Melupakan Semua (Sang Milyuner)

Melupakan Semua (Sang Milyuner)
Dalam pencarian


__ADS_3

Pembukaan perban hanya di temani oleh tuan besar charm,arka tidak bisa datang karna sedang sibuk di luar negri yang baru di ketahui telah berangkat kemaren sore...


Ada rasa sedikit kecewa yang aku rasakan,tapi aku pun tak berharap banyak dengan semua yang aku dengar kemaren malam itu benar.


Untuk saat ini aku hanya bisa bertahan hidup... menata dan berdiri tegak di waktu dan tempat yang tak pernah ada dalam ingatan ku.


"Jika sakit, bilang ya nona.." kata dokter yang sedang membuka perban di kedua tangan kepalaku.


kakek charm duduk dan menunggu dengan antusia di samping ranjang ku.memberi kekuatan pada diri ku yang sebatang kara..


"Luka sudah kering dan hanya meninggalkan sedikit bekas,jadi tinggal di olesin salep setiap saat maka kulit anda akan kembali halus ke sedia kala.." katanya setela membuka semua perban kecuali di bagian kaki.


"hmm.. makasih dok.lalu untuk kaki saya..? apakah baik2 saja.?" tanyanya khawatir.


"semuanya baik2 saja nona,kami sudah melakukan operasi pada kaki anda yang patah dan semuanya berjalan lancar. hanya saja setelah ini anda harus melakukan latihan jalan kembali."


" lalu kapan perban dan gips di kaki saya di lepaskan.?"


" Nanti setelah nona mulai bisa berjalan lagi."


aku diam tak berkata lagi.. aku melihat bekas bekas luka di kedua tangan ku,dan melihat bekas luka di kening ku melalui cermin yang telah di siapkan suster.. akupun meraba wajah ku yang tak pernah ku lihat sejak membuka mata..


jadi sepeti ini wajah ku.'


batin ku.. menatap tabjuk wajah cantik ku sendiri.meski da bekas luka hal itutak menggangunya.. benar2 sempurna tampa polesan mack up.


"bolehkan saya keluar.. saya bosan."


dokter mengangguk." tentu boleh nona.. biar suster yang akan menemani anda.."

__ADS_1


"Trimakasih dan maaf merepotkan." kayanya sopan.


"tidak ini memang seharusnya nona.seharusnya setelah nona sadar kami membawa nona jalan2 hanya saja mental nona yang sedikit terguncang membuat kami memilih membiarkan nona di kamar dan ber istirahat.namun sekarang krna nona sudah menerima nya dengan perlahan maka biarkan suster membawa nona untuk jalan jalan."


aku memgangguk pelan.


Akupun di dorong keluar kamar dengan kursi roda oleh suster.. suster yang selalu ada di saat saya membutuhkaanya..seprtinya suster ini memang di perkerjaan hanya untuk merawat ku.


Entah kamar ku ini ada di lantai berapa,krna dengan lorong sepi hanya ada beberapa orang di lantai ini.saat aku memasuki lift akupun baru tau jika lantai di mana kamar ku berada adalah lantai teratas.. kamar VVIP.


sampai di lantai utama..di sana cukup ramai dengan para pengunjung yang sedang melakukan pengantrian mereka.sambil berbincang dan tertawa.. membuatku ikut tersenyum tampa sadar...hingga akhirnya aku melewati mereka semua dan menuju ke taman.


Aku memejamkan mata,menghirup udara taman dan menikmati panas mata hari di pagi hari yang sudah lama tak ku rasakan secara langsung.


"Enak.." gumam ku meski udara di sana tak terlalu sejuk.


suster,apakah kamu di perkerjakan khusus untuk ku? karna selama ini seprtinya hanya kamu yang selalu datang ke ruangan ku."


aku diam memahami. " Trimakasih maaf merepotkan."


"Tidak.ini sudah kewajiban saya.anda tidak perlu berterima kasih pada saya nona,sayalah yang harus berterima kasih dengan saya yang menjadi perawat pribadi anda..saya mendapatkan bayaran lebih besar dari biasanya.. dengan begitu saya bisa membayar beberapa biaya sekolah adik dan anak2 saya." kata suster berumur 30an itu.


"Anda sudah berkeluarga.?"


"Ya,namun sayangnya tidak bertahan lama.hanya lima tahun saja."


"Oowh maaf,tidak seharusnya saya menanyakan itu."


"tidak apa2 nona.. dengan bercerita kita bisa mengurangi beban kita bukan.?!"

__ADS_1


aku mengangguk.


"pernikahan saya hancur karna orang ketiga.. namun sebelum mantan suami saya pergi,dia sempat bilang jika dia sudah lelah hidup bersama dengan saya hanya untuk membiayai sekolah kedua adik saya,apalagi di tambah anak kami yang baru saja memasuki sekolah.awalnya saya menolak tapi dia malah menyiksa kami berhari2 yang di jadikan tontonan oleh selingkuhanya hingga pada akhirnya saya menyerah dan pergi.


tampa saya ketahui jika saya sedang mengandung anak kedua kami.tragis bukan! tapi saya tetap berjuang sehingga akhirnya saya bekerja di sni untuk mendapat biaya hidup kami.dan anak ku yang kedua sudah berusia dua tahun saat ini.dia di temani adik pertama ku yang baru saja berenti sekolah stelah lulus sekolah menengah atas.. dia bilang dia tidak ingin merepotkan saya lagi..sayapun tak bisa memaksa kehendaknya.."


Susterpun terus bercerita yang sesekali di tanya2 oleh ku krna penasaran.hari ini aku mulai banyak ber interaksi..dan menikmati suasana di rumah sakit.


"Dia sudah mulai banyak bicara tuan besar.."


"hmm.semoga saja hal ini terus berjalan.."


"Ya,semoga saja.


namun tuan besar! apakah anda akan benar2 menjodohkan nona dengan tuan muda.?"


"Ya,hanya dengan itu aku bisa menjadikannya kelurga ku.dia adalah gadis baik namun naasnya dia malah terluka dan melupakan semua kehidupannya krna menolong pria tua ini."


dokter pun hanya bisa mengangguk mendengar perkataan tuan besar charm.


"Apakah anda sudah mencari kembali infomasi tentang nona.tuan besar.?"


"Sudah.. bahkan melalui fotonya juga tidak ada hasil.. "


"Benar2 misterius.beliau seperti orang yang baru tiba di negara ini yang di jaga ketat keamanan informasinya."


"hmm..aku juga merasa bagitu,tapi orang2 ku juga sudah mencari data tentangnya di semua negara,dan hasilnya.." tuan besar mengakhiri perkataannya dengan gelengan kepala.


Sore menjelang malam.aku sudah kembali ke dalam kamar rawat ku setelah melihat2 rumah sakit besar ini.akupun merasa lelah yabg membuat ku ingin sekali tidur.namun sayang Aku tidak bisa tidur secara langsung,aku tidak nyaman dengan tubuh ku yang terasa lengket.

__ADS_1


Tettttt...


..._________________________🌱_________________________...


__ADS_2