
ami mencari kunci rumah di tas kecil nya, ruang depan terlihat gelap kemungkinan ibu sudah tidur, ami membuka pelan pintu rumah nya dia ngga mau ibunya terbangun.
dia lihat pintu kamar ibu sudah tertutup rapat, benar saja ibu sudah tidur dan dia pun segera mengunci pintu rumah nya dan masuk menuju kamar nya.
ami mencoba menelpon lusi, tapi ngga di angkat
lalu dia mengirimkan pesan singkat
"kamu lagi apa ay?"
ami memang memanggil lusi dengan sebutan "ayang"
"terlihat aktif 10 menit yang lalu, tapi pesan hanya centrang satu"
"mungkin dia sudah tidur" batin ami
tadi nya mau vcall tapi ami urungkan takut lusi sudah tidur.
dia pun merebahkan dirinya setelah ganti baju, hmmm...
"kenapa aku jadi begini ya" fikirnya sambil menatap langit-langit kamarnya
"kenapa aku bisa-bisa nya kenalan sama perempuan lain sementara aku sudah punya kekasih" ,
walaupun LDR an tapi bukan jadi suatu alasan untuk berselingkuh dan berkhianat, walaupun dia sadar bahwa hubungan nya dengan lusi juga tidak sedang "baik-baik saja" dan perkenalan nya dengan sarah pun bukan sesuatu yang direncanakan tapi dia juga ngga bisa menepis ada rasa ingin mengenal sarah lebih jauh, entahlah seperti ada yang mengusik hati nya.
ami memejamkan matanya dan beberapa menit kemudian dia pun sudah terlelap
×××
selesai solat subuh ami segera kedepan, duduk sebentar memakai sepatu
setelah meminum segelas air hangat dia pun izin pada ibu untuk keluar jogging sekitaran komplek tempat tinggal nya.
matahari mulai meninggi di ufuk timur, sudah lumayan jauh dia berlari-lari kecil, butir-butir keringat pun mulai membasahi tubuh nya, ami menengadahkan wajah nya dan dibiarkan nya bermandikan cahaya matahari pagi, hangat.
×××
lusi melihat wa dari ami semalam dan membaca nya, dia langsung menghubungi ami lewat vcall tapi berkali telpon nya tidak di angkat, dia pun meletakan kembali hp nya.
entah kenapa lusi merasa jenuh dengan hubungan asmara mereka berdua, semakin lama dia semakin sadar bahwa dia dan ami seperti tidak sejalan lagi, entah kenapa rasa cinta nya terasa memudar.
bukan karna ada orang ketiga, karna lusi pun setia dan tidak mendua hanya saja seperti sudah tidak ada rasa yang sama seperti dulu lagi, dia benar-benar menikmati karir dan pekerjaan nya sementara ami seperti sudah tergesa ingin berumah tangga, usia mereka memang terpaut cukup jauh, lusi baru berusia 22 tahun baru mulai meniti karir dan dia sangat senang katika dia diterima bekerja di salah satu perusahaan tambang milik swasta, dan dia ingat betul ami pernah berkata jika dia menjadi istrinya ami mau lusi hanya dirumah dan menjadi ibu rumah tangga, hal yang bertentangan dengan nurani nya, itulah mengapa dia selalu menghindar dan mencari alasan ketika ami mengutarakan niat untuk meminang nya.
__ADS_1
×××
ami melepas sepatu nya, istirahat sebentar dan mengganti kaos nya yang basah oleh keringat, diambil hp dari kasur nya dia lihat 3 panggilan tak terjawab dari lusi, rupanya lusi menelpon nya ketika dia sedang jogging tadi.
ami pun segera menelpon lusi
"assalamualaikum ayang ku..." sapa ami penuh semangat
"waalaikumsalam mas, maaf ya semalam aku sudah tidur" jawab lusi datar
"kamu lagi apa ay?"
