ME AND THE GIRLS

ME AND THE GIRLS
mengajaknya


__ADS_3

Nico bingung harus menjelaskannya seperti apa, karena pertanyaan ini sangat mendadak.


Nico berbicara dengan perlahan, " sudah ku bilang pada hari itu, aku tidak ingin melihat seseorang menyia-nyiakan nyawanya hanya karena frustasi tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri"


" benarkah seperti itu?"


" iya, kau ini pintar tapi tidak pintar dalam menyelesaikan permasalah dirimu sendiri"


Nico terus menyantap makanannya sedangkan Kaori hanya terdiam membisu setelah mendengarkan perkataan Nico.


Kaori adalah wanita pintar dalam bidang akademik tapi dia tidak bisa mengatasi sesuatu yang menyangkut dengan kata hati.


meskipun seperti itu Kaori selalu mencoba mengatasinya meskipun hal itu selalu berujung dengan kegagalan, hal itu lah yang membuat Kaori sampai frustasi.


Kaori membutuhkan seseorang yang bisa menunjukkan cara mengatasi sesuatu yang dia anggap rumit seperti masalah perasaan hatinya.


" Kaori apa kah kau bisa memahami dirimu sendiri?aku tidak tahu caranya agar bisa memahami diriku sendiri" Nico menyatakannya dengan melihat bayangan dirinya di kaca.


" aku tidak tahu, selama ini aku hanya memikirkan belajar dan tidak pernah memikirkan apakah aku sudah bisa memahami diriku sendiri ataukah tidak" jawab Kaori yang terhenti ketika merapikan buku.


" sepertinya kali ini kita sama dalam hal ini"


Nico memandang Kaori yang awalnya dia pikir Kaori hanya seorang gadis yang dingin dan tidak mau di ganggu, ternyata Kaori hanya seorang gadis biasa yang tidak bisa mengekspresikan dirinya sendiri.


Kaori hanya tidak tau harus melakukan apa agar dia bisa mengetahui apa yang sebenarnya dia sendiri inginkan.


" Sepertinya sebentar lagi bel masuk akan segera berbunyi" Nico melihat jam yang tergantung di dinding ruangan itu.


" sepertinya begitu" Kaori pun sama melihat jam itu.


" mau bareng kembali ke kelas?"


" apa kau yakin? mengajak ku kembali bersama"


" kenapa aku harus menentukan yakin atau tidak, kita hanya akan kembali ke kelas" ucap Nico yang bergerak berdiri.


" baiklah"


" ayo"


mereka kembali ke kelas bersama dan saat mereka sampai di kelas, murid-murid lain memerhatikan mereka berdua ketika masuk ke dalam kelas.


" sepertinya anak baru itu berpacara dengan gadis pendiam itu"


" iya sepertinya begitu"


" bagaimana gadis itu bisa memenangkan hati Tanaka"


murid-murid berbisik-bisik membicarakan Kaori dan Nico.


mereka berbisik-bisik tapi kenapa suara mereka bisa terdengar oleh ku, itu bukan bisik-bisik namanya dong. Nico terdiam dengan penuh tanda tanya mendengar teman sekelasnya berbisik-bisik.


itu namanya bukan bisik-bisik tapi ngomongin orang di Sepang orangnya langsung, ga bisakah lebih Pelan lagi ngomonginnya .


jam pelajaran di mulai sampai bell pulang pun berbunyi.


murid lain sudah pulang, hanya menyisakan Kaori dan Nico.

__ADS_1


Nico baru ingat obrolan kemari malam, mamanya menyuruh Nico untuk mengajak Kaori untuk datang ke rumahnya.


oh iya aku baru ingat harus mengajaknya.


" Kaori hari ini kau sibuk tidak?" tanya Nico saat membereskan buku dan alat tulisnya.


" aku senggang hari ini, memangnya kenapa?"


" mama ku, menyuruhmu untuk datang ke rumah hari ini"


" apa?" Kaori terkejut mendengarnya.


" maaf sangat mendadak mengajakmu ke rumah, tapi aku tidak bisa menolaknya" Nico memandang Kaori yang terkejut mendengarnya.


" iya…, tapi kenapa mama mu bisa tau tentang aku?"


