
hari senin, perjalanan yang lumayan macet bikin sarah telat sampai di toko.
begitu sampai di halte busway glodok sarah langsung menuju gedung HWI lindeteves glodok, dia naik lift ke lantai 4, lift terbuka sarah berjalan cepat di lorong blok E dia harus cepat-cepat buka toko sebelum karyawan yang lain dateng karna dia dipercaya untuk pegang kunci cadangan toko, kunci yang asli dipegang bu boss dan benar saja begitu sampai disana sudah ada bang udin, orang suruhan toko yang biasa bantuin sarah buka toko, bersih-bersih dan beres-beres.
begitu liat sarah cepat-cepat bang udin meminta kunci dan membuka nya, begitu toko di buka bang udin langsung nyapu, ngepel, ganti air, cuci gelas seperti biasa dan karyawan yang lain pun mulai datang satu persatu, semua nya berjalan biasa saja sampai akhirnya bu boss dateng dan masuk ke ruangan nya, tiba-tiba bu boss teriak lumayan keras yang cukup bikin para karyawan menoleh ke arah nya
"haaaahhh... mana ini stok batu gerinda yang ada di bawah meja saya??" tanya bu boss sedikit marah
sarah, yayah dan mba ilah langsung masuk ruangan bos, dan bener aja tumpukan dus yang berisi puluhan stok batu gerinda hilang
"siapa yang buka toko?" tanya bu boss dengan nada tinggi
"saya bu" jawab sarah jujur
"emang kamu ngga cek ruangan saya?, kemaren sore tuh masih numpuk 7 dus besar masa pagi ini hilang"
"saya cuma buka toko dan langsung beres-beres seperti biasa bu, saya ngga meriksa ke ruangan ibu"
"yasudah sana kembali kerja semua"
suasana toko langsung berubah ngga mengenakan, dan sarah merasa seperti tertuduh padahal dia sama sekali ngga tahu menahu masalah ini.
"lu emang ngga ngecek lagi sar tadi pas dateng?" tanya mba ilah penuh selidik
"ngga mba, saya juga ngga tau kalo barang-barang di dalam hilang"
"lumayan banyak loh sar, duh bisa marah besar ini bu boss, yayah coba kamu cek stok barang batu gerinda ada berapa, semua ukuran ya" perintah mba ilah kepada yayah dan yayah segera mengecek stok barang yang ada dan menyalin laporan nya.
sarah merasa curiga sama bang udin karna tadi pagi begitu dia sampai di toko bang udin sudah ada di sana dan kaos putih yang di pakai bang udin sudah basah oleh keringat seperti habis bekerja keras padahal toko belum di buka, tapi dia juga ngga bisa menuduh tanpa adanya barang bukti, kalau saja di toko ada kamera cc tv mungkin akan ketahuan siapa pelaku nya.
setelah jam makan siang dan para kurir sudah berangkat mengirim barang, pak Andre, asisten boss memanggil sarah ke meja nya untuk mengajukan beberapa pertanyaan, sarah yang memang tidak merasa melakukan kesalahan apa-apa menjawab semua pertanyaan pak Andre dengan apa adanya.
"kamu tau kenapa kamu di kasih kunci toko? itu karna kamu di percaya sama boss, tapi dengan kejadian begini kamu tau kan, bisa hilang kepercayaan boss sama kamu" pak Andre berbicara pelan tapi tegas
"tapi saya benar- benar ngga tau pak, kalau barang-barang di ruangan ibu udah ngga ada pagi ini" sarah coba menjelaskan
"kalau barang ini bisa di kantongin trus ilang wajar sar, lah ini barang sampai 7 dus loh, ngga mungkin kan pelaku nya umpetin pada saat jam kerja,"
"tapi pak, begitu tadi pagi saya datang toko masih terkunci semua, rolling door semua masih tergembok"
__ADS_1
pak andre terdiam, seperti berfikir
"sudah jelas ini pelaku nya orang dalam, karna pintu dan kunci sama sekali tidak rusak, apa ada yang sudah datang sebelum kamu tiba?"
