
Di dalam kereta yang tidak terlalu ramai mereka duduk di kursi yang sama.
" oh iya, kau tinggal dengan siapa?" tanya Nico dengan perlahan
" aku tinggal bersama kakak perempuan ku tapi dia selalu pulang larut malam jadi aku jarang banyak mengobrol dengannya"
" ouh gitu"
pantas saja dia tidak berani menceritakan masalah nya pada keluarganya ternyata dia tidak terlalu dekat dengan keluarga terdekatnya.
jika saja mereka dekat pasti dia tidak akan sampai terbebani dengan masalah-masalah yang sedang ia hadapi.
Kereta-pun sampai di stasiun berikutnya tempat Nico dan gadis itu turun.
mereka keluar dari kereta dan berjalan menuju rumah mereka masing-masing.
" aku lewat sini" ucap gadis itu
" oh, kalau begitu aku antar saja kau pulang"
" tidak aku bisa berjalan sendiri" tolak gadis itu dengan baik.
" aku akan mengantarkan mu pulang, sudah malam dan bahaya jika kau berjalan pulang sendiri"
" tapi--"
" sudah, ikuti saja perkataan ku"
" ba-baiklah kalau begitu"
Nico mengantarkan gadis itu pulang kerumahnya karena hari yang sudah malam.
" aku masih belum tau siapa namamu?" tanya Nico dari belakang
Kaori berbicara terpatah-patah, " Na-nama… ku Hana Kaori, panggil saja aku kaori. namamu?"
" akhirnya kau memberitahu namamu setelah hari itu aku masih belum tau namamu, aku Nico Tanaka panggil saja aku Tanaka"
" di depan sana ada apartemen itu tempat tinggal ku" ucap kaori dengan menunjuk ke arah apartemen.
akhirnya mereka sampai di rumah Kaori.
" aku antar sampai sini tidak apa?"
" ga papa,"
" etto… bagaimana ya"
" kenapa? mau ku antar saja sampai depan pintu apartemen mu"
Kaori mengalihkan pandangannya seolah-olah dia sedang menutupi sesuatu.
" tidak sampai sini saja, emm… terimakasih karena sudah mengantarkan ku" ucap kaori dengan lembut
" sama sama, oh iya apa kau punya handphone?"
" punya"
" aku minta kontak handphone mu"
" et-to, emm…"
" ga boleh?"
" bo- boleh kok, ini" Kaori menunjukannya dengan pelan-pelan pada Nico.
" okke"
Nico meng-Scan QR Code yang di tunjukan Kaori.
" aku sudah mengirimkan pesan"
" iya" Jawab Kaori
" jika terjadi sesuatu hubungi aku"
__ADS_1
" baiklah"
" kalau begitu aku pulang dulu, sampai besok"
ini kali pertama ada seseorang mengatakan sampai besok pada Kaori, kata itu seolah mengisyaratkan bahwa masih ada hari esok yang masih harus di jalani.
setelah Nico cukup jauh Kaori baru membalasnya dengan nada yang pelan
" sampai besok juga…"
Nico segera pulang ke rumah karena ia takut ibunya mengkhawatirkan nya jika tidak segera pulang.
" tadaima"
" okaeri kaka"
" mama dimana Jess?"
" kayaknya mama lagi di dapur deh kak" jawab Jess yang sedang memegangi Handphone.
" oh kalau gitu Kaka ke kamar dulu"
Nico pergi ke kamar dan mengganti pakaiannya, setelah ini Nico ke dapur.
" ma, lagi masak apa?"
" lagi masak nasi goreng buat kamu soalnya tadi mama masaknya ga banyak, jadi mama buatin kamu nasi goreng special buat kamu" jawab mama yang sedang memasak.
Nico senang mendengarnya " uwahh makasih mama"
" kenapa hari ini pulangnya telat lagi?"
" emm… sebenarnya tadi ada masalah jadi aku harus beresin dulu"
" masalah apa?, coba mama pengen tau"
" gimana ya ma, tapi mama janji dulu jangan kaget"
" iya, emang apa?"
