
Pria itu merasakan frustasi dan mulai memikirkan rencana cadangan karena sepertinya dia lengah terhadap sesuatu dan merasa bahwa rencananya selalu berjalan mulus dan tanpa hambatan. Sebaliknya karena sikap lengahnya, seseorang mengetahui kebenaran yang gelap tersembunyi jauh dari perkiraan orang-orang di luar sana.
Saat pria itu tenggelam dengan rencana yang berbagi macam kemungkinan, dia mendengar suara yang manis serta polos memanggil nya.
“ ayah, apa kau sudah pulang dan benar-benar ada disini?, ” ucap bocah itu dengan tatapan polos di kedua matanya serta dengan suara yang bersemangat karena sangat merindukan kehadiran ayahnya.
__ADS_1
Pria itu mendengar dan berbalik menoleh ke asal suara yang memanggilnya. Dengan tatapan marah dan sifatnya yang dingin tidak mencerminkan sebagai ayah yang penyayang, dia mulai memarahinya dengan sikap yang dingin dan menyuruh bocah itu untuk segera kembali ke kamar nya.
Bocah itu terdiam dan berdiri tanpa bisa mengatakan apapun lagi, dengan hati yang tenggelam serta rasa sakit karena ucapan ayahnya yang menyakiti hati serta telinganya. Suara yang menusuk itu menjadi mimpi buruk dan ketakutan baru pada bocah malang dan polos yang tidak mengetahui apapun terhadap orang dewasa yang disebut sebagai ayahnya.