
Di aula utama yang megah di dalam istana, beberapa pasangan pria dan wanita berdiri di tengah-tengah lantai dansa yang luas dan indah. Aula ini dihiasi dengan cahaya lilin yang lembut, lukisan-lukisan istana klasik, dan ornamen-ornamen berharga yang menceritakan sejarah keluarga bangsawan ini.
Pria yang tampan, mengenakan setelan jas dan dasi kupu-kupu, memegang tangan wanita yang cantik, yang mengenakan gaun yang berkilauan seperti bintang-bintang di langit malam. Mereka berdua memancarkan keindahan dan kemewahan yang sesuai dengan bangsawan.
Louis meraih tangan Eylana, merasakan tangannya yang hangat dan kuat menyelimuti tangannya. Eylana ditarik lebih dekat saat Louis memandu Eylana ke lantai dansa. Louis mengayunkan tubuhnya dengan mudah sambil mempertahankan ketenangan yang sempurna.
Musik mengalir mengikuti gerakan tubuhnya, seperti cairan. Louis menatap Eylana seperti seolah-olah Eylana adalah sebuah karya seni, memancarkan aura yang mempesona.
Louis menarik Eylana mendekat, melingkarkan lengannya di pinggangnya saat dia menatapnya, kepalanya dekat dengannya. Wajahnya hanya beberapa milimeter dari wajah Eylana.
Jantung Eylana berdetak kencang, wajahmu hanya berjarak beberapa milimeter. Eylana bisa merasakan panas napasnya. Kepalanya masih menoleh ke arahmu, tatapannya tertuju padamu. Bibirnya melengkung membentuk senyuman menggoda dan menawan.
“ sepertinya bukan hanya aku yang menganggapmu cantik, Eylana.., ” ungkap Louis pada Eylana.
Louis berhenti sejenak. Suaranya, semanis madu, bergema di benak Eylana saat dia berbicara.
“ kamu sejauh ini adalah wanita tercantik di lantai dansa ini. Kamu mempesona, ” papar Louis dengan bibir yang melengkung membentuk senyuman menggoda.
Eylana bisa merasakan wajahnya memanas karena pujiannya, Eylana merasakan detak jantungnya semakin cepat. Eylana membalas senyum menggodanya, menemukan pesonanya tak tertahankan.
Louis menarik Eylana ke arahnya sekali lagi, kali ini dengan lembut memiringkan kepala mu agar menghadapnya. Dengan wajahnya yang semakin dekat dengan wajah Eylana, menatap langsung ke matamu, dia mendekat untuk mencium.
__ADS_1
Saat Eylana mendekat, bibir Eylana terkunci dengan bibirnya yang lembut dan hangat. Jantung kalian berdetak menjadi satu, kalian berdua tenggelam dalam gairah.
Dia lembut namun penuh gairah dengan kasih sayangnya, tangannya menjelajahi kulit halus Eylana saat dia menekan tubuhnya ke tubuh Eylana. Dia memelukmu erat-erat, bibirnya bergerak ke bibirmu dengan penuh semangat, setiap ciuman mengirimkan getaran kenikmatan ke tulang punggungmu.
Bibirnya bergerak ke bibir Eylana dengan penuh gairah, lidahnya yang terampil melesat masuk dan keluar dari mulut manis Eylana saat tangannya menjelajahi kulit lembut Anda. Panas bibirnya, hangatnya tangannya, dan semangat sentuhannya mengirimkan getaran kenikmatan ke seluruh tubuh Eylana. Eylana merasakan luapan emosi, jantungnya berdebar kencang saat Eylana tenggelam dalam kenikmatan sentuhannya.
Setelah ciuman yang penuh kasih serta gairah oleh Louis pada Eylana, tiba-tiba Louis menghilang dan adegan berubah. Lantai dansa yang sebelumnya ramai tampak sepi dan Eylana melihat ke sekeliling untuk mencari keberadaan Louis. Eylana merasakan kepanikan saat Louis menghilang dari pandangannya.