" jadi tadi waktu pulang sekolah aku liat temen sekelas aku naik ke atap terus dia mau lompat dari san, untungnya masih sempat aku hentiin"
" enggak mah, aku serius malahan dua rius"
" terus sekarang dia gimana?"
" tadi aku antar pulang aja ke rumahnya soalnya tadi dia sempet pingsan jadi aku tunggu dia bangun baru deh aku antar ke rumahnya karena udah malem"
" kenapa temen kamu itu sampe mau bunuh diri gitu?"
" dia punya masalah yang mungkin cukup memusingkan tapi dia pendam sendiri, dia udah ga kuat nanggung bebannya sendiri jadi dia ngelakuin hal itu"
" emangnya dia ga punya temen?"
" nah itu mah, dia itu ga punya temen jadi dia ga bisa curhat ke orang lain, jadi dia cuman ngemban masalahnya sendiri"
" berat juga ya masalah dia"
" iya terlebih lagi dia kayak ga percaya sama dirinya sendiri, dan dia kelihatannya sulit untuk bersosialisasi sama murid lain"
" kalau aku terus biarin dia gitu mungkin dia bakalan ngulangi hal itu lagi, jadi aku bimbang harus ngelakuin apa gitu"
" coba kamu ajarin dia untuk lebih ramah ke orang lain, terus kamu ajarin dia buat bicara dengan ramah mungkin saja pandangan orang lain akan berubah kan"
" iya si ma, terlebih lagi dia selalu bersikap dingin"
" coba kamu bantu dia deh"
" iya ma, aku mau ke kamar dulu pengen tidur" Nico berjalan menyimpan bekas makannya
" oh iya, besok kamu bisa ajak dia ke sini?"
" mau ngapain ma?"
" mama pengen tau dia"
__ADS_1
" tapi…"
" udah ajak aja besok jangan banyak tapi tapi"
" ya udah"
" jangan lupa"
Nico pergi ke kamar dan beristirahat karena Nico sudah cukup lelah menghadapi hari yang berat.
seperti hari kemarin Nico berangkat sekolah dan kembali melih gadis itu sedang berjalan sendirian.
Nico berjalan mendekati nya
" selamat pagi Kaori"
" selamat pagi"
" aku boleh bareng ke sekolah denganmu?"
" boleh saja, tapi Nico kamu tidak takut di gosipkan karena berjalan ke sekolah dengan aku"
" hmm ga papa, lagian apa salahnya kalau kita bareng?"
" em iya sihh"
" iya kan, lebih baik kita cepat sebelum ketinggalan kereta"
" iya"
setelah sampai di sekolah seperti kemarin mereka mengikuti Jam pelajaran sampai istirahat.
di waktu istirahat Nico pergi ke kantin dan membeli makanan, saya Nico akan kembali ke kelas Nico melihat Kaori berjalan ke arah ruang ekskul.
" Kaori, kau mau kemana?"
" aku mau ke ruang ekskul" jawab Kaori melihat ke arah nico
" aku mau ikut, boleh?"
" boleh tapi di sana agak berantakan"
" ga papa, ayo"
mereka meninggalkan tempat itu dan menuju ruang ekskul,
mereka sampai di sana dan masuk ke dalam ruangan.
" silahkan duduk di tempat yang kamu inginkan" ucap kaori pada Nico
" oke"
" Kaori, di sini apa tidak ada anggota lain?" tanya Nico yang sedang makan
" tidak banyak yang tertarik dengan ekskul ini dan senior yang lain sudah lulus, jadi hanya aku sendiri"
" Nico kenapa kamu terlihat sangat memperdulikan ku?"
suasana tiba-tiba menjadi serius karena kaori menanyakan hal itu lagi, seketika Nico berhenti makan.
kenapa dia masih mempertanyakan hal itu.
" hah kenapa kau masih mempertanyakan hal itu, hahaha..." Nico tertawa kecil.
tapi itu bukan jawaban yang Kaori inginkan
" jawab aku dengan serius" Kaori menatap dengan muka yang serius.
-
-
-
-
__ADS_1
-
TO BE CONTINUED