Melupakan Semua (Sang Milyuner)

Melupakan Semua (Sang Milyuner)
Naas


__ADS_3

Aku berjalan meninggalkan gedung perusaahaan pencakar langit.akupun melangkah dengan langkah anggun dan aura tegas ku.menghiraukan meninggalkan teriakan pria yang lebih muda dari ku di lantai teratas gedung tersebut.


Tak ada yang mengenal ku di sini.dan tak ada yang tau siapa aku.mereka hanya tau aku adalah wanita yang masuk bersama putra bungsu pemilik perusahaan dan itu semua krna identitas ku adalah sebuah rahasia.bahkan di saat aku keluar masuk dengan salah satu dri kedua laki2 putra pemilik perusahaan aku akan selalu mengenakan masker,menyembunyikan siapa diriku dri dunia.


jika Aku melihat Gedung yang aku tinggali itu adalah gedung terbesar di negara itu melebihi gedung yang lain.Ini negara baru untuk ku,negara yang baru aku injak hanya Untuk melihat perusahaan cabang di negara itu.Negara As,kota B.


aku melangkah tak tentu arah dengan kaki putih jenjang ku tampa membawa barang2 pribadi.ponsel dan tas segampang tertinggal di sana tampa aku sadari.


"hah..." aku menghembuskan nagas..menatap langit cerah.setelah di fikir2 aku sudah cukup jauh pergi,dan aku merasa haus karna trik mata hari yang lumayan menyengat.


fikiran ku mengatakan aku harus kembali,tapi ini semua kepalang tanggung dan aku juga sangat haus." aku akan menuju restoran terdekat." gumamku melihat ke segala arah mencari tempat yang tepat untuk berteduh,menghilangkan dahaga namun netra ku mengkap seorg pria tua dipinggir jalan.


"Ada yang salah." gumam ku lagi di saat netra ku menangkap sebuah mobil sedang mengincarnya dengan kecepatan tinggi.


"Mungkin aku bisa menolongnya.."


setelah mengatakan itu, aku berlari kencang.mendorong tubuh pria paruh baya yang hampir tertabrak itu namun naasnya malah aku sendiri yang tertabrak...


damn its.. pekik ku dalam hati. ayah,.....


Aaaakh....


aku memejamkan mata dan merasakan sebagian tubuh ku sakit.mungkin terluka parah aku juga merasa pening.hingga pada akhirnya pandangan ku gelap dan akupun tak tau lagi apa yang terjadi.


Braak.....


Tubuh gadis itu melayang terpental beberapa kali sehingga di saat tubuh itu mendarat,banyak darah yang mengalir dri tubuh tersebut namun yang cukup parahnya ada pada kepala gadis itu sehingga...


6jam kemudian...


"Bagaimana dengan ke adaan gadis itu?" tanya pria paruh baya yang hanya luka pada lututnya.pria berumur 70an itu yang baru saja di tolong oleh gadis tersebut.


Seorg dokter dan beberapa suster keluar dari ruangan operasi dengan lesu,membuka masker dan berkata.


" Pasien mengalami luka parah dia kritis.tulang pahanya retak,banyak luka di bagian lengan dan lebih parahnya lagi dia mengalami gagar otak yang membuat pasien di dlam mengalami Amnesia retrograde." jelas dokter sambil membuka kaca matanya.


"Amnesia retrograde?!"


" Benar,Pada kondisi ini, penderita tidak bisa mengingat informasi atau kejadian di masa lalu."


"Kapan ingatannya bisa kembali??"


"Maaf tuan,hal ini masih butuh pemantauan yang lebih detail lagi di saat pasien sadar nanti.jadi..kita akan tau ini bersifat sementara atau permanen."

__ADS_1


Pria tua itu mengangguk.


"Pasien akan di pindahkan ke ruang rawat.jadi anda bisa melihatnya di sana." pria itu hanya diam merasa bersalah.


" Jika begitu saya permisi." dokter dan suster pergi meski tak ada balasan dari pria yang terlihat tak asing baginya.


"Ayah..." sepasang suami istri berlari ke arahnya.dengan wajah cemas si pria memeluk pak tua tersebut dengan sedikit erat.


"Ayah tidak apa apa? apa yang terjadi ayah.?" tanya pria yang lehih muda darinya.


"Abraham,sepertinya ada seseorg yang menginginkan kematian ayah mu ini."


"Maksud ayah?"


"Ayah hampir di tabrak tapi untungnya,seorg gadis menyelamatkan ayah dan gadis itu dlam ke adaan kritis."


