
Nico sedang bersiap untuk berangkat ke Jepang setelah sekian lama ia tinggal di Indonesia dan ia harus kembali ke Jepang karena urusan pekerjaan ayahnya.
Nico sedang memasukan barang-barangnya ke dalam koper dan memilih barang-barang yang akan Nico bawa ke sana
" beberapa barang udah masuk ke dalam koper "
" kayaknya sebagian lagi harus beli di jepang karena sulit buat di bawa "
" mungkin di sana aku harus membeli komputer untuk membuat video"
" mungkin nanti aku bicarain sama mama, kali aja di beliin atau di kasih uang tambahan buat beli komputernya"
Nico adalah seorang konten kreator meskipun belum banyak yang mengikutinya. Namun, nico tidak pernah patah semangat untuk terus membuat sebuah konten yang mungkin bisa menghibur.
terdengar suara mama dari balik pintu kamar
" Nico beres belum packing barang-barang yang kamu mau bawa?"
" belum mah masih aku pilih-pilih barang yang aku mau bawa ke sana"
krek.... krek.... suara pintu terbuka
mama terkejut melihat kamar Nico berantakan.
" ya ampun berantakannya kamar kamu, "
" mama kan kemarin bilang bawa barang barang penting sama kamu perluin " ucap mama ketika melihat kamar
" iya, ma kan ini barang-barang yang aku perluin "
" iya jangan sampe diberantakin gini juga, nanti susah lagi beresinnya "
" tadi aku pusing pilihnya jadi aku keluarin semua "
" kenapa kamu ga packing dari tadi pagi? " tanya mama
" tadi aku males ma. jadi, aku putusin buat packing malem aja "
" kebiasaan, kamu itu kalau belum di marahin suka di nanti-nanti "
" ya maaf ma aku kira ga bakalan pusing "
" ya udah sekarang cepet pilih barang-barangnya. Jangan tidur terlalu malem besok susah bangun " mama berjalan keluar kamar
" iya, mama "
setelah itu nico kembali mem-packing barang-barangnya sampai larut malam.
pagi pun tiba alarm handphone nico berdering dengan cukup keras, tetapi nico tidak terbangun ia masih tertidur pulas.
dan alarm kembali berdering kali ini nico hanya menggerakkan tangannya untung menghentikan bunyi alarm dan nico kembali tertidur.
*****
sedangkan mama dan adik nico sedang bersiap-siap agar tidak kesiangan untuk berangkat ke bandara.
nico masih saja tertidur pulas padahal biasanya nico jarang sampai ketiduran, biasanya nico sudah terbangun di pagi hari.
ibu nico baru ingat karena belum ada suara nico dan tidak melihat nico bersiap-siap. setelah itu ibu nico melihat adik nico dan menyuruhnya untuk melihat kakaknya.
" jess coba kamu ke kamar kakak kamu terus bangunin kakak kamu suruh siap-siap " pinta mama pada Jess
" iya ma "
__ADS_1
jesselin pun segera berjalan ke kamar Nico. saat jesselin sampai di kamar Nico , jesselin mengetuk pintu kamar Nico tapi tidak ada sautan dari Nico.
jesselin terus mengetuk pintu kamar Nico
tok-tok.......
" kakak bangun.... "
" Hem kakak ga bangun bangun, aku langsung masuk aja deh "
meskipun kakak tertidur Kakak selalu terlihat tampan seperti biasanya. Jesselin tersenyum tipis
jesselin mendekat dan mengelus kepala kakaknya dengan lembut, dan terus memperhatikan kakaknya yang tertidur pulas.
( Sebenarnya jesselin sangat menyukai dan mengagumi kakaknya )
saat jesselin mengelus-elus kepala Nico jesselin tidak menyadari bahwa Nico sudah terbangun dan menatap jesselin.
" Jess masih mau terus mengelus kepala kakak " ucap Nico dengan menggosok matanya.
