Memoria: Mencari Memoriku Dalam Game!

Memoria: Mencari Memoriku Dalam Game!
Chapter 3: “Maintenance”


__ADS_3

‘Akan kubunuh mereka berdua.’


^^^*Dari sini, cerita akan berubah-ubah POV!*^^^


Suara angin yang melewati pepohonan hijau saat itu memberikan kedamaian pada map yang sedang para player lewati untuk melakukan bermacam quest milik mereka. Awan yang bergerak mengikuti arah mata angin, tempat burung melintas yang sesekali mati di tengah jalan karena cengkraman aliran shadow tampak sekilas terlihat, berasal dari player yang membunuhnya.


Terdapat banyak player yang bekerja sama untuk dapat menyelesaikan quest secara cepat, namun tak sedikit juga yang memutuskan untuk menyelesaikannya sendiri. Ada juga yang hanya duduk termenung di atas bukit, menatap luasnya map yang berwarna hijau sejauh mata memandang.


Tiga player baru saja memasuki map itu, salah satu gadis memegangi dahinya dan mengusapnya sesekali. Dua player lainnya sibuk membicarakan quest yang akan dilakukan bersama, hingga akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk membentuk party bersama.


Lelaki berambut hitam berpalet putih bernama Davis itu selesai berdiskusi dan kini ia berkata, “20 burung, 5 rusa. Aku yakin kalian berdua bisa meng-handle 20 burung. Aku akan ambil rusa. Bye-bye.”


“Tapi kau tak bisa—“


Davis berlari ke arah selatan sebelum Elliot selesai berbicara.


“—meninggalkan kami begitu saja,” lanjut Elliot dengan suara pelan. Ia berbalik dan menemukan Myra dengan mata terfokus pada panel melayang di depannya, ia tersenyum-senyum sendiri dan terlihat seperti orang kurang waras. Merasa dirinya ada yang memperhatikan, ia melirik ke arah Elliot, lalu melirik kesana kemari. “Hm? Kemana Davis?”


Elliot menghela nafas dan berbalik untuk kembali berjalan, Myra pun mengikutinya.


Myra’s POV


“Jadi… nama ID-mu Elliot ya,” ucapku akhirnya, setelah 5 menit berjalan tanpa suara. Manusia patung pahatan di sebelahku ini nampaknya tak suka bicara, bahkan caranya menjawab banyaknya hanya dengan anggukan saja. Aku menghela nafas, kembali menendang batu yang sedari tadi menemani perjalananku menuju ke tengah map. Aku rasa keberadaan batu ini lebih baik daripada pria pirang di sebelahku ini. Ya tapi tetap saja, keduanya hanyalah batu. Takda yang bisa menemaniku ngobrol. Mereka sama saja.


‘Davis kemana sih?’


Yang sedang dicari langsung muncul di notifikasiku, begitupun dengan milik Elliot. Kurasa ia memberikan pesan party. Aku dan Elliot lantas membuka panel kami masing-masing, membaca isi pesan darinya.


‘Oi. Aku harus pergi, ada yang harus kuselesaikan di dunia nyata.’


’20 burung dan 5 rusa. Aku sudah membunuh 5 rusa, kalian kemana saja sih?’


Ish. Dia kira itu mudah? Sedari tadi aku dan Elliot berjalan menatap langit dan masih belum ada satupun burung yang muncul. Kurasa ada bug atau semacamnya.


‘Aku akan kembali jam 5 sore. Myra, jangan mati.’


Dengan sedikit tawa, aku menutup panel milikku. Davis selalu saja berlebihan.


“Kenapa kau biarkan dia lakukan itu?”


Akhirnya pria patung pahatan itu berbicara. Aku harus menatap wajahnya dengan kepala yang sedikit menengadah keatas. Sial, dia tinggi sekali.


“Biarkan apa? Siapa?” kujawab pertanyaan miliknya dengan pertanyaan lagi.


Tapi ia kembali terfokus lagi dengan panel melayang miliknya, dan ia menjawab, “Davis. Tadi dia menyakiti dahimu kan? Kenapa kau biarkan?”


Aku menarik kedua alisku keatas, terkejut dengan pertanyaannya. Kenapa dia menanyakan hal itu? Kukira dia tak memperhatikannya sama sekali.


