
Di ruang makan yang mewah dengan perabotan yang berkilau, sebuah keluarga duduk di sekitar meja panjang yang dipimpin oleh kepala keluarga, kepala keluarga adalah seorang pria paruh baya yang memiliki ekspresi arogan di wajahnya sedang menatap ke sekeliling kursi yang berisikan anggota keluarganya dengan tampilan arogan serta memerintah dalam suaranya. Dia adalah seorang pria yang serba berkuasa, sombong dan serakah. Kepribadiannya yang mendominasi menciptakan suasana yang tegang di antara anggota keluarganya.
Kepala keluarga mulai memecahkan keheningan untuk dimulainya makan malam dengan nada yang sombong.
“ ini adalah hidangan yang paling istimewa. Kami hanya dapat merasakannya dengan menunggu musim tertentu, jadi nikmatilah, ” tegas kepala keluarga kepada anggota keluarga yang duduk mengelilingi meja panjang.
Setelah pidato yang mengawali makan malam oleh kepala keluarga, tanda permulaan perselisihan rahasia di keluarga ini telah dimulai.
Seorang wanita muda duduk dengan ketegangan terlihat di wajahnya dan berpura-pura terlihat tenang dan disampingnya terlihat beberapa yang memiliki rasa kegugupan yang sama tapi tidak berani untuk mengungkapkan di depan kepala keluarga yang memiliki dominasi di ruang makan.
“ saya yakin, kami tidak akan membuatmu kecewa. Ayah, ” ujar Mora Spencer dengan ekspresi tertekan dan berusaha untuk terlihat tenang.
Kepala keluarga memiliki rasa kepuasan melihat betapa sifat dominasinya berhasil mempengaruhi di sekeliling meja makan dan memperhatikan setiap urutan kursi dengan tatapan arogan dari Anika Spencer istri pertamanya sekaligus Countess Spencer lalu beralih ke wanita kedua yang sebelumnya gundik Count Spencer, yaitu Carilla Dulce dan diseberang nya terdapat para anak-anak, Louis Spencer sebagai putra pertama serta penerus keluarga Count Spencer, putri pertama Mora Spencer, serta putri bungsu Eloise Dulce.
Di tengah keheningan yang menegangkan oleh aura Alston Spencer yang dipancarkan, Anika Spencer yang merupakan Countess Spencer mulai memecahkan keheningan dan memulai gerakan pertama dalam mendapatkan hati suaminya serta dimulainya konspirasi rahasia di ruang makan.
“ suamiku, kau pasti belum mengetahui berita tentang kedatangan Duke Giovanni pada perayaan kekaisaran kali ini ”, celetuk Anika Spencer dengan senyum tipis.
Alston Spencer yang mendengar ucapan Anika Spencer memiliki rasa tertarik pada berita yang dibawa oleh istrinya, karena di dalam perkumpulan sosialita berita ataupun rumor akan mudah tersebar dan diketahui jika kau mengikuti kegiatan aktif dalam perkumpulan sosialita yang diadakan oleh para nyonya bangsawan yang berkuasa.
“ Anika, jelaskan semuanya padaku! ”, perintah Alston Spencer pada Anika Spencer yang mengusik rasa penasarannya.
Anika Spencer merasa kepuasan melihat Alston suaminya yang terpancing oleh ucapan nya dan tatapan Alston yang dipenuhi serakah pada berita yang dilontarkan dari mulut Anika membuat Anika merasa kepuasan saat dia melemparkan umpan di ruang makan.
__ADS_1
“ aku mendengar dari pesta yang ku kunjungi di kediaman bangsawan tertentu, Duke Giovanni berencana untuk hadir pada perayaan kekaisaran Terra kali ini. Sangat jarang melihat Duke Giovanni hadir dalam perayaan dan para bangsawan sudah memiliki rencana masing-masing ataupun agenda tersembunyi untuk Duke Giovanni ”, balas Anika Spencer dengan senyum lembut.
Mata Alston Spencer menyala dan dipenuhi rasa serakah serta mulai memikirkan rencana kedepannya, Anika Spencer melirik suaminya dalam tatapan misterius dan tersenyum dalam benaknya bahwa umpan yang dilemparkan di ruang makan berhasil ditangkap oleh Alston.
Karena berita kedatangan Duke Giovanni masih merupakan rumor ataupun rahasia dan hanya bangsawan kalangan atas yang mengetahui. Carilla Dulce melihat Anika Spencer dengan tatapan dengki yang berusaha dia tutupi dengan tangan nya yang terkepal di bawah meja makan karena berhasil merebut perhatian Alston Spencer darinya.
Anika Spencer tersenyum tipis tapi dia masih terlihat seperti wanita anggun yang bijaksana meskipun hanya fasad untuk mencemooh gundik suaminya yaitu Carilla Dulce, setelah mendengarkan berita yang penting dari Anika, Alston mulai memberikan pujian untuk Anika, dan Carilla Dulce melihatnya sebagai permusuhan dan rasa iri serta dengki karena Alston tidak memperhatikan Carilla seperti biasanya.
“ Anika sayangku, kau memiliki rupa yang cantik dan otak yang cerdas, bagaimana aku harus membalas mu ”, kekeh Alston Spencer yang merasa puas melihat istri nya memiliki kegunaan selain sebagai pajangan yang cantik.