" maaf juga soal itu aku menceritakan masalah tempo hari, aku tidak menyangka mamaku akan menyuruhmu untuk datang ke rumah"


" apa!, kamu menceritakan masalah tempo hari"


" maaf, aku benar-benar sangat minta maaf karena sudah menceritakan masalah itu"


" aku jadi malu kalau aku harus datang ke rumah mu" kaori berbicara pelan karena merasa malu.


" jangan khawatir mamaku tidak akan melakukan hal aneh-aneh, dia hanya ingin bertemu denganmu"


" tapi aku--"


omongan Kaori terpotong oleh Nico.


" Ku mohon, kalau aku tidak berhasil mengajakmu, mamaku pasti akan memarahiku" pinta Nico dengan sungguh-sungguh.


" tidak akan"


sebetulnya aku tidak tahu apakah mama tidak akan melakukan hal aneh-aneh atau tidak, tapi lebih baik aku mengajaknya dulu dari pada tidak.


" ayo kita berangkat" ajak Nico.


mereka berdua pulang bersama dan menuju ke rumah Nico.


****


sekarang mereka baru sampai di pertigaan jalan menuju rumah Nico.


" sepertinya aku mau pulang dulu untuk mengganti bajuku. kamu duluan saja, aku akan segera menyusul" ucap kaori.


" biar ga bolak-balik lebih baik kau pakai saja baju itu, biar lebih cepat"


" tapi--"


" ga papa mamaku pasti mengerti"


" baiklah kalau begitu"


mereka melanjutkan pergi ke rumah Nico, setelah beberapa saat sekarang mereka sudah sampai di rumah Nico.


" tadaima"

__ADS_1


mereka berdua masuk ke dalam rumah.


" okaeri" saut mama.


mama menghampiri mereka dan pada saat mama melihat Kaori yang malu-malu, tiba-tiba moodnya berubah jadi sangat senang dan ceria.


uah mama sangat bersinar hari ini dan sangat menyilaukan, sepertinya aku tidak bisa menanganinya. aku langsung kabur aja ke kamar, sepertinya bakalan ngerepotin kalau mama gini.


" mama ini teman Nico yang kemarin Nico ceritain, namanya Hana Kaori"


" perkenalkan aku Ryoko Tanaka, mamanya Nico. umur ku abadi 17 tahun" mama memperkenalkan dirinya dengan ceria dan antusias.


" mama, aku mau ke kamar dulu" Nico berlari sangat cepat menuju kamarnya.


maaf Kaori aku tidak tau reaksinya akan seperti ini, aku akan meminta maaf nanti karena sudah sangat merepotkan mu.


" kenapa Tanaka berlari dan meninggalkanku sendiri"


mama meraih tangan Kaori, " jadi kamu Kaori" mama menggenggamnya dengan sangat antusias.


" iya tante" Kaori terkejut karena melihat reaksi mama yang sangat antusias.


mama membawa Kaori ke ruang tengah dan mengobrol dengan Kaori.


saat sedang duduk mama mendekati Kaori dan melepaskan kacamata kotak Kaori.


" Kaori-chan kamu sangat cantik dan imut"


" terimakasih tante, tapi aku tidak bisa melihat jika tidak memakai kacamata" ucap kaori malu-malu.


" tapi kamu sangat cantik kalau kamu lepas kacamata mu itu, kenapa kamu tidak memakai lensa kontak?"


" aku sempat terpikirkan Tante, tapi… harganya cukup mahal jadi aku tidak mempunyainya"


mama pasti sangat merepotkan Kaori, sepertinya aku harus meneraktirnya nanti sebagai permintaan maaf.


" kakak?" tanya Jess yang melihat kakaknya sedang mengintip dari lantai atas.


" ehh Jess" Nico kaget karena di belakangnya ada Jess.


" Kaka ngapain ngintip ngintip ke bawah?"


" Kaka ajak temen ke rumah karena di suruh mama, tapi pas Kaka liat mama sangat bersinar-sinar Kaka kabur karena ga bisa hadapin mama mode itu hehehe" ucap Nico sambil menggaruk-garuk kepalanya.


" jadi Kaka tinggali temen Kaka berdua sama mama, temen Kaka cewe atau cowo?"


" iya, dia cewe"


" pantesan aja mama gitu"


-


-


-


-

__ADS_1


-


TO BE CONTINUED


__ADS_2