"ada pak"
"siapa?"
"bang udin"
"jadi menurut kamu udin pelakunya?"
"saya ngga bisa bilang siapa pelakunya pak, karna saya juga ngga tahu persis dan ngga mau menuduh orang tanpa barang bukti"
"pernah ngga udin telat kasih kamu kunci toko setelah membuka nya?" tanya pak Andre menyelidik
"pernah pak tapi saya lupa kapan nya" jawab sarah mencoba mengingat
"kamu tau kan di bawah itu banyak sekali tukang duplikat kunci di pinggir jalan, bisa saja kan dia menduplikasi nya sebelum menyerahkan kunci toko ke kamu" pak Andre menjabarkan kecurigaan nya pada bang udin
"iya ya pak, bisa jadi" sarah menjawab pelan,
"yasudah kalau begitu kamu kembali kerja lagi" perintah pak Andre
"baik pak" sarah kembali ke meja nya
terlihat pak Andre masuk keruangan bu boss entah apa yang mereka bicarakan
"pak Andre bilang apa sar?" tanya mba ilah menyelidik
"pak Andre curiga sama bang udin mba, karna waktu saya dateng bang udin udah ada disini"
"oooo gitu bisa jadi siii, tapi gw curiga ama si adi, dia kan baru aja dipecat ama bu boss, siapa tau dia sakit hati iya kan?"
"ngga mungkin mba, kan pintu sama gembok nya ngga rusak sama sekali"
"iya juga si..., yah semoga aja segera ketahuan deh siapa pelaku nya"
"iya ya mba"
__ADS_1
×××
setiba dirumah sarah masih kepikiran kejadian tadi pagi di toko, sarah bener-bener merasa seperti tertuduh, bu boss seharian ini benar-benar bermuka masam, wajar saja kalau dia bete karna toko rugi puluhan juta, dan yang bikin sarah merasa tertuduh adalah pak Andre meminta kunci toko dari sarah dan diserahkan nya ke bu boss, hmmn hilang sudah kepercayaan yang di amanatinya selama ini
sarah pun menyadari kalaupun kecurigaan nya pada bang udin benar tetap saja ini adalah salah nya karna dia teledor dan tidak memperhatikan waktu bang udin telat mengembalikan kunci toko.
tiba-tiba ada wa masuk, dari ami
"assalamualaikum bu, udah lama ngga berkabar, gimana kabar nya?" sapa ami
"waalaikumsalam, kabar buruk pak" jawab sarah
tidak lama setelah terkirim jawaban sarah, ami pun menelpon dan sarah mengangkat nya
"ada apa bu? kok kabar buruk?" tanya ami
"hmmmm ada kejadian ngga enak di tempat kerja"
"oooo gitu, emang nya ada apa?
sarah pun menceritakan semua permasalahan di toko hari ini dan ami begitu setia mendengarkan
"kalo menurut aku, selama kamu tidak melakukan kesalahan kamu jangan merasa takut, insyaAllah semua pasti bisa kamu lewatin dan kebenaran akan terungkap" ami berusaha menguatkan sarah yang terdengar lesu saat bercerita
"iya mi, makasih ya udah mau dengerin cerita aku, alhamdulillah sedikit lega" sarah sedikit tersenyum, hatinya memang merasa lega setelah cerita semua kejadian hari ini ke ami
"kamu sendiri gimana kabar nya?" tanya sarah
"Alhamdulillah so far so good" jawab ami santai
padahal ami baru saja patah hati, tadi nya dia menelpon sarah pun karna ingin berbagi cerita, tapi ternyata sarah sedang tidak baik-baik saja dan ngga mungkin ami curhat masalah nya kepada sarah.
"yaudah kamu istirahat aja, tidur dan besok semangat kerja lagi seperti biasa" ami menyemangati
"iya mi, sekali lagi makasih ya"
"any time, yo wis sleep tide ya jangan terlalu difikirkan, assalamualaikum" ami berpamitan
"siap boss, waalaikumsalam" jawab sarah
__ADS_1