Jesselin kaget saat melihat kakaknya terbangun tapi jesselin menutup-nutupinya
Jesselin berbicara terpatah-patah " e-ehh Kakak udah bangun, kata mama cepet siap siap "
" ouh bener mama bilang gitu? atau kamu mau liat kakak tidur? " goda nico
" enggak kok bener kata mama tadi di suruh siap-siap!"
" ha ha ha kamu mudah banget di godain jess" ucap Nico sembari berjalan keluar kamar
setelah beres bersiap-siap mereka tinggal menunggu mobil yang akan mengantarkan mereka ke bandara.
beberapa saat kemudian mobil pun datang, mereka segera membawa barang barang dan memasukannya ke dalam mobil, dan mereka segara berangkat ke bandara.
****
setelah beberapa saat mereka sudah sampai di bandara dan segera memindahkan koper-koper mereka ke troli agar mudah di bawa.
ibu dan jesselin duduk di kursi sembari nunggu jadwal keberangkatan sedangkan Nico ingin ke kamar kecil.
" ma aku mau ke kamar kecil dulu" ucap Nico pada mama
" iya tapi jangan lama lama"
Nico segera pergi ke kamar kecil.
saat ia sedang mencuci mukanya ia berfikir bagaiman ia akan menghadapi hari-harinya di Jepang
ah apakah aku akan bisa cepat beradaptasi lagi dengan lingkungan di sana, terlebih lagi aku akan menemui orang-orang baru dan mungkin akan mempunyai teman baru.
setelah itu Nico kembali lagi ke tempat tunggu, dan terdengar suara agar para penumpang segera cek-out dan pergi ke pesawat.
Nico segara kembali, setelah itu mereka segara cek-out dan menuju pesawat yang akan mereka naik-ki.
dan mereka berangkat ke Jepang
setelah sekitar kurang lebih 7 jam pesawat mereka akan segera mendarat di salah satu bandara di Jepang.
mereka mendarat di Jepang dan segera cek-in.
saat mereka selsai cek-in handphone ibu berbunyi dan saat di lihat papa menelpon
" hallo ma" surapa papa terdengar dari handphone
__ADS_1
" iya pa"
" Mama udah sampe?"
" udah papa. Papa sekarang dimana?"
" papa lagi di parkiran"
" ya udah papa kesini, mama baru aja keluar dari bandara" suruh mama
" iya ma, sekarang papa ke-sana"
mereka menunggu sebentar dan terlihat papa menjemput mereka.
mereka bertemu papa dan setelah beberapa saat mereka berjalan ke parkiran untuk segera berangkat ke rumah baru mereka.
kemudian mereka berangkat menuju rumah baru mereka.
****
hari Senin pun tiba, Nico akan masuk ke sekolah barunya.
Nico berangkat ke sekolah dan segera berjalan menuju kereta cepat. sebenarnya Nico masih aga bingung jalan menuju ke-sana tapi ia memakai google maps dan mencari jalan ke-sana.
saat Nico melihat jam, ia teringat bahwa jadwal kereta cepat sebentar lagi.
"gawat aku baru ingat jadwal keretanya" Nico cemas karena takut tertinggal kereta
Nico berlari, untungnya ia masih sempat naik kereta cepat itu.
saat tiba di gerbang ia melihat sekolahnya yang cukup besar dan ia segera menuju ke ruang guru.
" permisi " Nico membuka pintu
" iya, ada apa? "
terlihat seorang guru perempuan yang masih muda dan tanpa ia sadari, guru itu yang akan menjadi wali kelasnya.
" sensei, aku baru masuk sekolah ini dan katanya aku di suruh ke ruang guru dahulu"
" ouh, siapa nama mu?" tanya guru wanita itu.
" namaku Nico Tanaka "
" ouh kamu murid barunya ya "
" ya sen--"
teng... tong... teng…
saat Nico mau menjawab Nico terhenti karena suara bell sekolah yg menandakan sudah masuk.
" sudah bell, sekarang kita masuk ke kelas dulu" ucap guru wanita
-
-
-
-
TO BE CONTINUED
__ADS_1