ME AND THE GIRLS

ME AND THE GIRLS
mengikutinya


__ADS_3

Sebenarnya aku kasihan melihat dia sendiri tapi sepertinya terlalu sulit untuk mengajaknya berbicara


masa aku harus langsung bilang untuk merubah sikapnya agar bisa berteman dengan orang lain


kalau seperti itu pasti dia akan sangat marah dan tidak terima dan akan semakin mengabaikan orang orang


dan dia akan kesulitan di masa depan karena tidak mempunyai teman untuk saling bertukar pikiran.


" baik semuanya pelajaran akan segara dimulai" ucap sensei di depan kelas.


" baikk" jawab semua anggota kelas


plukk……


penghapus milik gadis itu jatuh dan Nico melihatnya


Nico mengambil penghapus itu dan ia mengembalikan penghapus itu.


" ini penghapus mu terjatuh" Nico mengembalikan penghapus itu


" oh terimakasih"


" sama sama"


" hey, apakah kau tidak memikirkan untuk mempunyai seorang teman?"


" aku tidak peduli, dan itu tidak akan menghasilkan apa pun. Aku tidak ingin melakukan hal seperti itu" gadis itu menjawab dengan nada yang dingin


" apa kau tidak berfikir bagaiman di masa depan jika kau tidak memiliki teman"


" aku tidak peduli!"


" kalian jangan mengobrol saat jam pelajaran, jika ingin mengobrol jangan disini!" saut sensei dengan tegas


" maaf sensei"


pelajaran pun terus berlanjut sampai jam istirahat.


saat jam istirahat Nico akan mengajaknya bicara tapi…


"hey-"


gadis itu malah tidak menghiraukan Nico dan segara pergi keluar dari kelas dan saat Nico akan menyusulnya, Nico malah terhalang oleh teman sekelasnya yang mengajaknya berbicara.


Nico tidak bisa menghiraukan ajakan mengobrol dari teman sekelasnya karena Nico belum mempunyai teman di sini.


" Tanaka-kun, perkenalkan aku mai"


" aku Najimi"


" dan aku aki"


" iya, senang berkenalan dengan kalian"


" Tanaka-kun, apa benar sebelumnya kamu tinggal di Indonesia?"


" iya mai-san sebelumnya aku tinggal di sana tapi karena beberapa alasan aku harus kembali ke Jepang"


" kalau kamu bilang harus kembali ke Jepang, berarti sebelumnya kamu pernah tinggal di Jepang?"


" iya, waktu aku kecil aku tinggal di Jepang tapi kedua orang tuaku memutuskan untuk tinggal di Indonesia"


" memangnya kenapa kamu harus kembali ke jepang?"


" karena masalah pekerjaan papa ku, jadi aku harus kembali ke Jepang, aki-san"


" ohh…"


" ada hal yang aku ingin tanyakan "


" apa?" tanya mai


" apa gadis yang duduk di sebelahku tidak pernah berbicara dengan kalian?" Nico melihat ke arah bangku gadis itu


pertanyaan itu tidak seperti yang di harapkan gadis-gadis itu, karena yang mereka harapkan adalah menanyakan kontak dan saling bertukar kontak, meskipun begitu mereka tetap menjawab pertanyaan Nico.

__ADS_1


" hmm, dari awal dia sekolah masuk dia tidak pernah berbicara dengan kamu atau murid lain" jawab mai dengan memejamkan matanya


" kalau tidak salah ada temannya yang pernah satu kelas dengannya, dia bilang gadis itu selalu diam sendiri dan tidak pernah berteman dengan orang lain" tambah Najimi.


" oh seperti itu"


" apa kamu tertarik dengannya?" tanya Najimi karena Nico terlihat seperti memerhatikan nya.


pertanyaan itu seperti mengisyaratkan, apakah kamu menyukai gadis itu.


" tidak, aku hanya ingin tahu saja kenapa dia selalu sendiri"


" aku kira kamu menyukainya"


" tidak kok"


" aku mau ke kantin dulu "


" ohh baiklah kalau begitu, sampai nanti Tanaka-kun"


Nico pergi ke kantin dan membeli beberapa makanan. saat Nico di sana, Nico melihat gadis itu sedang makan sendirian di meja terbelakang.


Nico tidak mendekatinya karena sudah tahu apa yang akan terjadi


dia selalu sendiri tapi jika aku mendekati nya. dia pasti tidak akan menghiraukan ku, dan dia akan merasa terganggu karena ada aku di sisinya.


lebih baik aku berjalan-jalan sembari mencari tempat makan yang enak, saat Nico berjalan-jalan ke atas ia melihat pintu atap yang terbuka.


