Memoria: Mencari Memoriku Dalam Game!

Memoria: Mencari Memoriku Dalam Game!
Chapter 5: “The Lost Child”


__ADS_3

^^^‘Balaskan dendamku dan bawakan wanita itu pada ibuku.’^^^


Myra’s POV


Kurasakan sesuatu yang empuk mendarat di atas kepalaku ketika aku baru saja melangkahkan kakiku. Seketika wajah seorang ibu dan perasaan hangat menyelimuti seluruh tubuhku, membuatku sangat rindu padanya, membuat kaki ini melangkah sendiri untuk menemuinya.


Aku yakin itu yang Elliot rasakan saat ini ketika ia memasang topi kelinci itu. Tapi ekspresinya yang tak berubah sama sekali membuatku penasaran dan kutanya dirinya, “El, apa kau merasakan sesuatu?“


Ia terdiam sejenak, lalu menjawab, “Benar. Ada sedikit mantra sihir pemberi false memory dan perasaan aneh pada topi ini. Kurasa siapapun yang menggunakannya akan terkena sihir itu.”


Kumiringkan kepalaku ketika aku kembali bertanya, “Lalu kenapa kau tidak terkena mantra sihir itu?”


Yang kutanya berbalik dan menunjukkan api shadow biru miliknya di tangan kirinya, “Kurasa tanpa kau sadari bayanganmu terikat oleh pelaku sebelum ia memasangkan topi ini. Magic ini kuat, tapi seperti rapalan sihir lainnya, kita harus tetap mengikat bayangan musuh terlebih dahulu,” jelasnya, yang kujawab dengan anggukan.


Ikatan shadow. Seperti namanya, seluruh job di game ini bisa mengaktifkan serangan yang memiliki aliran shadow dengan satu syarat. Player harus menyentuh shadow atau bayangan musuh baik menggunakan anggota tubuh mereka ataupun dengan serangan mereka. Hal ini tak perlu dilakukan, terutama oleh para ninja yang hanya mengandalkan matrial arts dan senjata non-shadow mereka. Tetapi seluruh serangan akan meningkat berkali-kali lipat ketika seseorang telah mengikat shadow milik musuh. Apalagi untuk para penyihir atau necromancer, mengikat shadow musuh adalah suatu keharusan di awal battle, karena semua serangan mereka banyaknya non-weaponary dan pure menggunakan magic. Kurasa itulah yang musuhku telah lakukan, menyebabkan diriku terperangkap oleh mantra topi itu.


Kupukul pelan dahiku beberapa kali dengan kepalan tanganku, mencoba untuk mengingat-ingat hal lainnya yang hasilnya nihil. Takda satupun yang bisa kuingat selain Elliot meninggalkanku dengan beruang yang dengan lahap memakanku.


Tangan yang mendarat di atas kepalaku membuat pikiranku buyar, kutatap pemilik tangan itu yang sedikit memberiku senyum kecil, “Sudah. Jangan terlalu banyak berpikir.”


Tapi aku meraih tangan itu dan membuangnya, “Ini penting, Davis. Aku yakin ini ada kaitannya dengan ibu pemberi quest itu. Kau tau sendiri kan ibu itu tak mudah memberi quest?”


Karena NPC pemberi quest yang tidak sembarang memiliki arti quest itu memiliki teka-teki atau riddle yang tersembunyi. Semakin mudah quest diberikan oleh NPC semakin kecil hadiah yang didapatkan. Sebaliknya, semakin sulit quest terbuka, semakin besar hadiahnya. Hal ini terbukti dari ibu kemarin yang beberapa kali melontarkan pertanyaan “Apakah kau melihat anakku?” tapi ketika kukatakan ‘quest’ dia tak menjawab apapun. Panel quest biasanya muncul ketika player mengatakan ‘quest’ pada NPC. Tapi tidak dengan ibu ini.


Hal ini sebenarnya membuat kami para player bisa mendapatkan uang dengan sangat mudah, karena sebenarnya ada lebih dari ribuan quest tersembunyi yang dibawa oleh para NPC yang terlihat biasa-biasa saja.


