Melati Merah Hati

Melati Merah Hati
permintaan ibu


__ADS_3

jalanan cukup lengang, ibu duduk di samping ami yang sedang fokus menyetir, mobil mereka melaju pelan,


mereka menuju rumah bude lia yang hari ini mengadakan pesta pernikahan balqis putri bungsu nya, bude lia adalah sahabat ibu, beliau dan pak mujahidin suaminya adalah orang yang sangat baik, suami istri tersebut adalah teman baik ibu semasa sekolah dulu, ketika rumah tangga ibu berantakan karna bapak yang tergila-gila perempuan lain dan memilih meninggalkan kami, keluarga bude lia lah yang paling perduli dan banyak membantu kami.


setelah sekitar 30 menit perjalanan, mereka akhirnya sampai ditempat tujuan.


setelah memarkir mobil nya ami pun menggandeng tangan ibu menuju ke tempat pesta, cukup meriah dengan banyak nya tamu undangan, pakde dan bude begitu ami memanggil mereka, terlihat sumringah menyambut kedatangan mereka berdua,


"wah mas ami ini kok cuma menggandeng ibu, pasangan nya ngga di bawa sekalian?" tanya bude sambil tersenyum, ami hanya menanggapi nya dengan senyum kecil


"anak bujang ku ini masih betah melajang, doakan saja semoga bisa cepet2 nyusul balqis duduk di pelaminan" seloroh ibu menanggapi


"oya tentu bude doakan semoga segera dapet pasangan yang baik buat mas ami" bude lia terlihat tulus sambil mengusap pundak ami lembut


"aamiin..." ami dan ibu serempak menjawab


"loh kok malah ngobrol saja, ayo monggo makan dulu" pakde mempersilahkan mereka untuk mencicipi hidangan


"ayo...ayo kalian makan dulu, ndak apa kan kami tinggal sebentar" bude lia mempersilahkan kami lalu meminta izin untuk menyambut tamu yang lain, ami pun menemani ibu menuju meja prasmanan dan mengambil beberapa makanan lezat yang mengisi perut nya yang memang sudah terasa kosong.


×××


pagi ini cuaca sedikit mendung, sisa hujan semalam menyisakan titik-titik air di jendela kaca kamar ami, jam 7 pagi dia segera keluar kamar menuju dapur, aroma nasi goreng terasi buatan ibu menggoda hidung nya, lahap di santap nya dengan telur ceplok dan kerupuk udang, di teguk nya segelas teh tubruk hangat.


"aku mau belanja dulu ya bu, seteleh itu langsung ke toko, hari ini aku mulai pakai karyawan untuk membantu di toko"


"Alhamdulillah kalau kamu ada yang bantu di toko, tapi ini masih pagi, duduk dulu sebentar ibu mau bicara"


"iya bunda ku, ada apa gerangan?" ami menggoda ibu nya


ibu cuma senyum dan mulai bicara


"maaf kan ibu kalau pertanyaan ibu memberatkan mu, ibu cuma mau tau, apa kamu sudah ada calon menantu buat ibu?"


"mmmm..." bukan nya menjawab dia malah senyum

__ADS_1


"maksud ibu, kalau memang kamu belum mempunyai calon istri, biar ibu bantu carikan"


"ngga usah ibuku yang cantik, tenang aja insyaAllah aku akan bawakan ibu calon menantu yang begini" jawab ami sambil mengacungkan 2 jempol tangan nya kepada ibunya


"ibu serius mi, usia mu sudah cukup untuk berumah tangga, ibu juga sudah tua, kamu akan butuh pendamping untuk mengurus dan menemani mu jika ibu sudah ngga ada, rumah ini juga akan ramai jika kamu berkeluarga"


ami diam tapi ia juga ngga mau bikin ibu gelisah, di raih nya tangan ibu yang duduk disamping nya, diciumnya hangat


"ibu tenang aja, cukup doakan ami, semoga ami bisa segera membawa menantu yang baik buat ibu"


ami mencoba tenang, padahal hati nya sangat resah, tapi dia juga ngga mau kalo sampai ibu menjodohkan nya, dia ngga mau melukai hati siapa pun, dia hanya ngga mau menikahi perempuan hanya karna rasa kasihan bukan karna cinta


"yasudah kalo kamu memang mau berangkat belanja, biar piring nya ibu yang bereskan"


"iya bu, aku berangkat dulu ya" ia mencium tangan ibu lalu berjalan ke depan


"assalamualaikum" pamit nya


"waalaikumsalam" sahut ibu sambil merapikan meja makan


×××


"sudah lama menunggu ya mas?" tanya ami begitu keluar dari mobil nya


"ngga kok mas, paling baru 15 menit" jawab fadli sambil menghampiri ami dan menjabat tangan nya


"yasudah kalo begitu tolong keluarkan barang di bangku belakang, saya mau buka dulu toko nya"


"baik mas"


fadli segera membuka pintu tengah mobil dan mengeluarkan beberapa dus barang dari sana dan membawanya ke depan toko,


ami segera membuka pintu toko dan meminta fadli untuk membantunya membongkar barang belanjaan dan merapikan pakaian di etalase.


setelah selesai ami pun mengecek beberapa nota penjualan, menyiapkan barang sesuai pesanan dan meminta fadli untuk mengemas barang-barang tersebut untuk di kirimkan.

__ADS_1


ditoko milik nya dia bukan cuma menjual baju-baju saja tapi juga celana, jaket, topi, ikat pinggang juga masker dan sarung tangan.


tidak terasa sudah pukul 4 sore, ami meminta izin ke musolah terlebih dahulu untuk solat asar kepada fadli, biasanya sebelum ada fadli ami selalu menutup toko nya sebentar ketika hendak solat di musolah yang jarak nya memang dekat dengan toko, tapi sekarang dia tidak perlu menutup nya karna sudah ada fadli dan mereka bisa bergantian menjaga toko sementara yang lain nya solat di musolah.


ami pun menuju tempat wudhu dan segera melaksanakan solat asar 4 rakaat, selesai shalat dia berdoa, terbayang permintaan ibunya tadi pagi dan dia pun bermunajah memohon kemudahan dalam segala hal kepada Allah.


selesai solat ami kembali menuju toko nya dan mempersilahkan fadli untuk bergantian pergi menuju ke musolah.


dia duduk di belakang meja, membuka laptop nya dan mengecek penjualan minggu ini, dia sangat bersyukur karna pelanggan nya semakin bertambah


dia terbayang kembali kata-kata ibu beberapa waktu lalu, "menikahlah, karna menikah akan membawa berkah"


entah kenapa yang terlintas di hati dan fikiran nya adalah sarah,


"lagi apa ya perempuan itu sekarang?" batin nya


dia meraih hp nya dan mencari nama sarah, rasanya ingin sekali menelpon dan mendengar suaranya tapi dia sudah berjanji untuk tidak mengganggu sarah,


" jam segini kan jam pulang kantor, mungkin dia lagi di jalan" batin nya lagi.


fadli sudah kembali dari musolah, pukul 5 kurang 10 menit,


"mas fadli boleh pulang sekarang, sebentar lagi jam 5.


besok hari minggu libur nanti datang lagi hari senin, saya buka toko jam 9."


"baik mas ami saya permisi, assalamualaikum"


"wa alaikumsalam, trima kasih ya mas"


" ya mas sama-sama"


ami berniat hanya memperkerjakan fadli mulai pukul 9 pagi sampai pukul 5 sore, selebih nya dia sendirian yang menjaga toko, kadang tutup jam 9 kadang jam 10 tergantung dari ramainya pembeli yang dateng.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2