Nico langsung berjalan, saat melihat keluar dari pintu di atap sangat sepi dan terlihat bagus untuk menikmati makanannya.


sepertinya disini tempatnya sangat enak dan pemandangan nya bagus, sangat pas untuk menikmati makanan yang tadi aku beli


Nico duduk melihat pemandangan sambil menikmati makanannya.


Nico menghirup udara dengan tenang, "udaranya cukup sejuk di sini karena angin yang menghembus dengan pelan"


" sepertinya ada pagar yang sedang di perbaiki" Nico melihat ke arah pagar


" sangat bahaya jika sampai ada yang terjatuh dari sini"


" seharusnya cepat-cepat di perbaiki"


Nico lalu duduk dan memakan makana yang tadi ia beli.


" makananku sudah habis dan sepertinya sebentar lagi bell masuk akan berbunyi" Nico melihat jam tangannya


" sebaiknya aku segera kembali jangan sampai terlambat seperti hari kemarin"


saat Nico akan kembali Nico terhenti oleh petugas


" sedang apa kau disini?!" tanya petugas dengan tegas


" tadi saya sedang beristirahat disini"


" di pintu kan sudah tertulis jangan keluar karena sedang ada perbaikan"


" maaf pak tadi saya tida melihatnya"


" ya sudah cepat masuk sebelum ada guru yang melihat mu"


" baik pak, maaf"


Nico segera berjalan kembali ke kelasnya


saat sedang berjalan ada sebuah teriakan yang memanggil Nico


" TANAKA"


Nico melihat ke belakang


" oh ternyata mako-sensei, ada apa ya dia memanggil ku"


" ada apa sensei?"


" bisa kamu tolong berikan berkas ini ke mirai di ruangan OSIS" mako-sensei menyodorkan berkasnya

__ADS_1


" baik sensei "


" kamu tau kan ruangannya?"


" kalau tidak salah ada di ruangan awal di ruangan ekskul"


" iya benar, tolong antarkan ke sana"


" baik sensei"


sebelum kembali ke kelas, Nico pergi terlebih dahulu ke ruangan OSIS karena di tugas untuk memberikan berkas.


tok… tok… tok…


ada seorang gadis yang Nico temui saat bersama dengan Mirai kemarin, gadis itu membuka pintu


" senpai yang kemarin bersama Mirai-senpai?"


" iya"


" ada keperluan apa senpai kesini?"


" aku ada perlu dengan mirai"


" oh silahkan masuk".


Nico masuk dan segera memberikan berkas itu ke mirai


" ini berkas dari mako-sensei"


" terimakasih sudah mengantarkannya kesini"


" sama-sama, kalau begitu aku kembali ke kelas"


" silahkan"


setelah memberikannya Nico langsung menuju ke kelas karena bell sebentar lagi akan berbunyi


bell berbunyi dan guru mata pelajaran berikutnya masuk


 ****


bell pulang sudah berbunyi, Nico tidak langsung pulang Nico diam sebentar di kelas.


" hari ini sudah ada peningkatan karena aku sudah berbicara dengan teman sekelas ku"


sebetulnya sebelumnya aku sudah berbicara dengan teman sekelas ku tapi itu gadis itu yang selalu bersikap dingin.


" sepertinya semua orang sudah pulang hanya tinggal guru-guru yang sedang berada di ruang guru."


" sebaiknya aku seger pulang, dari pada aku ketinggalan kereta"


saat Nico keluar dari kelas, dia seperti melihat seorang murid yang sedang berjalan ke lantai atas


karena Nico pemasaran, Nico mencoba untuk mengikutinya dan naik ke lantai atas. Saat Nico mengikutinya murid itu seperti salah satu gadi di kelasnya.


"sebentar apakah dia gadis yang duduk di sebelahku"


apa yang akan ia lakukan dan sepertinya ia akan ke atap, tapi harusnya atap sudah di kunci dan dilarang ke-sana.


Nico terus mengikutinya dan melihat gadis itu naik kelantai paling atas atau atap.


" kenapa pintunya belum di kunci"


Nico mencoba melihat lebih dekat dari pintu, gadis itu terlihat mendekati pagar yang masih di perbaiki dan semakin dekat.


-


-


-


-


TO BE CONTINUED

__ADS_1


__ADS_2