
langit sore mulai gelap, seperti biasa pulang kerja sarah langsung mandi, ganti baju dan berbaring setelah lelah berdiri di bus trans jakarta yang selalu padat di jam pulang kantor, lumayan melelahkan berdiri dari stasiun harmoni sampai kalideres.
tiba-tiba ring tone hp terdengar dari ponsel nya yang di letakan di meja, terlihat di layar hp nomer baru, ragu...tapi akhirnya di angkat juga
"assalamualaikum..." sapa nya pelan
"waalaikumsalam" sahut suara di seberang sana, suara laki2 yang terdengar sedikit renyah
"maaf ini siapa ya??" tanya nya penasaran
"ami" jawabnya singkat
"ami siapa ya?, sy ngga punya temen yang namanya ami" jawab nya sedikit ketus, karna sarah tau diluaran sana banyak laki2 iseng yang pake modus "salah nomer" cuma buat iseng.
"iya, saya emang bukan temen kamu, tapi kalo mau jadi temen kamu bolehkan?" tanya nya dengan sok akrab,
sarah diam, bener aja kan cuma laki2 iseng.
"maaf, aku ngga minat" jawab nya cepat sambil langsung mematikan hp.
sebenernya ini bukan pertama kali ada no baru yang bilang salah sambung dan ujung2 nya ngajak kenalan, dulu pernah juga ada yang menelpon dan mereka ngobrol panjang lebar, baik, ramah, ngajak ketemuan dan klasik memang... setelah janjian ketemuan laki2 itu menghilang.
mungkin setelah pertemuan dia kecewa karna sarah bukan perempuan seperti yang dibayangkan yang punya postur tubuh tinggi langsing semampai,
tubuh nya kurang tinggi dengan bb 60an yang bikin badan nya jadi terlihat sedikit gemuk, paras nya juga bukan perempuan berwajah cantik, sisa2 jerawat yang selalu hadir di masa remaja menyisakan parut yang bikin wajah nya ngga good looking, makanya udah usia 27 tapi dia masih jomblo, dan setiap hari dia habiskan cuma dengan berangkat kerja pagi dan pulang hampir maghrib, masuk kamar dan istirahat.
×××
hari jumat, hari terakhir kerja karna setiap sabtu libur, hari ini pulang awal karna si bu boss ada pertemuan, jam 3 udah pulang kerumah, setelah mandi seperti biasa sarah selalu nyaman di dalem kamar, lagi asyik denger musik tiba-tiba hp berdering, di liat layar hp ternyata nomer yang kemarin, sarah diemin...
mati sendiri, bunyi lagi, mati lagi, bunyi lagi...
kesal, akhirnya dia angkat juga
"assalamualaikum buuu..." sapa suara di sebrang sana dengan suara renyah tanpa rasa bersalah
"waalaikumsalam, apa siii mau kamu?
" kenalan" jawab nya
"tapi aku ngga mau kenalan sama kamu!!"
"bohong..., bohong dosa loh bu"
"apa maksud kamu bohong?"
"kemaren kamu udah nanya saya siapa, dan udah saya jawab nama saya ami, tapi kamu matiin hp nya sebelum kamu sebut nama kamu,
berarti kamu udah kenal saya tapi saya belum kenal kamu"
apaan siii ini orang, fikir nya.
"namaku udin..." jawab sarah asal
laki-laki itu tertawa sedikit terbahak
"mana ada perempuan namanya udin buuu..."
"suka-suka saya dong"
"jangan galak-galak dong jadi perempuan, aku bukan penjahat kok"
"kamu dapet no saya dari siapa?" tanya nya tanpa memperdulikan perkataan laki-laki itu.
"iseng aja, ngacak nomer, berdoa semoga nomer cewek, eh bener... alhamdulillah"
"trus kalo nomer cewek kamu mau apa?"
__ADS_1
"yaaa mau kenalan lah, saya beruntung dong, ternyata beneran no cewek. ya, walaupun namanya udin" jawab nya lucu, sarah sempet senyum kecil, untung aja dia ngga liat di seberang sana.
"hmmmm... trus???
"kamu tinggal di daerah mana din?, jawab jujur ya jangan bohong lagi"
"siapa yang bohong?