Aku menopang tangan kiriku pada pinggangku, dengan sedikit tawa dan lambaian tangan aku menjawab, “Ahaha, itu? Bukan apa-apa kok. Dia memang suka seperti itu. Sudah biasa.” Elusan di dahiku membuatnya melirikku dengan bola mata dengan iris biru miliknya.


Ia sedikit memiringkan kepalanya ketika ia bertanya, “Bukankah kau Red Shadow? Kau harusnya lebih kuat dari dirinya kan?” Nampak senyum jahil samar-samar terlihat dari bibirnya sebelum akhirnya ia kembali fokus dengan panel melayang miliknya.


Apa pria batu ini baru saja bercanda?


Aku menatapnya dengan tidak percaya, lalu kukatakan, “Kau lucu sekali. Aku dan Davis? Tentu saja dia lebih kuat dariku, aku bahkan tak bisa—”


Mengapa… aku tiba-tiba teringat akan sesuatu?


“Tak bisa apa?”


Cengkraman di leherku tak bisa kulepaskan. Tatapan matanya yang dingin membuatku takut untuk mati. Lagi dan lagi. Berapa kali ia akan membunuhku? Apa yang harus kulakukan untuk membuatnya berhenti melakukan ini? Aku tersiksa. Bagaimana jika aku kehabisan pil itu?


“Jadi? Apa kau akhirnya akan membayar apa yang telah kau lakukan?”


Pandanganku kabur dan aku tak bisa bernafas. Tapi aku masih berusaha sekuat tenaga untuk bisa membalas perkataannya.


“Ma-mati saja kau k-ke neraka!”


“Hei, Myra?”


Jentikkan jari di depan wajahku membuat nyawaku serasa kembali setelah ingatan itu perlahan hilang. Padahal kukira itu sudah sangat lama, tapi ternyata masih bisa kembali muncul.


“Kau kenapa?” Tanya Elliot yang memperhatikanku dengan seksama. Aku merasa sangat aneh diperhatikan seperti itu, akupun membuang muka darinya. “Tidak. Bukan apa-apa,” jawabku pelan. “Kau sudah menemukan mobs yang harus kita bunuh?” Tambahku, mencoba untuk mengalihkan perhatiannya tanpa melihat wajahnya.


Ia menjawab dengan sedikit suara dari dalam kerongkongannya.


Aku tak mengerti, apakah hanya bilang ‘iya’ itu sulit?


Aku pun mengangguk pelan, sedikit menggigit bagian dalam bibir bawahku. Rasanya sedikit awkward ketika bermain dengan player baru. Tapi memang sudah sejak lama aku tidak benar-benar bermain seperti ini. Dan lagi bermain quest? Yang benar saja. Apa sebenarnya rencana Davis? Biasanya kita hanya mengikuti plan Z untuk menipu orang. Apa ini?


Ya… tapi aku penasaran.

__ADS_1


“Ah, tapi sebelum itu.”


“Ya?”


Dengan sedikit lirikan padaku, ia kembali melihat panelnya dan mengeluarkan beberapa ramuan dalam bentuk botol. Apakah dia akan memberiku sesuatu?


“Ubah warna matamu. Sepertinya kau kehabisan waktu pemakaiannya.”


Aku mengedipkan mataku sebanyak dua kali, tak sadar akan hal itu. Biasanya Davis yang memberitahuku, atau jika tidak, pastinya terdapat notifikasi tentang item penampilan yang telah habis masa berlakunya, tapi apa ini?


Sibuk mencari notifikasi itu di panel melayangku yang mungkin saja kulewatkan, pikiranku juga melayang kemana-mana. Apakah Davis mengatakan sesuatu tentang mataku? Kenapa pria ini juga memperingatiku karena mataku kembali berwarna merah? Kemana perginya notifikasi appearance mataku yang sudah habis?


Tiba-tiba aku mendengar Elliot berkata, ”Ah, kau cari notif ya? Kurasa sebentar lagi maintenance. Biasanya suka seperti itu kan? Kau tau… bug.”


“Maintenance?!”


Mataku terbelalak mendengarnya. Bagaimana aku tak ingat akan jadwalnya? Kurasa Davis juga tak ingat, karena tidak mungkin dia meninggalkanku begitu saja.


