
"Anda sudah bekerja keras nona,jadi anda harus istirhat.karna saya tidak ingin anda tumbang krna terlalu memaksakan diri."
"Iya dok,terimakasih untuk hari ini."
"Tentu.silahkan istrihat dan sus..jangan lupa kompres kaki nona dengan air hangat agar kakinya tidak tegang dan membuatnya bengkak. "
"Baik dokter.."
akupun merilekskan tubuh ku.sambil membiarkan suster mengompres kaki ku.
" Trimakasih sus.."
" Sama2 nona.sudah kewajiban saya." balas suster dengan senyum tulusnya.
Akupun meng istirahatkan tubuh ku.
beberapa minggu di rumah sakit untuk pemulihan.aku menjalaninya sendiri tampa di temani seseorang yang katanya adalah tunangan ku.hanya ada kakek charm yang datang sesekali.membuat ku percaya jika tak ada yang namanya tunangan ku itu.
" Selamat.. akhirnya kaki anda bisa bejalan lagi tampa bantuan tongkat atau kursi roda nona Vina." ucp dokter membuat ku mengembangkan senyun penuh syukur.
" Mkasih dok.jadi..kapan saya akan pulang?" tanya ku semangat.
" Secepatnya.aku akan mengabari tuan besar chram dan mengatakan jika anda sudah bisa pulang nona."
akupun memgangguk dengan antusias.
akhirnya aku kembali ke kamar ku dan menunggu kabar bahagia di mana aku akan pulang dengan di jemput oleh kakek atau tunangan ku.
Ber jam jam telah berlalu.aku terus menatap pintu kamar ku.menanti seseorang membukanya dan mengatakan jika aku sudah di jemput.namun gagang pintu tak bergerak.. hingga menjelang sore tiba hanya suster perawat yang datang membawakan ku buah untuk ku cemil.. kebiasaan ku di saat sore hari sejak berbaring di ranjang pesakitan ini.
" Nona buahnya.." kata suster..
"Makasih sus.."
"Sama2 nona." suster melihat ke semua arah.dia melihat tas paper bag yang sudah di bereskan.tak banyak isinya.hanya ada dua setel baju dan beberapa daleman saja.suster menatap sendu tas tersebut dan kembali mengulas senyum.dia menatap ku kembali.
" Ternyata anda sesemangat itu ya nona...untuk meninggalkan rumah sakit.saya pasti tidak akan bertemu lagi dengan anda." katanya kembali sendu.
akupun meraih tangannya.menepuk2nya pelan.
__ADS_1
" Kita pasti bertemu lagi..."
" Tidak todak tidak... anda tidak boleh berbicara seprti itu nona..."
Aku menggeleng pelan sambil tersenyum.
" Mkasud ku.kita pasti akan bertemu suatau saat nanti.. di luar mungkin.seprti di mini market atau moll gitu." ralat ku membuang pikiran jelek si suster yang bernama Gina ini.
diapun mengangguk senang.
" Kira2..kapan keluarga nona akan menjemput nona.Saya ingin mengantar nona hingga nona menaiki mobil yang akan membawa nona pergi dari rumah sakit ini."
aku terdiam.dan menunduk..menggerakkan kepala ku.
" Oh.mungkin sebentar lagi keluarga anda akan menjempu anda.krna mungkin saja mereka sedang sibuk menyiapkan penyambutan untuk anda di rumah." perkataan itu membuat ku mendongak.menatap wajah wanita yang kira2 lebih tua dari ku beberapa tahun.
" Gina.. kamu umur berapa.?" tanya ku membuatnya terkejut.
akutau.. dia sedang berusaha menenangkan ku atas pertanyaannya tadi. dan akupun tidak ingin membuatnya merasa bersalah.sehingga aku mengalihkan pembicaraan.. menanyainya tentang umurnya.
" Umur saya 22 thn nona..."
mataku terbelalak lebar...ternayata wanita di depan ku ini se umuran dengan ku.
" Semangat...kamu wanita muda yang hebat..." kata ku menyemangatinya.
" Semangat..." balasnya...
Ceklek..
pintu terbuka.memperlihatkan kakek charm dengan senyum lebarnya.
