Maybe In A Another Universe, You Love Me Back

Maybe In A Another Universe, You Love Me Back
Chapter XVI. Morning Glory


__ADS_3

Eylana Brooklyn memiliki hati yang berkonflik akan mengirim surat pada Louis Spencer atau tidak, tapi jika Eylana mengirimkan surat, akan terlihat seperti Eylana terlalu mengejar dan membuat Louis semakin tidak nyaman terhadapnya.


Eylana masih tenggelam dalam lamunannya tiba-tiba suara ketukan pintu membangunkan nya, membawanya kembali pada kenyataan dan mulai menenangkan dirinya. Eylana mengatakan kepada orang yang berada di luar tepat pintunya untuk masuk.


Melihat Jane yang datang dengan membawa surat lain, Eylana sedikit berharap surat tersebut datang dari kediaman Louis tapi sebaliknya harapan mengecewakan nya dan Eylana tidak ingin terlihat terlalu kecewa meskipun kecewa karena Louis masih belum mengatakan apapun kedatangannya.


Eylana membuka surat dan membacanya, dia mulai menghela nafas kecil dengan tatapan kontemplasi di wajahnya dan mengatakan pada Jane melakukan persiapan kedatangan tamu.


......................


Pada saat bersamaan sekelompok pria misterius mulai bergerak dalam bayang-bayang kekaisaran Terra serta memiliki kehadiran tersembunyi dengan peran masing-masing.


Mereka bergerak dengan kecepatan dan keefektifan dalam gerakan mereka untuk menyelesaikan misi yang mereka pikul. Salah satu pria bertopeng dari kumpulan mereka datang dengan surat yang memiliki segel Morning Glory sebagai stempel amplop tersebut.


Dalam pandangan masing-masing di dalam kedua mata mereka , mereka mengerti sinyal yang diberikan untuk mereka dan mulai bergerak secara terpisah dan bersembunyi hingga waktu yang di tentukan.


......................


Di ruang yang mewah di dalam mansion kediaman Marquess Brooklyn, dua orang wanita saling berhadapan dan memiliki perbicangan dengan nuansa hangat.


Eylana berpikir disinilah dia meladeni Lady Moreau yang tiba-tiba mengirimkan surat kedatangannya dan berbicara di depannnya. Lady Moreau dengan lembut mencicipi teh Earl Grey yang harum dan memandang Lady Brooklyn dengan senyuman lembut. Tiba-tiba Lady Moreau memecahkan keheningan dengan berbicara pada Eylana.


“ mohon maafkan kekurang ajaran saya yang tiba-tiba datang mengunjungi kediaman Brooklyn, ” ucap Lady Moreau dengan nada misterius tapi masih terdengar sopan.


Mendengar ucapan Lady Moreau hanya membuat Eylana kesal dalam benaknya tapi dia tidak menampilkan di ekspresi wajahnya saat ini dan membalas dengan senyum pengertian.

__ADS_1


Jika Eylana terpancing mengeluarkan emosi negatif di depan Lady Moreau, citra Eylana akan berakhir menjadi wanita picik pada seorang tamu yang mengunjungi nya. Tapi semua orang sepakat serta mengetahui bahwa Lady Moreau adalah seorang rubah wanita dan tidak hanya Eylana yang merasa kesal karena sifatnya gegabah dan ugal-ugalan dari kebanyakan wanita bangsawan lainnya.


“ tidak masalah, Lady Moreau . Kuharap ini sesuatu yang sepadan dengan kedatangan mu yang tiba-tiba, bukan?, ” ucap Eylana dengan senyum lembut.


“ awas saja jika Lady Moreau tidak mengatakan hal penting dan hanya mengatakan omong kosong, aku mungkin akan segera mengusir secepatnya, ” batin Eylana dalam benaknya.


“ hohoho, tentu saja. Tolong maafkan kekasaran ku sekali lagi dan aku tidak akan mengatakan hal yang berbelit-belit dan langsung menuju intinya, ” balas Mariana dengan seringai licik.


Eylana bahkan berpikir Lady Moreau berbicara padanya secara informal dan tidak seperti biasanya.


Eylana sekali lagi fokusnya menuju ke arah Lady Moreau dan mendengarkan dengan seksama dan sedikit mengepalkan tangannya dibawah permukaan meja.


“ saya bertemu tunangan mu di suatu tempat, ” ujar Lady Moreau dengan seringai dan mulai menyesap teh nya perlahan.


“ ah benarkah, anda yakin melihat tunangan ku. Atau anda bisa saja mengenali orang yang salah?, ” jawab Eylana dengan lembut dan khawatir.