“Lihat. Kita menemukannya,” Elliot menyentuh pundakku, membuatku sedikit kaget dan terpaksa ikut melihat yang ia tunjuk di langit. Ternyata alasan burung-burung itu tak muncul juga pasti karena maintenance di depan mata. Bug jadi dimana-mana.


Masa bodoh. Mati ya mati. Aku sudah tak peduli lagi.


Dengan satu klik pada panel melayangku, juga potongan jumlah koin milikku, warna mataku kembali berwarna hijau.


“Kau siap?” Tanyanya.


“Siap untuk apa?” Tanyaku balik dengan bodohnya. Aku baru tersadar saat melihat Elliot yang siap dengan api shadow miliknya di telapak tangan kirinya. Dengan panel kecil yang muncul di mata kanan miliknya, ia terlihat fokus ketika membidik salah satu burung di langit saat itu.


Api shadow berwarna biru. Tak aneh menjumpai warna biru. Mungkin itulah sebabnya ia memilih mata asli berwarna biru, sangat cocok dengan karakter miliknya.


|•Charisma: White Blast •|


Dan dengan satu mantra itu, lingkaran berwarna putih tiba-tiba muncul dan mencengkram burung itu hingga terlihat panel darah milik burung itu kosong. Burung itu berhenti terbang dan berubah menjadi abu berwarna hitam sebelum menyentuh tanah. Notifikasi 1/20 muncul pada panel kami.


“Kau akan diam saja?”


“Hah? Ah, i-iya.”


Aku membuka panelku dan menarik panahan dari item list-ku. Elliot tertawa dan berkata, “Kau serius? Ini hanya burung, bahkan levelnya jauh lebih kecil dari kita.”


Aku tau, menggunakan api shadow akan lebih mudah dan cepat, apalagi level mob ini sepertinya jauh dariku. Tapi aku tak mendengar perkataannya dan mengambil 3 anak panah sisa farming ku sebelumnya.


Ah, aku lupa. Semua itemku di rumah. Hanya ini yang tersisa.


Satu… Dua…


Aku kesulitan mencari yang ketiga. Hingga akhirnya aku sepertinya menemukan satu sedang bertengger di atas ranting pohon yang tak jauh dari kedua bidikanku sebelumnya.


Oke. Tiga.


|•Eternal: Arrow Shots•|


Kulepaskan ketiga anak panah itu yang melesat tinggi menuju tiga sasaranku. Warna api shadow hitam samar-samar menyertainya dan aku mengumpat dalam hati karena meskipun menggunakan panah ternyata warna shadow ku masih terlihat. Walaupun tak terlalu terlihat. Kuharap Elliot tak melihatnya.


“Hitam. Tingkatan terendah.”


Aku menepuk jidatku dan menutup mataku.


Ah, sial. Yang benar saja.


Tapi notifikasi memuaskanku, karena terlihat disana 3/20 burung telah dibunuh. Itu artinya semua panahanku berhasil! “Yash!” Aku diam-diam merayakannya dengan kepalan tangan.


“Myra.”


“Ya?”


Aku berbalik dan menatap Elliot dengan senang, namun ia masih memasang muka batu. “Satu panahanmu tak kena. Kau tak ingat salah satunya adalah hasilku yang pertama?”


Oh… benar juga.


Setelah kulihat kembali dan memastikan, ternyata benar. “Lalu… kemana satu lagi—“


BRUGH!


Pertanyaanku terjawab oleh suara bantingan yang cukup keras tak jauh dari kami. Hal itu membuatku berbalik untuk menemukan beruang yang terlihat marah karena anak panah yang tertancap pada telinga kirinya. Yap, anak panah milikku.


Sial.


Aku meneguk ludah ketika melihat icon berwarna ungu di sebelah bar darah beruang, menandakan beruang itu adalah mini boss. Benar, haha. Mini boss. Akan sangat mudah mengalahkannya, lihat saja, anak panahku tadi hanya mengurangi 0.09% bar merah darah miliknya.


“Hmm… sepertinya dia marah,” ucap Elliot dengan tenang. “Kau ambil ya. Aku harus pergi.”

__ADS_1


HAH


“Hei-hei! T-tak semudah itu! Bukankah kita satu tim?!” Ucapku dengan mata yang masih menatap beruang itu, seperti layaknya ia akan hilang dalam sekejap dan tiba-tiba ia bisa saja berada di sebelahku untuk membunuhku. Apa lagi kan? Itu mini boss! Sudah pasti punya berbagai trik aneh dan luar biasa juga ngeri yang akan membunuhku dengan cepat!