Meskipun Anika Spencer mengetahui dalam hatinya bahwa suaminya melihatnya sebagai objek yang mudah digunakan atau hanya sebagai pion dalam rencana nya tapi rencana Anika adalah membuat langkah Carilla Dulce tersendat dan meragukan dirinya sendiri. Anika Spencer mulai membalas perkataan Alston dengan tatapan ramah serta penuh kasih dan terlihat rendah hati, jika orang lain melihatnya, sikap Anika adalah panutan dari seorang wanita bangsawan yang terlihat rendah hati dengan kebijaksanaan tanpa memedulikan gila hormat untuk dirinya, citra yang sempurna yang dibuat oleh Anika untuk dirinya sendiri.
“ aku dengan senang hati menerima pujian mu, suamiku sayang, bukan hal yang merepotkan dan sudah sepantasnya sebagai seorang istri yang baik, ” balas Anika dengan senyum lembut tanpa mengeluarkan ekspresi yang berlebih di wajah nya serta terkendali.
Carilla berusaha untuk bersikap tenang dan terlihat seperti istri yang penurut dan tidak memiliki keluhan tapi sebaliknya di dalam hatinya, dia memiliki banyak keluhan pada Anika dan ingin mengumpat karena Anika berhasil mendapatkan perhatian Alston.
Lalu Alston mengalihkan perhatiannya pada Louis putra tertua mereka yang hadir dalam makan malam serta kebanggaan Alston, Alston mulai berdeham untuk mendapatkan perhatiannya lagi di ruang makan.
Cough. Cough. Cough.
“ Louis bagaimana kabarmu? Tidak ada masalah dalam studi mu?, ” tegur Alston dengan suara yang tegas dan sikapnya dominan pada Louis.
Louis yang ditanyai oleh ayahnya ataupun kepala keluarga Spencer saat ini mulai terduduk tegak dan menjawab dengan sikap ksatria seperti yang sebelumnya dia pelajari di akademi.
__ADS_1
“ semuanya berada di bawah kendaliku, ayah. Ayah tidak perlu mengkhawatirkanku serta terima kasih atas perhatianmu padaku, ” jawab Louis dengan sikap bangga dan sopan pada ayahnya.
Alston merasa bangga melihat banyak perubahan putranya dari hari demi hari, Alston berpikir merasa puas dengan sikap Louis tapi Alston tidak mau mengakui dengan cepat di depan Louis karena Alston memiliki banyak harapan di pundak Louis sebagai penerus nya Count Spencer selanjutnya serta agar Louis tidak merasakan besar kepala atas pujiannya.
Alston menginginkan penerus sempurna, bukan seorang putra bocah ingusan yang akan meneruskan warisannya, tapi seorang pria yang sempurna yang akan meneruskan warisannya.
Alston sadar akan rasa serakah yang dia miliki dan dia menginginkan semuanya dalam rencananya, meskipun Louis merasa terbebani dengan ekspektasi tinggi ayahnya tapi dia tidak bisa melawan dan hanya bisa berjalan maju ke jalan yang sudah dipilihkan oleh ayahnya.
Tiba-tiba suara gadis muda menambahkan percakapan di ruang makan, gadis muda itu adalah Mora Spencer adik kandung Louis, Louis merasa bersyukur memiliki saudari yang peka padanya.
“ ayah apa kau tahu, aku sebentar lagi akan menginjak usia dewasa?, ” celetuk Mora dengan nada manis serta tatapan yang polos pada ayahnya yang masih mengeluarkan aura dominasi di sekeliling ruang makan.
Mendengar suara putri kesayangannya, sifat Alston yang dominan mulai mencair dan terlihat ramah pada Mora.
“ Tentu saja sayang, aku ingat, ceritakan padaku, ” balas Alston pada Mora putri kesayangannya dengan tatapan lembut.
Mora terkikik dan merasa senang, karena ayahnya belum melupakan hari istimewanya yang akan datang, Mora dengan semangat muda mulai menjelaskan pesta kedewasaan impiannya dan sedikit mengeluh saat proses belajarnya bersama tutor privat nya. Mora dengan sengaja bercerita tanpa membiarkan Eloise masuk ke percakapan dengan ayahnya dan menginginkan kasih sayang ayahnya untuk dirinya.
Eloise yang mengetahui niatnya hanya bisa bersabar dan mendengarkan dengan tenang, sebaliknya dia sangat muak dan kesal karena sebelumnya ibunya pun gagal menarik perhatian Alston dan eloise semakin membenci pasangan ibu- anak, Anika serta Mora yang licik seperti ular yang memonopoli perhatian kepala keluarga Alston.
Anika tersenyum puas pada putri bungsunya yang pintar dan cerdas seperti dirinya yang mampu menempatkan posisinya pada situasi yang menguntungkan tanpa memberikan celah sedikitpun pada pasangan ibu- anak murahan, Carilla serta Eloise.
Alston yang sebagai kepala keluarga serta Count Spencer yang licik tidak mengetahui konspirasi rahasia yang dilakukan pasangan ibu dan anak dan merasa kehidupan di ruang makan terlihat bersahabat, adapun Louis, dia merasa lega karena tidak ditanyai oleh ayahnya lagi.
__ADS_1
Carilla melihat Eloise di sebrang mejanya dan mereka memiliki isyarat dalam tatapan yang saling terkunci, bahwa saat ini mereka telah dikalahkan oleh kelicikan Anika serta Mora.
Dengan begitu makan malam yang bersahabat menurut Alston berakhir dan Alston merasa puas melihat pemandangan keluarga yang sempurna dan sesuai dalam rencananya tapi Alston tidak mengetahui hati wanita tidak bisa ditebak serta bisa sangat kejam jika menyangkut cinta ataupun kasih sayang.