Lady Moreau melihat bahwa Eylana tidak mempercayai ucapan nya dan mulai memiliki seringai yang semakin lebar dan menambahkan bahan minyak ke dalam api.


“ saya melihat tunangan mu, Louis Spencer pergi mengunjungi sebuah butik, ” tutur Lady Moreau dengan seringai licik dan menantikan ekspresi Eylana.


Eylana masih terlihat tenang dengan tatapan lembut dan menjawabnya dengan santai.


“ bukan hal aneh seorang pria mengunjungi sebuah butik, kan. Karena sebentar lagi, Mora Spencer akan berulang tahun, hal normal bagi seorang kakak laki-laki membelikan hadiah untuk adik perempuannya, ” tukas Eylana dengan senyum manis.


Eylana dengan sengaja mengubah topik pembicaraan pada ulang tahun Mora yang hanya menghitung hari dan mengamati reaksi Lady Moreau. Eylana merasakan masam di benaknya bahkan potongan kulit jeruk bergamot serta wangi Citrus tidak membuatnya tenang di dalam benaknya dan masih menunggu reaksi Lady Moreau dengan sabar.

__ADS_1


“ anda benar, mungkin saya memiliki kesalahpahaman terhadap Count muda Louis sendiri, jika Count muda Louis ingin memberikan hadiah pada mora. Pria itu bisa memanggil tukang jahit menuju kediaman nya dan tak perlu bersusah payah untuk datang menemuinya secara langsung dan bagi yang melihatnya akan menimbulkan kesalahpahaman seperti yang kau tahu apa maksud ku, kan. Lady Brooklyn, ” papar Lady Moreau manis dengan nada licik serta mulai meminum tehnya kembali.


Eylana hanya bisa tersenyum lembut dengan tatapan tenang dan menjawabnya dengan nada seperti sebelumnya.


“ hadiah akan terasa spesial bukan dari harganya tapi dari siapa orang yang memberinya serta usahanya, Lady Moreau, ” balas Eylana dengan senyum kecil dan menantikan apalagi serangan dari Lady Moreau untuknya.


Lady Moreau terdiam dan tidak menjawab ucapan Eylana. Sebagai gantinya hanya mengamatinya, kemudian terkikik dan mulai membalas ucapan Eylana dengan nada santai seperti bermain-main dengan tikus.


“ ucapan mu ada benarnya dan saya yakin anda tidak merasakan kekhawatiran seperti yang saya khawatirkan. Apa ini dari rasa percaya atau kenekatan tertentu, ” celetuk Lady Moreau dengan senyum liciknya.


Eylana merasa tidak ada habisnya meladeni Mariana lagi, dia hanya melihatnya seperti mainan yang mudah dimainkan di telapak tangannya tapi Lady Moreau memiliki pandangan yang salah dan tidak terlalu mengenal Eylana sebenarnya.


“ saya berterima kasih atas kekhawatiran mu padaku, saya yakin Count muda Louis yang ku kenal tidak melakukan hal yang membuat orang berpikir untuk disalahpahami. Jika kau memiliki kekhawatiran tertentu padaku, kurasa anda memiliki banyak waktu senggang, bukan. Lady Moreau, ” sanggah Eylana manis dengan tatapan polos pada Lady Moreau.


Eylana membalas ucapan Lady Moreau dan dengan sengaja mengirimkan serangan balik dan menantikan ekspresi Lady Moreau. Lady Moreau memiliki kedutan di ujung bibirnya dan tangan yang sedikit mengepal saat memegang cangkir tehnya. Lady Moreau mulai berdeham pada Eylana agar Eylana kembali terfokus pada dirinya.


Deham lembut keluar dari mulutnya, menciptakan suara yang tenang di ruang tamu.


“ Lady Brooklyn, saya harus undur diri. Kurasa kita memiliki banyak pembicaraan yang menyenangkan hingga tak tersadar waktu semakin larut, ” pamit Lady Moreau dengan ramah serta sopan dan mulai menyembunyikan taring rubahnya.


Eylana seperti melihat secercah harapan dan mulai menanggapi dengan keramahan yang sama pada Lady Moreau.


“ Lady Moreau anda tidak perlu merasa sungkan, karena kita adalah teman dan aku minta maaf tak bisa menjamu dalam pesta teh yang kau harapkan dariku, ” balas Eylana lembut dengan kerendahan hati saat menyelesaikan ucapannya.


Akhirnya melihat Lady Moreau yang pergi dengan diantar oleh Heinz, membuat Eylana bisa bernafas lega. Eylana seperti melewati hal yang menyebalkan dalam hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2