“El?”


Aku berbalik untuk melihat Elliot dengan panelnya yang masih terbuka, tangannya menyentuh dagu, “Maintenance dalam satu menit. Tinggal log out saja. Apa susahnya?”


“T-tidak! Bunuh dia bersama sebelum log out oke? Kita akan—“


“Myra. Aku ada urusan lain. Aku harus keluar sekarang.”


“Tapi—“


“Dah.”


Aku menarik lengan bajunya yang langsung menghilang sekejap mata karena seluruh tubuh miliknya telah hilang di depanku. Wajahku yang shok hanya bisa terdiam ketika melihat beruang di di belakangku mulai mendekat, bersamaan dengan suara notifikasi pengumuman bahwa maintenance akan segera berlangsung.


“Ha. Akan kubunuh mereka berdua.”


...****************...


...Chapter's notes:...


...- Party: grup yang dapat terdiri dari 4 orang, quest bisa diselesaikan secara bersama jika player bersama dalam satu party....


...- Appearance Time: berbagai jenis penampilan memiliki batas waktu pemakaian, notifikasi akan muncul satu menit sebelumnya....


...- Maintenance: pembaharuan sistem game, biasanya akan memakan waktu cukup lama, seluruh player diwajibkan untuk keluar game atau seluruh peraturan yang mereka atur dalam panel akan kembali menjadi default, bahkan beberapa item terkadang hilang termakan maintenance....


...- Bug: semacam error yang biasanya muncul jika maintenance semakin dekat....


...****************...


...Sedikit notes tentang job!...


...~Job terpilih sesuai dengan api shadow yang dimiliki oleh setiap player.~...


...|Paladin|...


...Menggunakan skill matrial dan memberikan damage dengan menggunakan senjata yang dialiri shadow. Terkenal dengan kekuatannya yang besar dalam bertarung dan keterampilannya memanfaatkan senjata....


...|Ninja|...


...Melawan tanpa sihir ataupun aliran api shadow. Menyerang dengan latihan keterampilan matrialnya sendiri....


...|Minstrel|...


...Pemberi buff. Tanpa buff dari makanan apapun, jika minstrel ada dalam party, maka buff akan melimpah....


...|Althea|...


...Penyembuh. Terampil dalam menyembuhkan dan beregenerasi baik untuk diri sendiri atau orang lain....


...|Necromancer|...


...Berhubungan dengan sihir. Pekerjaan ini membutuhkan kecerdasan penuh untuk mengingat mantra....


...|Freelancer|...


...Pengguna seluruh job. Jarang orang yang bisa menguasai seluruh job di dalam game ini. Jikalau ada, hanya beberapa skill yang bisa mereka kuasai....


...Sedikit notes tentang api shadow!...


...~Api shadow dipilih secara acak oleh sistem dalam game di awal setelah tutorial game selesai. Player tidak dapat mengubah warna api shadow mereka, terkecuali mereka membuat karakter baru.~...


...Tingkatan bayangan...


...|•Ungu•|...


...Ungu menduduki peringkat pertama dalam game ini karena derasnya api shadow yang dapat mereka gunakan. Warna ini merupakan persyaratan untuk menjadi seorang paladin karena api shadow ungu memudahkan pemain untuk mengalirkannya ke senjatanya. Minstrel juga merupakan pekerjaan yang membutuhkan api shadow ungu....


...|•Biru•|...


...Biru peringkat kedua. Karena penyihir membutuhkan aliran api biru yang tak kalah derasnya dari api ungu untuk kemampuan magic seperti telekinesis dan clairvoyance....


...|•Hijau•|...


...Hijau berada di peringkat ketiga dalam game ini. Api shadow ini terhubung dengan mantra penyembuhan untuk althea....


...|•Hitam•|...

__ADS_1


...Hitam merupakan tingkatan terbawah dengan kekuatan terlemah. Kelebihannya, api ini dapat digunakan untuk senjata apa pun dan pekerjaan apa pun di dalam game. Dibutuhkan seseorang yang bisa menguasai seluruh job alias freelancer....


...****************...


__ADS_2