Beberapa darinya terbuka oleh hanya beberapa player saja, sisanya jarang sekali ada yang membuka, apalagi jaman sekarang orang berpikir mendapatkan uang dengan mudah hanyalah dengan farming mati-matian, atau orang yang agak pintar akan memainkan harga pasar, dan yang paling pintar akan melakukan scam dan menipu orang. Seperti aku hehe.


“…dan aku yakin kita bisa mendapatkan jackpot dari quest ini. Bagaimana menurutmu?”


Davis mengelus dagunya, mulutnya sedikit maju ke depan setelah kujelaskan situasinya. “Heh. Aku mengajarimu dengan baik ya,” ucapnya bangga. Elliot hanya mendengarkan dengan seksama, kedua telinga kelinci dari topi yang ia kenakan bergerak kesana kemari membuatnya nampak sangat aneh.


Ah, sedari tadi aku memakai itu? Memalukan.


“Hipotesa yang bagus.”


Aku mengerutkan dahiku pada Elliot, “Hipo… apa?”


Dengan satu kepalan tangan yang didaratkan di telapak tangan, Davis berkata, “Yosh kalau begitu, kita kembali ke enchan itu!”


Aku tersenyum lebar mendengarnya. Elliot di sebelahku meraih topi yang ia kenakan, tapi aku menghentikannya. “Eh, apa yang kau lakukan?” Ia hanya menatapku dengan kedua matanya yang sayu. “Kenapa?”


“Kau harus memakainya. Kita butuh hadiah itu!” Ujarku.


“Dan aku harus memakainya? Apa yang— tunggu…” kulihat mata sayu itu sedikit membesar ketika ia menyadari keadaannya. Aku hanya tersenyum dan berkata, “Benar. Aku mau kau pura-pura jadi anak hilang itu!”


...----------------...


“Kau yakin akan hal ini?”


Kami bertiga hanya tinggal beberapa langkah lagi dari ibu merchant yang nampak duduk sendirian di sebelah dagangannya. Ketika orang lalu lalang, bukannya menawari apel di sampingnya, ia malah menanyakan ‘anak’nya, seperti biasanya.


Aku melirik kesana kemari sebelum akhirnya menarik tangan Elliot ke arah yang berlawanan dari ibu itu, “Hei, kemana kau—“


“Permisi, kau kenal dengan orang ini?”


Kakek pedagang itu menatapku, lalu bergiliran menatap Elliot di sebelahku yang berusaha untuk menghindari eye contact. “Apa yang kau lakukan?” bisiknya.


“Ah, benar. Kau anak yang hilang, bukan?”


Jawaban itu membuatku tersenyum puas. “Ibumu mencarimu setiap hari, dia ada disana,” tambahnya, yang membuatku semakin puas, artinya trik topi itu memang berhasil.


“Ah, baiklah. Terima ka—“


Kalimat Elliot terputus, bersamaan dengan kedua bola matanya yang nampak bersinar dan dua telinga kelinci dari topi itu berdiri tegak. Seluruh tubuhnya membeku di tempat dan aku pun menarik ujung lengan bajunya, “El?” panggilku.


Ia melirikku dengan ekspresi aneh sembari berkata, “I-ibu?”

__ADS_1


“Ha?”


“Myra? Dimana ibuku?”


Elliot berbalik dan berlari menuju arah ‘ibu’ yang ia maksud. Aku hanya berdiri disana dengan mulut ternganga.


“Seseorang menginjak bayangannya,” ucap Davis yang tiba-tiba saja datang. Ia menunjuk dengan kepalanya ke arah seorang anak kecil dengan jubah berwarna coklat yang nampak tak asing untukku. Ia berbalik, lirikan mata oranye miliknya membuatku teringat bahwa ia adalah anak yang mengambil scrunchie milikku pagi ini.


Aku yang baru saja melangkah maju ditarik tangannya oleh Davis, “Hei, bagaimana dengan Elliot?”