"kita beruntung ayah tidak apa apa.? jika masalah gadis itu,kita akan menanggung semua biayanya dan memberinya konpensasi ayah."


"Iya,jika itu di butuhkannya.tapi maslaahnya gadis itu mengalami luka yang sangat parah dan lebih parahnya lagi dia mengalami amnesia Abraham."


"Apa??" kaget sepasang suami istri yang tak lain abraham dan mona.


"Lalu apa yang akan kita lakukan ayah.?"tanya mona pada mertuanya.


"Yang di katakan abraham tadi benar,tapi dia tidak mengingat keluarganya.jadi ayah putuskan untuk membawa pulang setelah gadis itu keluar dari rumah sakit."


"Kenapa? dia penyelamat ku mona.."


"Tapi kan kita bisa memberikan dia rumah dan pengasuh.dan setelah itu kita tak perlu ada hubungan apa2 lagi dengan penolong ayah."


"Apakah semurah itu nyawa ayah mertua mu ini .?" tanyanya tajam.


"Bu..bukan seperti itu ayah.aku hanya takut nanti dia malah meminta yang tidak2."


"Jika benar seprti itu,maka ayah akan memberikan sebagian harta ku pada nya.."


"Ayah tidak bisa begitu.."


"Sudah sudah sudah.ini di rumah sakit kenapa kalian malah berdebat.dan kamu mona,bisa tidak diam saja.aku juga setuju dengan perkataan ayah.krna harta itu bisa di cari sedangkan nyawa tidak bisa di cari." selanya menengahi.abraham memang pria yang suka berfikir logis asalkan semua itu tidak berlebihan menurutnya.dan mengenai memberikan sebagian harta ayahnya,diatak masalah toh itu harta ayahnya bukan hartanya sendiri jadi dia tak ambil pusing.


malam jam.8...


"Kakek.."

__ADS_1


aku panggil kakek ku yang baru aku ketahui dia hampir menjadi korbat tabrak lari.


"Arka..." panggil.sang kakek mengulas senyum tipis melihat kedatangan cucu laki2nya dengan wajah lelah.


"Maaf kakek,aku tidak melihat ponsel ku.aku sangat sibuk hari ini.." sesalnya.


"dasar cucu bodoh.kakek sudah tidak apa2"


"beneran? lalu kenapa kakek masih di sini?"


"Kakek harus menjaga gadis yang menolong kakek.dia mengalami luka parah dan amnesia." tujuknya dengan dagu pada ruangan di depannya.


Aku menghembuskan nafasku pelan,akupun beranjak dan melihat kearah pasien diruang tersebut melalui kaca di pintu.


"Bena benar parah..."


pasien itu kakinya di naikkan sebelah diikat seprti patah tulang,kaki lainnya hanya di perban bagian pergelangannya. juga kepalanya di perban dan kedua lengan juga di perban sebagian.


"Ini benar2 merepotkan.." gumamku.


Aku kembali duduk di samping kakek. " Kakek sebaiknya pulang untuk istirahat,biar aku menyuruh seseorg untuk menjaganya 24jam penuh."


"Tapi kakek merasa bersalah arka.. dia terluka krna melindungi kakek dari sebuah mobil yang sepetinya mengincar kakek.dia bahkan melupakan saiapa dirinya krna menolong kakek."


"Kakek tenanglah.aku akan meminta dokter terbaik untuk merawat dia agar dia bisa pulih seprti sedia kala.dan setelahnya kita akan membelikan rumah untuknya agar dia bisa hidup dengan nyaman."


Kakek melihat ke arahku dengan menggenggam kedua tangan ku,menatapku dengan lekat.aku tau jika dia akan meminta sesuatu yang sulit ku kabulkan.ini jarang terjadi.


"Arkara,berjanjilah pada kakek jika kamu akan menjaganya dan memberinya kebahagiaan seumur hidupnya.berjanjilah pada kakek." pintanya dengan sunguh dan mata berkaca.


Aku menatap dengan bingung,dan melihat kakek yang kelelahan serta berlinang air mata,akupun meng iyakan pernintaan yang mustahil aku kabulkan.'Ini hanya untuk sementara' batinku.


"Baik,akan ku usahakan kek." anggukku dengan ragu.


Kakek tersenyum dengan mata yang mulai terpejam.dia mulai tertidur namun gumaman terakhir yang aku dengar membuat tubuh ku menegang.


"Nikahilah dia,setelah dia benar2 sembuh Arka,kakek mohon."


Deg.



(selvina arkara charm/ K....M...F) 22thn

__ADS_1



(Arkara Eartten Chram) 26thn


__ADS_2