
sebenarnya apa yang akan di lakukan gadis itu kenapa dia pergi ke atap di saat murid-murid lain sudah meninggal kan sekolah,
dan bukannya petugas tadi mengatakan kalau tempat ini masih di perbaiki.
kenapa dia semakin mendekati salah satu pagar yang rusak.
gadis itu melepaskan salah satu pagar yang masih belum terpasang dengan benar. Nico masih diam dan melihat gadis itu dari pintu, ia belum memutuskan untuk menanyakan apa yang sedang gadis itu lakukan di sini.
sampai satu ketika kaki kanan gadis itu seperti akan melangkah ke depan, padahal sudah tidak ada jalan di depan sana.
tapi kaki itu kembali karena Nico segara menghentikannya.
Sorak Nico pada gadis itu" HEY, apa yang akan kau lakukan?"
" jangan menggangguku!"
" tapi apa yang akan kau lakukan?"
" Diam! aku hanya akan berjalan ke depan"
keadaan semakin menegangkan karena gadis itu berbicara seperti itu
" apa yang kau katakan?di depan sana sudah tidak ada pijakan!"
" kau tidak bisa melihatnya di sana masih ada pijakan yang bisa menyelesaikan masalahku" ucap gadis itu dengan nada yang seakan dia sadar apa yang akan dia lakukan.
" aku bisa melihatnya dengan jelas di sana sudah tidak ada lagi tempat untuk berpijak"
" argh pergi sana jangan mengganggu apa yang akan kulakukan!"
" jika kau terus berjalan kau akan terjatuh"
" Diam!!" gadis itu melangkahkan kakinya ke depan.
Nico segara berlari untuk menghentikan gadis itu.
Nico berhasil merai gadis itu sebelum ia terjun bebas ke bawah sana.
" LEPASKAN AKU!"
" sebenarnya apa yang kau pikirkan" Nico terus memeluk gadis itu dengan erat.
" aku… aku hanya ingin mengakhiri semua masalahku"
suara itu seperti ia sudah tidak memiliki harapanm
" apa kau pikir semuanya akan selsai begitu saja"
" semuanya akan selsai begitu aku mati" air mata tumpah dari matanya
" apa kau tidak memikirkan keluargamu!"
" aku sudah tidak peduli, aku hanya ingin segera mengakhiri semuanya" ia terisak tangis mendengar apa yang di katakan Nico
gadis itu semakin berontak dan Nico segera menyeret gadis itu menjauh dari tempat ia sebelumnya.
" lepaskan aku!"
" kenapa kau terus berkata seperti itu?"
" lepaskan saja aku cepat!"
" apa yang kau katakan, apa kau sudah tidak perduli dengan hidupmu sendiri?"
__ADS_1
" sudah… aku sudah tidak peduli dengan semuanya,"
" aku hanya ingin segera menyelesaikan masalahku"
" lagi-lagi kau berkata seperti itu"
" diam dan lepaskan saja aku!"
" kau yang seharusnya diam dan jangan terus berontak"
gadis itu tidak mau diam dan terus berteriak untuk melepaskan nya.
" apa yang sebenarnya terjadi padamu?, kenapa kau seperti sangat yakin untuk mengakhiri hidupmu"
" diam!"
" diam!"
" diam!"
" tidak ada yang bisa mengerti ku, orang-orang tidak ada yang mengerti apa yang sedang ku rasakan. Mereka selalu memandangku dengan tatapan tidak suka dan mereka selalu membicarakan ku, padahal aku tidak melakukan hal buruk pada mereka." Isak tangis dan air mata terus tumpah menyertai kata-kata itu.
" dan kenapa ayahku meninggalkan ku saat aku tidak berada di sisinya"
ternyata gadis ini memiliki masalah yang cukup berat dengan dirinya sendiri dan orang lain, dia sepertinya sangat tertekan karena ayahnya meninggalkan nya.
Nico hanya terdiam mendengar apa yang dikatakan gadis itu.
perlahan gadis itu mulai melemah dan entah ia pingsan atau ia tertidur karena sudah kelelahan.
saat Nico melihatnya sudah melemah, Nico langsung menyandarkan gadis itu ke tembok.
gadis ini tidak memiliki seseorang untuk menjadi teman curhatnya, mungkin karena itu dia terus terbebani dan sampai ingin mengakhiri hidupnya.