“Urus dia. Ambil hadiahnya sebagai hasil penemuan anaknya, aku harus mengejarnya.”


Dan tanpa mendengarkan ocehan lain yang datang dari mulutnya, aku langsung pergi mengejar anak itu.


...----------------...


Kali ini aku takkan mungkin kehilangannya, aku masih bisa melihat tubuh mungilnya di balik jubah coklat itu yang terus berlari mengelilingi map kota ini. Aku sedikit kelelahan, tapi hal itu tak menghentikanku dari berlari mengejarnya. Hingga akhirnya ketika aku sampai di ujung map dimana portal ada di depan mata, dia tiba-tiba menghilang.


“Teleportasi?” Tanyaku pada diriku sendiri.


Aku mengelap keringatku dengan bagian belakang tanganku yang langsung terserap dengan sarung tangan hitam milikku. Rasanya sia-sia mengejarnya jika aku kehilangannya disini. Tapi apa yang dia inginkan hingga dia menarikku sampai sini? Apa benar tadi dia yang menginjak bayangan Elliot hingga dia terkendalikan oleh topi itu?


Pertanyaan yang terus menerus berlarian di kepalaku terhenti seketika saat notifikasi muncul di panelku. Pemberitahuan bahwa kita mendapatkan quest dan menyelesaikannya di saat itu juga setelah panel itu muncul membuatku terheran-heran. Namun mataku terbuka lebar ketika aku menemukan jumlah uang yang cukup banyak masuk ke dalam tasku. Judul dari quest itu adalah ‘The Lost Child’.


Panelku tertutup ketika terdapat kehadiran seseorang di depanku. Aku kembali pada posisi tegakku dan nafasku kembali normal ketika kutemukan anak kecil itu di depanku.


Dia berjalan mendekat, tangan mungilnya meraih sesuatu dari balik jubahnya. Banyak sekali yang kupikirkan dan aku sempat berancang-ancang untuk mengambil belati di belakangku. Apa dia akan mengeluarkan mantra aneh lainnya? Apa dia akan menyerangku?


Aku sudah memegang ujung belati milikku untuk mengeluarkannya dari sarungnya ketika kutemukan dirinya mengeluarkan sesuatu yang familiar untukku.


“Ah! Scrunchie-ku!” Ucapku terkejut ketika ia meletakkannya di telapak tanganku yang terbuka. Kudekatkan wajahku pada scrunchie itu, memastikan takda tipuan mantra apapun lagi.


Tapi aku terhenti ketika anak itu membuka tudung kepala dari jubah yang ia kenakan. Rahangku menggantung terbuka ketika melihat mata dan rambut miliknya yang sama seperti ibu merchant yang mencari anaknya.


“Kau…”


Suara langkah kaki yang mendekat bahkan tak membuatku beralih dari menatap anak itu. Hingga akhirnya aku mendengar, “Quest: Concealed.”


“Lalu anak ini?”


Pandanganku beralih lagi pada anak itu, kini panel quest berwarna emas terbuka di depannya. ‘The Lost Child pt II: Revenge’ terpampang disana.


Aku menutup mulutku tak percaya, “Quest lanjutan?!”


Di dalam hati aku berjingkrak-jingkrak ria karena kuyakin quest ini akan memberikan hadiah yang sangat besar. Jika part I saja sudah memberiku uang sebanyak ini, bagaimana dengan part II?! Takda hal yang membuatku sebahagia ini semenjak hari dimana aku berhasil scamming salah satu pemain dan mendapatkan jackpot karena yang ditipu sangat kaya raya. Aku bahkan tak perlu mengeluarkan energi yang banyak ataupun uang, juga aku tak perlu khawatir ketauan scamming jika yang kulakukan saat ini benar, mengerjakan quest. Wah, aku seperti player teladan sekarang.


“Quest: Concealed!” teriakku dengan lantang, karena aku tau detail tentang quest akan diberikan ketika seluruh anggota party telah mengatakannya. Hal ini biasanya tak diperlukan jika quest masih berada di tahap awal, seperti yang dilakukan Davis tadi, ia pasti membuka quest tanpa membutuhkan aku dan Elliot mengatakannya, karena ia adalah party leader. Tapi anak itu masih tersenyum membatu dengan panel yang masih melayang tanpa adanya progress.


