
tak berguna.
bikin rusuh pagi pagi.
ck. lebih baruk dari babu.
benar benar sial...
itulah bisikan bisikan yang selalu ku dengar setelah kejadian tadi pagi. meski awalnya semua diam krna masih ada kakek charm tapi di saat kakek berada di luar rumah semua pada melirik ku sinis. qku hanya bisa menunduk dan merutuk diri ku sendiri.
setelah pagi itu. Arka tak pernah aku lihat. katanya arka selalu pulang malam dan berangkat pagi pagi buta hanya untuk maslaah kantor tapi aku sadar se sadar sadarnya jika arka melakukan itu hanya untuk menghindari ku. tak ingin melihat wajah ku yang membuatnya kesal.
hingga beberapa bulan telah berlalu. tanggal pernikahan kami di tetapkan setelah berulang kali di tunda. arka beralasan jika dia masih harus fokus pada pembangunan gedung fila yang di dalam nýa bisa di lewati oleh oleh kendaraan seprti mobil, motor dan kendaraan umum lainnya kecuali real kereta api yang pembangunannya kemungkinan besar akan sangat beresiko.
pernikahan yang awalnya di rencanakan dengan biasa biasa saja kini menjadi pernikahan yang lumayan besar. dengan mengundang beberapa klien kantor, kerabat dan semua petinggi kantor untuk meramaikannya. bahkan ada beberapa artis juga ikut hadir atas permintaan kakek charm yang mau tak mau arka harus menurutinya dengan satu syarat wartawan dan sejenisnya tak di ijin kan masuk ke pesta pernikahan yang benar benar tak di harapkan dalam hidupnya itu jika bukan dengan wanita pilihannya.
Kakek charm benar benar mengerahkan semua bawahannya untuk membantu para pekerja EO mengerjakan tugas mereka.
Acara akan di mulai pada waktu siang hari tepatnya jam 2 siang nanti pengucapan Janji suci pernikahan akan di laksanakan di halaman samping kediaman Charm dengan tema Outdoor.
__ADS_1
para undangan satu demi satu datang di saat waktu yang di tentukan telah tiba. tidak banyak hanya beberapa orang terdekat saja yang datang sekitar 30 orang yang hadir pada acara siang hari dan selebihnya memang hanya di undang pada malam hari. di pesta pernikahan yang akan di lakukan di sebuah gedung mahal milik mereka.
selamat
semoga selalu bahagia
semoga cepat di beri momongan.
Ungkapan selamat ku balas dengan senyum tulus ku serta ucapan terimasih. kata itu keluar begitu saja meski aku tau kebanyakan dari mereka tidak terlalu menyukai ku. hati ku sakit tapi aku tetap bertahan dengan pria dingin di sampi g ku.
kuatkan dirimu...
"huh lelahnya... aku haus." keluh ku saat acara pernikahan di siang hari telah usai. satu persatu tamu pergi meninggalkan area samping rumah di mana acara berlangsung. bahkan kakek sudah tak terlihat krna beliau kelelahan. dia sempat pamit pada ku untuk istirahat tadi.
"hey.. kenapa bengong.. cepat beres kan semua itu krna kita gak punya waktu." ucap kesal Amel yang entah datang dari mana krna aku melihatnya tadi dia sudah pergi sama mama mona.
"Baik nona. "
"Buka yang di sana. kamu urus kursi mempelai itu.. bereskan secepatnya. itu membuat mata ku gatal."
"Tapi nona.. nona Vina... dia..
__ADS_1
"Kamu mau ngebantah...
"Tidak nona hanya saja.
"tidak apa apa kak.. di beresakan saja." sela ku berdiri dari kursi setelah melepas hils yang membuat ku lelah.
Amel tersenyum puas. Gadis labil itu berlenggak lenggok pergi dengan rasa kemenangan.
"Maaf nona..."
"Tak apa apa..
saya permisi dulu... "
pamit ku dengan susah payah berjalan krna gaun yang lumayan panjang dan berat penuh permata. hils ku bawa dengan salah satu tangan ku dan satu tangan ku lagi ku pakai buat menarik gaun bagian belakang ku agar memudahkan ku untuk berjalan.
sejenak aku berhenti dan meraih gelas yang berisi jus dengan es. haaah..... benar benar nyaman dan segar.
"Mari nona saya bantu..."
tawar wakil EO dengan profesional membantu ku pergi untuk istirahat.
__ADS_1
setop dulu...
Maaf lama.