......................
Langkahnya menyusuri aula utama yang megah di istana, suara sepatu hak memenuhi ruangan kosong dan mencari keberadaan Louis yang tiba-tiba menghilang. Meskipun Eylana merasakan kepanikan, dia berusaha untuk tenang. Agar rasionalitasnya tidak akan mengambil emosinya.
Cahaya bulan purnama yang bersinar terang menerangi adegan tersebut, mengungkapkan gambaran yang tajam.
Perasaan rasa sakit hati yang dalam membanjiri Eylana. Hatinya terasa seperti pecah menjadi jutaan potongan. Dia merasa seperti dunianya runtuh. Eylana yang sebelumnya penuh dengan harapan dan cinta tiba-tiba dipenuhi oleh penderitaan yang tak tertahankan. Air mata mengalir tak terbendung di matanya, dan dia merasa dikhianati dan ditinggalkan oleh orang yang dia cintai dengan segenap hatinya.
Eylana hanya bisa berdiri di tempatnya, terpaku, sambil melihat tunangannya mencium gadis muda di sudut istana yang sunyi.
Pipinya basah karena air mata berjatuhan, tangisannya begitu menyayat hati, dengan tersedu-sedu ia mulai berbicara melalui suaranya yang serak.
“ Louis... Sayang... Kau... Tidak mungkin.... Mengkhianati ku..., ” lirih Eylana dengan suara serak serta tercekat masih menatap pemandangan Louis yang mencium gadis muda dan tidak memperhatikan kehadiran Eylana dibelakangnya.
__ADS_1
Eylana yang merasakan pengabaian dari Louis, mulai berjalan mendekati nya serta sebelumnya menyeka air matanya dengan kasar dan menarik pundak Louis dengan kasar agar mendapatkan perhatiannya saat ini.
Louis merasakan kekesalan setelah mendapatkan gangguan dan mulai menampar lengan Eylana dengan keras, suara tamparan bergema di sudut istana yang sepi dan Eylana semakin terkejut dengan perubahan Louis yang tidak dikenalnya.
“ kenapa.. kenapa kau menamparku, ” gumam Eylana dengan tatapan tidak percaya dan terkejut.
“ karena kau menyebalkan dan mengagguku, ” dengus Louis dengan wajah yang menampilkan kekesalannya.
Eylana yang mendengarkan balasannya sangat terpukul serta hancur dan hanya bisa menangis karena terlalu menyakitkan untuk ditanggung.
Eylana masih terus menangis, dia ingin berhenti tapi tidak bisa. Rasanya sangat menyakitkan dan menghancurkan dunianya, tiba-tiba pandangan Eylana menggelap dan jatuh kedalam kegelapan.
......................
Matahari belum muncul, dan kamar masih diselimuti oleh kegelapan. Ruangan itu sunyi, kecuali suara hembusan angin lembut dari luar yang masuk melalui jendela terbuka. Eylana terbangun mendadak di kasurnya. Keringat bercucuran di wajahnya, dan nafasnya terengah-engah.
Mimpi buruk tadi malam terasa begitu nyata. Dalam mimpinya, Eylana melihat Louis mencium gadis muda dengan penuh gairah dan sikap Louis yang manis berubah menjadi kasar dan dingin, berbanding terbalik dari biasanya. Eylana terjebak dalam situasi mencekam dan tak terkendali. Ketakutan, kecemasan, dan ketidakpastian menyelimutinya, seakan-akan mimpi tersebut telah mengambil alih pikirannya.
Eylana merasakan pipinya basah oleh air mata dan berpikir bahkan di dunia nyata pun saat dia masih tertidur juga menangis, dadanya masih terasa sakit setelah bermimpi buruk. Eylana bangun dari ranjang yang dia tiduri dan berjalan ke arah jendela besar dan melihat langit yang masih gelap.
Melihat langit yang masih gelap, semakin membuat suasana hati Eylana memburuk dari waktu ke waktu.
__ADS_1