“Hee? Kenapa?”


Davis mengumpat dan memijat dahi, “Oh sial. Elliot.”


Ku berbalik dan menemukan Elliot disana, nampak kebingungan melirik kesana kemari. “Paman Davis, kapan kita pulang? Aku rindu ibu,” ucapnya, sembari menarik ujung baju milik Davis.


Aku menahan tawa, “Oi, Davis. Kau tega sekali! Kau masih belum membuka rapalannya?” Tawaku keluar sesaat setelah pertanyaan itu terlontar.


Davis beralih padaku dan berkata, “Kau saja yang coba. Aku mau tau latihanmu selama ini menghasilkan apa.” Seringai itu membuat tawaku terhenti.


Aku mengerutkan dahi dan membuka mulutku untuk protes, tapi takda yang keluar ketika Davis melipatkan kedua lengan di depan dada, dagu pun ia angkat.


“Sebentar, ba-bagaimana jika anak ini tiba-tiba hilang?”


Tapi hal itu tak direspon apapun oleh Davis ketika aku melirik kembali anak itu yang diam bergeming. Dia sepertinya memang akan tetap berdiri disitu hingga seluruh anggota party mengatakan kuncinya, yakni perkataan ‘Quest: Concealed’. Kutatap lagi Davis yang hanya mengangkat kedua alisnya, kuyakin yang dia katakan adalah ‘Tunggu apa lagi?’


“Mari kick Elliot dari party saja!”


“Mari kick Elliot dari party saja!”

__ADS_1


Aku menggigit bibir bawahku ketika kalimat itu berteriak di dalam pikiranku, tapi aku merasa bersalah ketika ia sudah menjadi tumbal sebagai anak di quest pertama. Aku tak punya pilihan lagi.


Dengan helaan nafas dan putaran bola mataku, aku berjalan memutari Elliot, hanya untuk menginjak bayangan dirinya yang kuikat. Terlihat bayangan miliknya menjadi berwarna putih seperti glitch dalam seperkian detik sebelum akhirnya kembali menjadi hitam.


Aku mengambil ancang-ancang dan membuka api shadow di tangan kiriku. Kulempar api itu dan membuatnya mendarat pada telunjukku, kemudian kuarahkan api itu untuk melayang di depanku. Kusatukan kedua tanganku, kututup mataku untuk memberikan kefokusan pada keberadaan Elliot dan api biru nya yang dapat kurasakan di dalam tubuhnya. Terdapat api oranye yang mengitari seluruh tubuhnya, mengikat seluruh shadow miliknya. Namun inti dari shadow oranye itu terdapat di satu bagian, dan bagian itulah yang perlu kulepaskan.


Setelah kutemukan, kutarik nafas dalam-dalam dan kukatakan mantra pelepasnya.


|•Eternal Shadow: Seal Break•|


Kubuka mataku, kutemukan Elliot yang masih terdiam dengan kepalanya yang miring, menatapku kebingungan. “Apa yang kau lakukan, Myra?”


“Berisik.”


Kututup lagi mataku, dahiku berkeringat karena dua, tiga, dan empat rapalan sudah kucoba tapi masih tak menghasilkan apapun.


“Masih belum tuh. Sini biar aku saj—“


“Berisik! Biarkan aku.”


Aku menyatukan kedua tanganku lebih rapat hingga yang kelima kalinya kuteriakkan dengan keras rapalan pembuka segel itu. Akhirnya kudengar suara familiar yang biasa kudengar jika segel seseorang terbuka.


“Yash!” Aku mengepalkan kedua tanganku dan tersenyum lebar ketika melihat Elliot mengusap matanya sembari berkata, “Argh. Kalian keterlaluan, “ lalu diraihnya topi itu dan kini rapalan itu telah rusak sepenuhnya.