"pake nanya lagi, ya kamu lah, mana mungkin nama kamu udin hahaha..." tawanya renyah kayak krupuk baru di goreng
"di daerah kalideres" jawab sarah jujur
"kamu tinggal dimana?" sarah balik bertanya
"bintaro"
"oooo..." mulutnya membulat
"kelahiran tahun berapa? tanya dia lagi
"emang nya penting?, udah kayak petugas kelurahan aja"
"yaaa... kan kalo aku tau usia nya lebih enak, kalo lebih tua bisa aku panggil kakak, kalo lebih muda bisa aku panggil sayang"
" biasa modusin gadis2 ya bang??"
"hahaha... ya ngga lah, kita kan harus menyayangi yang lebih muda"
"aku udah 27 th..."
"masaaaaa???" jawabnya terkejut
"tadi nanya, aku bukan tukang bohong ya"
"maaf maaf, maksud aku, kok bisa sama gitu loh, aku juga 27 tahun"
"beneran buuu, kamu kerja? ato masih kuliah? apa udah nikah?" tanya nya menyelidik
sarah diam
"kok diam?" tanya nya lagi.
"kerja"
"ooo kerja dimana?"
"pertokoan alat-alat tehnik daerah glodok"
"ooohhh gitu"
"kalo kamu?" tanya sarah balik
"aku buka toko pakaian cowok"
"owh owner, berarti aku panggil nya pak boss dong?"
"haha...ngga lah, cuma toko kecil,...kamu udah nikah?" tanya nya
"kenapa memang nya?" sarah balik bertanya
"yaa, ngga apa-apa, cuma mastiin aja, takut nya istri orang kan ngga enak, ntar aku di datengin lagi sama suami nya"
"hahaha..." gantian sarah yang tertawa
"tenang aja, masih bebas kok"
"berarti blom terikat?
__ADS_1
"siapa?"
"kamu lah, masa mak ijah,"
"lagian terikat emang nya kambing"
"maaf ya kalo aku ganggu, aku bukan orang jahat kok, beneran cuma cari temen ngobrol aja"
"loh emang nya ngga punya temen bang?"
"ada lah, tapi kan temen-temen aku cowok semua, beda dong obrolan nya hehe..." jawab nya cengengesan
"toko nya lagi sepi yah?
"kok kamu tau?
" habis daritadi ngobrol ama aku di telpon ngga terdengar ada yang beli"
" siapa bilang aku lagi di toko, aku lagi di rumah, hari ini toko tutup lebih awal, tadi ibu minta anterin kondangan ntar habis maghrib"
"wih anak yang berbakti..."
" ibu ku single parent, bapak udah pisah sama ibu dari aku kecil, aku cuma berdua sama kaka ku, tapi dia sudah nikah dan dirumah cuma ada aku sama ibu" ceritanya tanpa sarah bertanya
"ooohhh gitu..."
"iya..., eh udah dulu ya, aku mau mandi mau siap-siap antar ibu"
"ooohhh ok"
"makasih ya din, udah mau nemenin aku ngobrol"
"sarah...nama ku sarah" akhirnya sarah memberitahu nama aslinya
"ooooh kepanjangan nya sarahudin??" terdengar bercanda, sarah tersenyum
"ngga cuma sarah aja"
"ok, siap bu sarah,...besok2 bisa kan aku telpon lagi??"
"boleh, yang penting jangan di jam kerja"
"ngga, aku janji aku nelpon kalo kamu udah di rumah, dan memastikan ngga mengganggu istirahat kamu"
"ok..."
"yaudah, ya sar..assalamualaikum" dia mengakhiri percakapan nya
"waalaikumsalam" jawab sarah sambil senyum kecil
"yaudah matiin hp nya!" laki-laki itu masih belum mematikan hp nya
"loh kan kamu yang nelpon, kamu dong yang matiin"
"iya ya, yaudah deh, see u"
"see u"
telpon mati, sarah tersenyum, entah kenapa kok hati nya merasa senang ngobrol sama ami, laki-laki yang baru aja dia kenal, entahlah dia terdengar jujur dan tulus, tapi sarah tepis fikiran itu, "jangan terlalu percaya diri sarah" batinnya mengingatkan diri sendiri
dia ngga mau berfikir terlalu jauh, mungkin ini faktor menjomblo bertahun jadi begitu ada laki-laki mendekat dan ngajak ngobrol langsung berasa ada di taman bunga nusantara.
sarah meletakan kembali hp di meja setelah sebelum nya dia menyimpan nomer hp ami dideretan kontak ponsel nya.
bersambung
note: hai...reader, ini pertama kali aku belajar nulis cerita, semoga suka dan mohon dukungan nya 😊
__ADS_1