Melupakan Semua (Sang Milyuner)

Melupakan Semua (Sang Milyuner)
Rencana pemulihan


__ADS_3

tepat pada jam 7malam,tuan besar charm dan putranya Abraham telah berjalan di koridor rumah sakit menuju ruang vvip di mana gadis penolong tuan besar charm di rawat.


Ya mereka baru saja mendapat kabar jika gadis itu telah siuman.


sebenarnya gadis itu telah sadar 4 jam yang lalu,tapi pihak rumah sakit tidak ingin buru2 mengabari tuan besar charm..dia tau jika beliau butuh istirahat apalagi dengan tubuh rentanya itu.


"Jangan membuat gadis itu kaget..,bicaralah pelan2.." peringat dokter levi yang menunggu.yang di jawab anggukan kecil oleh kedua pria yang berbeda usia itu.


Klek


pintu terbuka membuat gadis lemah itu mengalihkan pandangannya dari luar cendela yangtertutup gorden.


" Hallo sel.. kamu sudah sadar sayang.?" tanya ramah tuan besar charm pada gadis itu.


yang di sapa hanya terdiam heran.tidak mengerti siapayang di panggilnya,diapun tidak menyadari jika dirinyalah yang di panggil.maklum..yang namanya amnesia dan baru sadar seringkali hanya diam tak merespon.Gadis itu hanya berbaring tidak berdaya seperti mati namun masih bernyawa..


" syukurlah, kamu sudah siuman.bagaimana..apa kamu merasa baikan.?" imbuh tuan besar charm.duduk pada kursi di samping ranjang pesakitan.


"Nak... jangan takut,kami adalah keluarga mu.." kata tuan abraham yang ikut berkata karna gadis penolong ayahnya tak jua bersuara.


"Keluarga..?" kepalanya miring dengan pelan. " Tapi aku tidak ingat dengan kalian..,aku..aku melupakan semua kehidupan ku." air matanya mulai luruh.


"Aku..aku ini siapa..?" hiks hiks...


"Hey,sudah sayang jangan sedih.maaf jika kami datang terlambat,seharusnya kami menunggu mu di sni..." ucap tuan besar Charm mengelus pucuk kepala gadis itu dengan sayang dan pelan sebab kepala gadis itu masih di perban.

__ADS_1


"Denģarkan kakek mu ini.Kamu adalah Selvina calon menantu papa Abraham dan calon cucu menantu ku.kamu mengalami kecelakaan beberapa bulan lalu dengan kedua org tua mu di saat kamu akan berkunjung ke rumah untuk menghadiri pesta yang sedang di laksanakan." Kata tuan besar charm dengan raut sendu krna merasa bersalah telah membohongi penolongnya.


"Ayah,jangan sedih.biar aku yang bercerita. " sela abraham yang mengetahui kesedihan sang ayah.


" Nak,ayah mu adalah putra dari mendiang sahabat cucu ayah ku,.kakek ini... kakek mu dan beliau bersahabat dengan baik krna kakek mu adalah org baik yang berteman dengan beliau tampa niat buruk sehingga mereka merencanakan untuk menjodohkan anak2 mereka kelak namun sayangnya anak2 nya laki2 semua..pihak dari kakek mu adalah ayah mu dan pihak dari ayah ku adalah aku.jadi beliau pun memutuskan untuk melanjutkan perjodohannya pada cucu mereka yaitu kamu dan putra ku.saat ini putraku tidak bisa datang krna sibuk.tapi waktu2 sebelumnya dia selalu di sni menemani mu." ceritanya bohong.


"Lalu,kedua orang tua ku?" tanyanya bingung...dia tak banyak merespon krna meski hilang ingatan ke waspadaan nya menjadi lebih tajam lagi.percaya tak percaya dia berusahan untuk menyesuaikan diri....untuk.saat ini kedua pria beda usia inilah yang menemuinya,dia akan melihat kedepannya siapa lagi yang akan datang untuk melihatnya.


"Maaf... mereka meninggal di tempat kejadian..kami turut berduka cita.." kata abraham menunduk sedu.. dia juga merasa bersalah krna telah membohongi gadis di depannya itu.gadis lemah krna menolong ayahnya.


Gadis itu hanya diam dengan air mata yang menetes satu satu... meski tidak 100% percaya tapi gadis itu sedih dengan ke adaannya.. lupa akan siapa diri sendiri.


Dokter yang memantau diluar akhirnya memilih masuk di saat melihat keadaan itu..dia takut takut pasiennya akan histeris seperti siang tadi..


"Perbannya sudah bisa di buka..?"


"Iya, krna ini sudah 6bulan lebih dan sudah memnag waktunya untuk di buka perbannya."


mengangguk dengan senyum."syukurlah.. " seru keduanya.


"Besok.saya akan datang untuk melihatnya dan menemaninya." ucap tuan besar charm.


Abraham melihat gadis itu dan mengelus kepalanya pelan.


" Maaf..besok saya tidak bisa datang krna harus pergi ke luar negri.Maaf ya nak.." katanya lembut.

__ADS_1


"Besok aku akan meminta pada Akra untuk datang menemui mu."


"Ya..biarkan anak itu menemani kakek dan tunangannya yang sudah siuman." seru tuan besar charm.


"Baiklah.. sekarang nona istirahat..besok bangunnya biar segar dan kita akan membuka perban2 di tubuh nona lalu membicarakan tentang kelanjutan perawatan untuk pemulihannya.." gadis itu hanya masih mengunci mulutnya dan memejamkan mata dengan diujung matanya masih ada bulir air mata.


"Mari tuan besar charm.dan tuan abraham."


akhirnya ketiga laki2 beda usia itu keluar.. meninggalkan kamar rawat pribadi itu dengan.pelan hingga hening kemudian.


"Maaf tuan besar dan tuan abraham.. memang begitulah reaksi orang yang mengalami amnesia... dia hanya bisa membisu sebelum menerima dan percaya dengan semuanya.."


"Tidak apa2 dok.. kami memakluminya...kalo begitu mohon bantuannya untuk pemulihan gadis itu ya dok.."


"tentu tuan..saya akan mengerahkan perawatan terbaik untuk semua pasien2 saya.."


Malam semakin gelap.. sunyi dlam gedung rumah sakit samakin terasa hanya ada sesekali suara langkah kaki atau suara perbincangan seseorang yang di pastikan jika itu adalah suara para perawat dan dokter yang bertugas di waktu malam hari...


aku mulai memejamkan mata.. tak bisa memaksakan diri untuk mengingat semua yang sudah di lupakan yang membuat rasa sakit di kepala semakin menjadi yang akan membuatnya tak sadarkan diri..lagi..


...🍂🍂🍂...


akan lama lagi Upnya...


tapi jangan bosan2 untuk menunggu...

__ADS_1


__ADS_2