
Nico dan guru wanita itu berjalan ke kelas yang nantinya akan di tempati oleh Nico.
" sensei, boleh saya bertanya?" tanya Nico pada gurunya
" itu kamu sudah bertanya"
" eh maksud saya, saat sudah naik kelas, apa kelasnya akan terus berganti?"
" ya tentu kalau sudah naik kelas ganti ke Kelas tiga"
Nico agak bingung untuk memperjelasnya.
" maksud saya apakah kelasnya akan di acak?"
" ouh itu, kelas akan di acak setiap tahun ajaran baru"
Ternyata sama seperti Indonesia, aku kira akan berbeda.
" Tanaka-kun kau mau ke mana?"
" eh saya kira masih jauh he he he…" seru Nico dan kembali berjalan menghampiri gurujya
aku terlalu banyak berfikir.
" kelasmu di sini. kamu belum di beri tahu kelasmu dimana?"
" iya sensei saya belum di beritahu tempat kelasnya"
" kamu tunggu di sini sebentar"
srettt……
sensei membuka pintu lalu berjalan memasuki kelas.
" hari ini akan ada murid pindahan yang masuk ke kelas ini " tegas sensei di depan kelas
" dia baru pindah dari Indonesia "
Di dalam kelas sedikit bising, karena terkejut akan murid baru yg masuk ke kelas mereka
" heeh… jarang-jarang ada murid pindahan "
" sensei murid wanita atau laki-laki?"
" dia tampan atau cantik? "
" apa dia keren? "
" baik, semuanya diam!"
" Tanaka masuk"
saut sensei dari dalam kelas, memanggil Nico untuk masuk ke dalam kelas.
ahh aku sedikit gugup, aku harus memulai lagi dari awal.
Nico masuk kedalam kelas dengan perlahan, banyak murid wanita yang memehstikan Nico saat masuk ke dalam kelas.
Nico semakin gugup karena banyak yang memperhatikannya padahal waktu di Indonesia Nico tidak pernah menjadi pusat perhatian.
mungkin, itu karena Nico adalah murid baru atau karena Nico terlihat keren.
" Tanaka perkenalkan dirimu" suruh sensei
" perkenalkan aku Tanaka Nico, " Nico memperkenalkan dirinya dengan perlahan.
" aku baru pindah dari Indonesia "
" mohon kerja samanya teman-teman"
" Tanaka duduklah di bangku yang kosong "
" baik sensei"
Nico duduk di bangku belakang dekat dengan salah satu murid wanita yang terlihat pendiam dan mempunya hawa yang dingin.
" ada yang bisa mengantar Tanaka keliling sekolah?" tanya sensei pada seluruh murid
ada beberapa murid wanita yang mengajukan diri untuk mengantar Nico keliling sekolah.
" aku"
__ADS_1
" aku saja"
" aku saja sensei"
" lebih baik aku saja, ya kan Tanaka-kun"
" emm aku serahkan saja pada sensei" ucap Nico sedikit terkejut.
" oke, biar Mirai saja yang mengantar Tanaka keliling sekolah "
" ehhh kenapa tidak aku saja sensei?"
" sudah di putuskan yang akan mengantar Tanaka adalah mirai"
terdengar suara kekecewaan dari murid wanita yang tidak di pilih
" yah ……"
" baik sekarang kita akan mulai jam pelajaran nya"
semuanya mengeluarkan buku mereka termasuk nico
" buka buku paket bab 2"
" maaf, sensei aku belum mendapatkan buku paket" a
" ouh iya aku lupa, kamu lihat saja buku paket teman di sebelah-mu" suruh sensei
Nico terlihat gugup untuk berbicara dengan teman di sebelahnya.
aku harus bagaimana, apa aku mendekatkan bangku ku ke sebelahnya atau bagaimana ya…
saat Nico berfikir terdengar suara dari temen sebelahnya, suara itu terdengar dengan nada datar dan dingin.
" mendekatlah dan dekatkan bangku mu"
jawab Nico terpatah-patah" o-ouh baiklah"
" bukunya bisa saja jatuh kalau tidak di dekatkan bangkunya" seru gadis itu
" baiklah"
murid wanita yang tadi di suruh oleh sensei berjalan mendekati Nico .