"lagi tiduran aja mas, mumpung libur"
"sudah sarapan belum?" tanya ami perhatian
"sudah tadi aku sudah makan roti"
"gimana pekerjaan mu? lancar?, sepertinya km sibuk ya, jarang banget kita bisa telponan ky gini"
"iya mas, beberapa hari kemarin agak sibuk, ada teman yang ajak aku join buka usaha disini"
"ooo gitu, trus gimana? kamu setuju?
"kalo permintaan ku gimana? apa kamu sudah bisa kasih jawaban pasti? tanya ami penuh harap
"mmmm...aku..., aku masih butuh waktu mas"
"oke, berapa lama lagi aku harus menunggu?" tanya ami getir
"maaf mas, aku masih belum bisa pastikan..."
"ok lah kalau memang kamu masih bimbang..." potong ami sedikit kecewa
"bukan begitu maksud ku mas, aku cuma..."
"gak apa-apa kalau kamu memang belum siap, maaf ya kalau aku sedikit memaksa minta jawaban dari kamu, udah dulu ya aku mau mandi, assalamualaikum" ami menutup percakapan mereka
ada rasa kecewa direlung hati nya
"waalaikumsalam" jawab lusi pelan
ami memejamkan matanya dan menghembuskan nafas nya pelan fikiran nya sedikit kalut, sementara lusi di sebrang sana pun merasa sedikit bersalah karna dia tau ami pasti merasa kecewa dengan sikap nya dan jawaban dari nya.
__ADS_1
×××
sudah seminggu lebih ami dan sarah berkenalan, ngga ada yang istimewa karna setelah percakapan terakhir mereka di malam minggu kemarin ami dan sarah sama sekali tidak berkomunikasi
ami hanya tidak ingin terlalu larut dalam rasa penasaran nya dan tidak ingin membiarkan dirinya merasa nyaman dengan perempuan lain sementara lusi pun seperti sudah tidak perduli dengan hubungan asmara mereka.
sarahpun demikian tidak ingin memulai komunikasi karna tak ingin terjebak dengan keadaan yang bisa saja mendatangkan rasa "cinta" bagi dirinya yang memang mendamba seorang laki-laki untuk mengisi kekosongan hati nya.
lusi pun demikian, setelah terakhir dia menelpon ami dia tidak pernah menyapa walaupun hanya sekedar bertanya kabar, dia benar-benar menunjukan bahwa dirinya mulai menjauhi ami dan bahkan berfikir untuk mengakhiri semua nya tapi hati nya masih belum sanggup mengutarakan nya.
×××
"kamu simpan ini ya"
ibu menyerahkan kotak kecil berlapis beludru ketika ami sedang asyik melihat tv
"apa ini bu?
tanya ami sambil menerima pemberian ibu
"buka saja"
ami membuka nya dan dia sedikit terkejut, ada sebuah gelang dan kalung emas lengkap dengan liontin berwarna merah hati
"ini untuk apa bu"
tanya ami penasaran
"ini simpenan ibu hasil dari selama ibu berdagang dulu, sama seperti yang ibu berikan sama mas mu waktu dia mau melamar dulu"
ibu menjelaskan
"iya...tapi... kan aku belum mau melamar bu"
ucap ami terbata
"simpan saja dulu, ibu memang sengaja tidak membeli cincin karna ibu takut kalau ukuran nya tidak pas"
"iya bu, akan aku simpan, terima kasih ya bu"
matanya berkaca, dia mencium tangan ibu, memeluk nya erat dan mencium nya.
ami benar-benar tidak menduga ibu akan memberikan perhiasan emas ini padanya, dan dia bingung siapa perempuan yang akan di bawanya pada ibu, sementara lusi sudah menyampaikan penolakan nya dan sarah....ah ami belum terlalu mengenal nya dan kenapa pula fikiran itu muncul di benak nya, ah ini ngga bener, bagaimana bisa hatinya terbagi sedangkan ia gak mau berselingkuh.
__ADS_1
bersambung