“Aku bisa kan? Davis? Aku—“


Aku terhenti ketika melihat api shadow berwarna ungu berada tepat di depan Davis. Hanya dengan jentikan jari ia menghilangkan api shadow itu. Ku yakin itu juga yang ia lakukan pada saat tadi aku mencoba untuk ke-lima kalinya merusak mantra itu. Bibirku mengkerut kesal.


“Davis. Yang benar saja!”


“Daripada buang-buang waktu. Sudahlah,” ia menarik Elliot yang masih menggaruk kepalanya dengan wajah yang terlihat lelah, “El, ucapkan ‘Quest: Concealed’ pada anak ini.”


Yang disuruh terlihat kebingungan tapi masih tetap melakukannya. Akhirnya panel itupun bersinar, lalu mata dan mulutku terbuka lebar ketika banyak panel-panel muncul, memberikan detail beserta gambar-gambar dimana kita sedang dalam progress menyelesaikan quest pertama. Elliot dan Davis sedikit tertawa ketika melihat gambarku yang tersenyum lebar mengangkat dua apel di tanganku dengan topi bodoh itu. Tsk, Elliot belum lihat dirinya saat menggunakan topi itu.


Aku tertawa puas yang sedikit kulebih-lebihkan ketika akhirnya kutemukan gambar dirinya yang memeluk ibu merchant dengan sangat senang. Tapi ekspresi miliknya di panel berikutnya malah membuatku berkata “Aww…” dibandingkan meledeknya. Lalu terdapat panel-panel baru yang menunjukkan banyak jalan dan deskripsi tentang quest selanjutnya.


“Terima kasih telah menggantikanku menjadi anak ibuku!” Hal itu tiba-tiba terlontar dari mulut anak yang sedari tadi hanya tersenyum, membuatku sedikit kaget.


“Dua, tiga, dan empat kali percobaan untuk kabur dari ibuku! Aku hanya ingin bermain di tempat baru dan mengejar impianku untuk menjadi seora—“


“Skip.”


Hal itu membuatku melirik Davis dengan tatapan kesal, sementara ia hanya mengangkat bahu. “Kelamaan,” ucapnya tak acuh.


“Hingga saat ini terhitung nol peserta yang telah menyelesaikan quest ini! Selamat karena telah menjadi yang pertama! Selanjutnya! Misi kedua dari The Lost Child!”


Anak yang terlihat riang itu kini tiba-tiba saja memberikan tatapan yang tajam dan serius. Keadaan sekitar kami menjadi lebih mencekam, bersamaan dengan panel-panel emas yang perlahan pudar, berubah menjadi warna hitam.


“Balaskan dendamku. Bawakan pelaku yang telah membunuhku pada ibuku.”


“Bunuh?! Memangnya kau sudah ma—“


Kutatap anak itu yang kini berubah menjadi setengah transparan.


Jadi selama ini kita mengejar hantu?


Tiba-tiba saja satu panel muncul dan mataku terbelalak melihat foto itu.


“Balaskan dendamku dan bawakan wanita ini pada ibuku.”


Itu fotoku. Saat aku berpura-pura menjadi Red Shadow.


“Hidup ataupun mati. Bawa dia dan dapatkan imbalannya.”


...****************...


...Chapter notes:...

__ADS_1


...- Ikatan shadow. Sebelumnya sudah dijelaskan! Mantra milik seluruh job (kecuali non-aliran shadow: ninja) akan menjadi lebih kuat efeknya jika bayangan musuh disentuh oleh player! Hanya disentuh? Bukan hanya disentuh ataupun diinjak! Tapi bisa saja aktif jika terkena efek serangan lainnya yang mengenai bayangan musuh (contoh akan diberikan di chapter 'Problem fixer: Marriage!)...


...- Seal break. Mantra untuk bisa lepas dari ikatan shadow. Bisa dilakukan oleh siapapun dengan warna api maupun job apapun. Dibutuhkan konsentrasi yang tinggi untuk bisa melakukannya. Semakin kuat player yang menyentuh bayangan, semakin sulit merusak ikatan shadownya....


__ADS_2