" jika aku tinggalkan sendiri aku takut dia akan mengakhiri hidupnya lagi"
Nico memperhatikan wajah gadis itu," jika di lihat baik baik ia sangat cantik tapi sepertinya dia tidak pernah memikirkan penampilannya"
gadis itu tertidur cukup lama sampai sore menuju malam.
gadis itu terbangun dengan memegangi kepalanya, ia terlihat sangat kelelahan.
" ke-kenapa aku tertidur disini?"
" oh kau sudah terbangun"
pandangan gadis itu sedikit buram dan kepalanya sedikit pusing
" siapa kau?"
" apa kau tidak mengenali ku, aku yang duduk di sebelahmu"
" kenapa aku ada di sini?"
" sepertinya kau lupa apa yang terjadi tadi"
gadis itu mengingat kembali apa yang sudah terjadi padanya, tiba tiba ia menundukan kepalanya
" kenapa tadi kau menghentikan ku?" tanya gadis itu dengan suara pelan.
" aku tidak bisa tinggal diam ketika ada orang yang ingin mengakhiri hidupnya di hadapanku,"
" dan jika kau sampai melakukanya akan banyak masalah terjadi"
__ADS_1
" kenapa kau bisa ada di sini?"
" aku tadi melihatmu berjalan ke lantai atas. aku penasaran apa yang akan kau lakukan, jadi aku mengikuti mu kesini"
" seharusnya kau lebih memikirkan hidupmu karena banyak orang yang berjuang untuk hidup, sedangkan kau malah ingin mengakhiri hidupmu"
saat gadis itu mendengar apa yang dikatakan Nico, ia jadi terlihat murung.
" harusnya kau membagi masalahmu dengan orang lain agar beban yang kau pikul sendiri jadi lebih ringan, jangan memikul beban yang berat sendiri terkadang kau harus membaginya dengan orang lain agar beban mu sedikit mengurang. meskipun sedikit itu lebih baik daripada tidak sama sekali"
" tapi aku tidak memiliki teman"
" kau bisa membaginya dengan keluarga terdekatmu"
" aku tidak mau keluargaku tau masalah yang sedang aku hadapi, dan aku takut mereka jadi terbebani dengan masalahku"
" kalau begitu kau harus mencari teman agar kau tidak selalu sendirian"
" tapi orang-orang selalu memandangku dengan tatapan tidak suka"
" tidak mungkin semua orang memandang mu seperti itu, pasti ada beberapa orang yang peduli dengan mu"
" tapi aku tidak pernah menemukan orang orang yang peduli padaku"
" itu hanya alasanmu saja, kau hanya tidak ingin melakukan perubahan"
" sebentar…"
Nico berdiri dan berjalan ke arah tepi untuk melihat kebawah.
" sepertinya gerbang belum di tutup, lebih baik kita cepat keluar sebelum ada guru atau petugas sekolah yang melihat kita"
" benar juga, aku takut akan terjadi masalah besar jika ada guru yang melihat kita masih di sekolah"
" apa kau bisa berjalan sendiri?"
" iya, sepertinya aku sudah cukup kuat untuk berjalan" ia menggerakkan tubuhnya dan berdiri.
" baiklah, ayo"
mereka segera berjalan kebawah dan keluar dari sekolah dan untungnya tidak ada yang melihat mereka ketika keluar dari sekolah.
" oh ya kalau tidak salah aku pernah melihatmu saat berjalan ke stasiun"
" waktu pulang sekolah atau berangkat?"
" waktu kau berangkat, aku melihat mu dari kejauhan, sepertinya arah rumah ku sejalur dengan mu"
" oh gitu"
" oh iya, aku baru ingat apa kereta cepatnya masih ada?"
" kalau tidak salah masih ada"
mereka segera ke stasiun karena jika tidak mereka akan ketinggalan kereta dan harus menunggu cukup lama.
-
-
-
-
__ADS_1
-
TO BE CONTINUED