
Eylana bersiap-siap untuk hadir ke pesta ulang tahun yang diadakan Mora Spencer di kediaman aula utama Count Spencer, setelah persiapan selesai dan merasakan kepuasan dengan gaun baru berwarna ungu yang memiliki perpaduan warna merah muda.
Seorang pelayan mulai merias wajah Eylana dan menata rambut Eylana dengan sedikit kepangan dan memasang hiasan rambut dan perhiasan pada lehernya serta menyemprotkan parfum ditubuhnya.
Eylana melihat pantulan dirinya yang sangat cantik, dengan kulit berwarna putih cerah serta kalung yang memiliki permata amethyst sangat melengkapi satu sama lain.
Eylana kemudian turun ke bawah, suara sepatu hak terdengar menuruni anak tangga dan ketika Eylana sudah tiba di lantai dasar dia melihat seorang ksatria pribadinya sir Bernard sudah siap dan sedikit membungkuk saat menyapanya.
“ nona muda, hari aku akan mengawal mu, mohon bantuannya, ” sapa sir Bernard dengan sopan serta ramah.
“ tentu, tolong jaga aku, ” balas Eylana dengan hangat pada sir Bernard.
Sir Bernard mengulurkan lengannya untuk melakukan tugasnya saat ini, Eylana menerima nya dengan senang hati. Terlihat seorang kusir yang menunggu dengan kereta kuda mewah dan kuda yang terlihat perkasa.
......................
__ADS_1
Di dalam kereta kuda yang mewah dan indah. Kereta itu ditarik oleh dua kuda perkasa yang berlari dengan gagah di sepanjang jalan beraspal yang mulus. Di dalam kereta itu seorang nona bangsawan bernama Nona Brooklyn duduk dengan anggun.
Eylana mengenakan perhiasan yang indah yang menghiasi leher pucat nya. Rambutnya yang pirang tertata rapih dalam bentuk kepangan dengan hiasan rambut yang memiliki perhiasan yang cukup mewah tapi tidak berlebihan untuk dirinya. Dia duduk dengan anggun di kursi berlapis sutra dan menjaga postur tubuhnya dengan elegan.
Kereta melaju melalui pedesaan yang indah, nona Brooklyn melihat pemandangan yang memukau. Lapangan hijau yang luas dipenuhi dengan bunga berwarna-warni, dan matahari tengah terbenam di langit dengan cahaya yang berkilau. Dia tersenyum melihat pemandangan yang indah ini, merasa bahagia karena bisa menikmati perjalanan yang damai.
Kereta kuda terus berjalan dengan tenang, diiringi oleh suara langkah kaki kuda yang menenangkan. Beberapa saat duduk di dalam kereta kuda yang membawa nya ke tempat tujuan, kereta kuda akhirnya berhenti dan mencapai tempat tujuan.
Sebuah pintu terbuka dan terlihat ukuran tangan dari seorang pria yang berasal dari sir Bernard untuk menuntun Eylana keluar dari dalam kereta kuda. Eylana menerima uluran tangan dan berjalan dengan anggun bersama ksatria pribadi nya ke kediaman tertentu.
......................
Giliran Eylana tiba dengan kstaria pribadi yang menunggunya di tempat yang ditentukan, pasangan Count serta Countess Spencer menjamu Eylana dengan keramahan karena Eylana adalah calon menantu mereka.
Countess mengucapkan dengan kalimat yang terdengar hangat seperti layaknya calon ibu mertua yang perhatian kepada calon menantunya.
__ADS_1
“ Eylana, aku senang kau datang mengunjungi kediaman Spencer dan bisa turut merayakan hari dewasa Mora, satu-satunya putriku yang tersayang, ” sapa Anika Spencer pada Eylana.
Eylana membalas dengan keramahan serta nada hangat, “ mana mungkin aku tidak datang, aku sudah menganggap Mora sebagai adik perempuan ku meskipun aku belum sepenuhnya menjadi anggota keluarga Count Spencer.
“ kau benar Eylana tapi bersenang-senang lah malam ini, ah kau mungkin tidak tahu tapi Louis sudah tiba dan lupa untuk mengirimkan kabar untukmu, ” tambah Anika Spencer pada Eylana dengan senyum dan lalu pergi untuk menjamu tamu lainnya.
Ketika Eylana mendengar nama Louis diucapkan, Eylana merasakan rasa kecut dan sedikit kecewa serta berpikir pada dirinya sendiri, apakah kesibukan bisa melupakan waktu untuk mengabarkan satu sama lain. Betapapun Eylana kecewa pada Louis yang tidak memberikan surat untuk menggambarkan kondisi nya membuat Eylana kecewa tapi mau gimana pun Eylana tidak bisa merengek karena dia tidak ingin dicap sebagai wanita manja yang terlalu terikat pada tunangannya.
Sebagai cara untuk menghilangkan rasa pahit di hatinya, Eylana berjalan dan menemukan berbagai macam kelompok yang sudah membuat lingkaran obrolan dan Eylana mencoba berbaur dan dalam waktu singkat mulai berbicara dengan akrab serta memiliki nuansa yang hangat.
Perlahan demi perlahan rasa pahit di hatinya pudar karena Eylana tidak ingin memperlihatkan emosi sebenarnya dalam pesta seseorang dan lebih menyukai menyembunyikan nya dengan dalam, dan beberapa mulai bergosip bahwa meskipun Mora Spencer mengadakan pesta perayaan ulang tahun yang terbilang mewah apakah saudari tiri mereka yang bernama Eloise Spencer juga akan diundang atau tidak.
Bukan rahasia umum bahwa kepala keluarga Spencer atau Count Spencer memiliki dua istri dalam pernikahan nya dan istri mudanya memiliki seorang putri yang hampir seusia dengan Mora Spencer.
Bahkan tamu yang hadir dalam pesta ulang tahun Mora datang bukan sebagai tamu yang tulus serta turut serta bahagia pada menginjaknya pertambahan usia dewasa Mora tapi sebagai hiburan dan melihat apakah ada pertunjukan yang menarik yang bisa menghibur sebagian bangsawan. Bahkan kemalangan serta nasib tragis seseorang adalah sebuah hiburan bagi bangsawan yang memiliki keinginan bengkok dan ini bukan hal yang baru.
__ADS_1
Kedengarannya miris tapi ini realita nya yang harus diterima oleh orang yang memiliki hati yang rapuh serta pandangan yang polos terhadap dunia yang tidak seindah kalian pikirkan dan bayangkan.
Meskipun semua orang yang hadir di pesta ini tahu dan mengamati dengan hati-hati dalam tatapan pikiran yang masing-masing. Mereka menunggu dengan sabar dan tenang seperti pemangsa yang mengawasi mangsanya di kegelapan.