" Maaf.apakah kakek membuat mu menunggu...?" tanyanya sambil melangkah mendekat.dengan wajah sesal.yang otomatis gina berdiri dari duduknya.
" Tidak... saya saja yang teralalu semangat untuk pulang kakek." balas ku.yangtidak ingin membuat kakek merasa bersalah.
Gina menyapa kakek dengan sopan.dan kamipun beranjak setelah bercengkrama sedikit.
" kakek sudah bertemu dokter.dan kakek sudah menebus obat vitamin mu yang harus di minum beberapa hari kedepan." Katanya sambil melangkah di samping ku yang di ikuti gina membawa tas yang isinya tak sebetapa.
__ADS_1
" Makasih kek." kata ku... sepertinya kakek lama menjemput ku karna berlama lama berbincang dengan dokter tentang ku kedepannya.pikir ku.
" Bukan apa sayang." mengelus kepala ku lembut.
terlihat dokter yang menangani ku berdiri di depan meja resepsionis rumah sakit.seprtinya dia sedang memberi arahan atau sejenis nya pada suster yang bertugas di meja itu.sehingga di saat kami mendekat pandangannya teralihkan ke arah kami.
"Tuan besar charm..mari saya antar ke depan."
" Apakah dokter sedang senggang.?" candanya kakek.
" yah. beginilah jika menjadi dokter ahli tulang...kadang sibuk,kadang juga tidak tuan."
akhirnya mereka larut dengan pembicaraan mereka.sedangkan aku berjalan di belakang keduanya bersama dengan gina.hingga kami sampai di mana mobil yang akan membawa ku pergi dari rumah pesakitan ini.
Rasanya lega dan senang bisa keluar dari bangunan beraroma antibiotik dan sejenisnya itu.namun sedih juga harus berpisah dengan orang2 yang susah aku kenal.seperti Gina yang selalu ada untuk ku.dan dokter yang tak menyerah menyembuhkan ku.
" Nona Vina... selamat telah sembuh dari sakit anda.semoga anda selalu baik2 saja dan jaga kesehatannya." Kata dokter setelah menjabat tangan dengan ku.
"Terimakasih dokter..." balasku yang tak tau harus berkata apa lagi.yang jelas perjuangan dokter tak akan terlupakan oleh ku.akupun beralih pada gina.
" Nona... jaga kesehatan nona dengan baik.selalu hati2... dan.. jangan lupakan saya.." katanya dengan sedih.akupun tersenyum dan memeluknya.
" kamu juga. kita pasti akan bertemu lagi.bukan di sni pastinya.karna aku gak ingin masuk ke bangunan ini lagi." kataku menepuk2 punggung gina.
"Saya pamit...permisi..." ucp ku. di saat aku akan memasuki mobil yang sudah mereka.sedangkan kakek sudah masuk lebih dulu setelah berpamitan pada dokter.
Akhirnya akupun meninggalkan rumah sakit di iringi dengan deruan halus mobil yang ku naiki.membawa tubuh ku entah kemana.
" Kakek sudah menghubungi orang rumah jika kita akan segera tiba.dan kita akan makan bersama untuk pertama kalinya " kata kakek di kesunyian.
" apakah di sana nanti akan banyak orang kek.? maksud ku.. berapa orang di dalam rumah itu."
" Tidak perlu sungkan Vin.keluarga kakek itu ada 5 orang.di antara nya kakek.anak kakek calon mertuamu Abram juga istrinya Mona dan tunangan mu arka beserta adiknya Amel.Kamu harus sabar ya nanti.. karna di rumah kakek itu orang nya aneh2..."
Aku mengernyit tak mengerti.tapi akhirnya aku meng iyakan apa yang di katakan kakek.asalkan aku tidak membuat masalah dan membuat mereka kesal aku mungkin akan baik2 saja.pikir ku.
Hingga akhirnya mobil memasuki pekarangan rumah mewah dengan halaman yang sangat luas.
__ADS_1
aku melangkah mengikuti kakek.menenteng tas bawaan ku.melangkah dan menelisik rumah besar tersebut.bukannya kagum aku malah mengernyit heran dengan reaksi pikiran dan tubuh ku.yang tak merasa terkejut ataupun berangan2 memiliki rumah besar tersebut.
Aneh.. batin ku.