
Pagi di sambut dengan senyum oleh semua orang termasuk orang orang di keluarga Charm.semua tampak rapi dengan pakaian kantor dan juga rumahan mereka yang berharga di atas rata rata.sebagian orang kèluarga charm masih berada di kamarnya mereka belum keluar kamar sebelum sarapan telah di sajikan.hanya ada kakek yang baru saja keluar kamar dan sedang berjalan jalan di taman untuk menghirup udara segar di pagi hari.sambil meregàkan beberapa bagian tubuhnya.
begitu juga dengan beberapa orang yang kini tengah sibuk di dapur.menyiapkan sarapan untuk para penghuni rumah besar ini.
"Nona.bagaimana jika nona menemani tuan besar saja jalan jalan di taman."
"boleh juga usulan bibi.tapi aku ingin membantu bibi di sini.
boleh..?
"huh baiklah."
"Kalo gitu mohon bantuannya bik."
3 orang di dapur pun sibuk menyiapkan sarapan hingga di saat jam menunjuk kan pukul 6:23 semuà masakan telah matang dan sudah di hidangkan ke puring.tinggal mengangkat dan membawanya ke meja makan.karna semua masakan sudah matang jadi keduanya pergi dengan membawa beberapa hidangan tersebut ke meja makan.lalu mereka tidak juga kembali.
"Loh...bibi yang tadi kok gak balik bi.?"
"Mereka hanya bertugas membatu saya masak non.setelah masakannya selesai semua maka mereka akan pergi.dan mengerjakan tugas mereka masing masing."
aku mengangguk mengerti.
"Nona.bolehkan saya minta tolong.!"
"Apa bik..?"
"Tolong siapkan minuman untuk para tuan tuan."
"Ok.minuman apa.?"
"Anda cuman tinggal menyeduhnya saja.
punya tuan besar tutup hijau.itu teh tradisional kesukaan tuan besar.lalu untuk tuan teh hangat biasa dengan gula sedang tidak manis tidak pahit.kalo punya tuan muda kopi pahit.gulanya jangan banyak banyaknya non.kopinya di tpat paling pojok trus gulanýa tutup warna merah."pesan bibi sebelum pergi membawa beberapa piring hidangan untuk sarapan pagi itu.
Aku membuatkan pesanan bibi.melakukan persis seperti apa yang di katakan bibi.namun aku tidak terlalu memperhatikannya.sehingga salah satu isi dari tempat yang di katakan bibi ternyata isinya berbeda dengan apa yang bibi katakan.
Minuman telah siap.dan aku membawa minuman itu ke meja dengan asap panas dari minuman tersebut masih menguap.
"Bi....." kata ku sambil mengangkat minuman tersebut.menunjukkan jika aku telah menyelesaikan apa yang bibi minta.
__ADS_1
bibi tersenyum dan memberi dua jempol pada ku.
akupun tersenyum dan meletakkan gelas di posisi nya masing masing.
"Makasih Non."
"Sama sama.."
Hanya bibi di dekat ku ini yang selalu berbicara pada ku.sedangkan bibi yang lain tidak ingin berbicara pada ku.hanya sekedar tegur sapa yang dingin.
Semua orang kini mulai terlihat.dan mereka berjalan menuju meja makan.
"Non duduk saja..."
"Emanngnya sudah semua bik.?"
"udah non duduk saja." dan melangkah pergi.
"Vina kamu sudah di sini nak.." kata kakek saat aku hendak menyusul bibi.
akupun menoleh pada kakek dan menghampirinya.
"Kamu sudah bangun dari tadi.?" aku mengangguk.
"Kenapa tidak menemani kakek jalan jalan.itu cukup baik untuk kaki mu yang baru sembuh."
"Maaf kek.saya ke asikan bantu bantu bibi di dapur."
"Dasar kamu ini."
akupun membantu kakek menarik kursinya dan mempersilahkan beliau duduk.
"Kamu tidak seharusnya melakukan ini Vin."
"Gk aapanapa kek.lagi pula saya merasa tak berguna jika tidak melakukan apa apa.
Awas kek sedikit panas..."
peringat ku saat kakek hendak meminum minuman yang tadi aku buat.
__ADS_1
sruuup...
"ah segarnya... ini sudah tidak terlalu panas kok."katanya dengan senyum. di wajah tuanya.
Akupun membalas senyum kakek dengan anggukan.
tampa ku sadari seseorang menatap ku tajam.
dan tak lama kemudian semuanya telah duduk di kursi masing masing.hanya satu orang yang belum terlihat.Arka.. laki laki itu.. enatah sudah bangun atau belum.
"Permisi sebentar kek semuanya.saya susul bibi dulu."
"untuk apa vin.?" tanya heran ayah Arka.
"Seprtinya ada hidangan yang belum siap om jadi saya akan membantu mengambilnya.krna kalo tidak salah tinggal 2 atau 3 hidangan lagi.
permisi..."
"Bik..."
"Non...
"Biar saya yang akan membawa satunya."
"Ok.makasih Non."
bibi pergi terlebih dahulu.sedangkan aku membasuh tangan ku yang baru saja tidak sengaja menyentuh tumpahan masakan tadi.dan dengan cepat aku menyusul ke meja makan.
Bhuuh bhuuh...
TAK...
"Apa apaan ini...?
siapa yang membuat Ini....?"
aku mendengar suara dingin dengan kemarahan itu.aku yang tunggal beberapa langkah lagi ke meja makan menghentikan langkah ku.
Tubuh ku terpaku pada saat itu juga...
__ADS_1