" Tanaka-kun ayo sebelum jam istirahatnya habis" ajak Mirai
ouh ini kah Mirai-san
" baiklah"
" mirai-san, kita akan mulai dari ruangan apa?"
" mungkin kita ke kantin dulu saja nanti kita lanjut ke aula sekolah dan yang lainnya"
" baiklah, ayo pergi"
Nico dan Mirai berjalan keluar dan menuju ke kantin, saat menuju ke kantin ada beberapa orang yang terlihat memandangi Nico.
setelah mereka dari kantin mereka melajukan berjalan ke aula sekolah, tapi saat mereka akan berjalan ke sana ada salah satu murid yang memanggil Mirai dari belakang.
" Mirai-san"
"Mirai-san"
Mirai dan Nico melihat ke belakang
" iyaa"
siapa laki-laki yang bersama Mirai-senpai, dia terlihat tampan dan keren sekali.
" hey… hey… ada apa?"
" keren sekali" ia berbicara sembari menyentuh pipinya
" keren??" tanya Mirai
" ehh salah, maksud saya bukan begitu"
" mirai senpai di panggil untuk keruangan OSIS"
"memangnya ada apa?" tanya mirai
__ADS_1
" sepertinya ada hal penting yang harus di bicarakan"
" ouh begitu, kamu ga bohong kan?"
" tidak senpai ini benar sepertinya ada hal yang sangat penting dan harus di bicarakan sekarang juga"
" oke baiklah sebentar lagi aku akan ke sana, kamu duluan saja"
" baiklah senpai"
" Tanaka-kun maaf ada hal penting yang harus aku urus "
" apa kamu bisa berkeliling sendiri?"
" bisa kok, terimakasih karena sudah mengantarku"
" maaf ya, aku meninggalkan mu berkeliling sendiri"
" ga papa kok, sepertinya itu hal yang sangat penting dan kamu tidak bisa meninggalkan nya"
" maaf ya, aku pergi dulu"
Nico melanjutkan berkeliling meskipun ia tidak tahu jalannya, Nico terus berjalan sampai di aula sekolah dan sekaligus ruangan olahraga. Nico melihat ada beberapa orang yang sedang bermain basket.
Nico tertarik untuk ikut bermain tapi ia tidak mengenal siapa pun.
" sudah lama aku tidak bermain basket"
" tapi aku tidak kenal dan tidak enak untuk ikut bergabung"
Oleh karena itu, Nico hanya melanjutkan berkeliling sekolah, Nico sampai di sebuah tempat dan saat masuk itu adalah kolam berenang milik sekolah.
"wahh kolam berenang nya besar sekali, aku tidak sabar untuk mengikuti pelajaran olahraga" Nico melihat sekeliling
" Hem apakah ada ekskul berenang, jika ada sepertinya enak, karena bisa memakai kolam berenang ini untuk berlatih "
" aku lanjutkan lagi berkeliling, masih banyak tempat sepertinya yang belum ku lihat di sekolah ini"
" aku dari tadi hanya mengikuti murid-murid "
" aku tidak berani menanyakan jalannya, jadi aku hanya mengikuti orang-orang"
" baiklah sekarang aku lanjut keliling aja "
Nico kembali melanjutkan berkeliling sekolah
mungkin nanti aku harus mulai berani bertanya agar tidak kesulitan
kalau ga salah ada pepatah yang bilang malu bertanya sesat di jalan.
em apakah seperti itu bunyi nya ya, aku lupa lagi.
tanpa di sadari Nico sudah berada di tempat dimana di setiap ruangan ada nama-nama ekskul, ya itu lah ruang ekskul.
Nico melihat sebentar dan setelah itu terdengar suara bell sekolah yang menandakan jam pelajaran akan segera di mulai.
saat Nico akan kembali, ia tidak ingat jalan yang ia lalui.
" gawat!! aku lupa jalan kembali ke kelas"
" dan di sini tidak terlihat murid-murid"
" dari tadi aku melamun sampai aku lupa jalan kembali ke kelas"
saat Nico berbicara sendiri terlihat ada seseorang yang berbicara pada Nico
" kamu, orang yang tadi baru masuk ke kelas"
Nico mengangkat kepalanya dan melihat seorang wanita yang ia temui di kelas
" kamu yang tadi berbagi buku bersama ku kan?"
-
-
-
-
TO BE CONTINUED
__ADS_1