Menaklukan SangKaisar Berhati Es

Menaklukan SangKaisar Berhati Es
3.Kehidupan Baru Menjadi Permaisuri


__ADS_3

~#~


setelah itu Ibu Suri,Kaisar Zhang dan Permaisuri kembali kekediaman permaisuri di Paviliun Anggrek,sedangkan yang lainnya kembali ketempat masing²Ibu Suri"Anakku apa kau tidak apa² apakah ada yang sakit"


(sambil memperhatikan tubuhmu)


An Lien"Aku tidak apa² bibi"


*BTW Permaisurinya aku tulis namanya aja yah*


"Oh iya bibi dimana Qisheng dan Qiaofeng" sambung An Lien


Ibu Suri"Tenang saja tidak lama lagi mereka akan dihukum kau tidak usah khawatir"


An Lien"Apa...!!!"


Ibu Suri"Ada apa sayang"


An Lien"Mereka tak bersalah bi,Qifan lah yang ingin membunuh aku bi....,percayalah Qisheng dan Qiofeng tidak bersalah bi percayalah padaku"(kata An Lien sambil berlutut)


Ibu Suri"Bangunlah anakku,bibi percaya padamu,tapi benar kah yang kau katakan itu "


An Lien"Apakah aku pernah berbohong pada mu bi..."(jawabnya sambil berdiri)


*sedangkan kaisar Zhang hanya membatu melihat mereka berdua berbincang-bincang,kaisar merasa tak terima diacuhkanpun berdehem dan mulai angkat bicara yang membuat suasana tersebut berubah*


Ehhemm...


Ibu Suri"Ah,ibu lupa kalau disini masih ada Zhang²"


Kaisar Zhang"Kalau begitu cepatlah bergegas sebelum mereka dikenakan hukuman"


An Lien"Ah,iya Bibi ayo cepat kesana"


Kaisar Zhang merasa selalu diabaikan "Apakah aku terlihat seperti angin"(katanya tak terima,dengan wajah datarnya)

__ADS_1


Merekapun yang berada didalam ruanganpun terkekeh kecil,melihat lucunya tingkah Kaisar Zhang yang cemburu


An Lien"Baiklah kalau begitu Kaisar Zhang,dan Bibi ayo cepat kita kesana"


(kemudian An Lien menarik Kaisar Zhang karena tak mendapat jawaban)


An Lien"Hey ayo cepat jangan bengong saja"


*Kaisar Zhang yang tangannya ditarik oleh Permaisurinya,muka dan telinganya langsung memerah,


Ibu Suri yang menyadari anaknya yang mulai bisa menerima wanita rasanya bahagia tak seperti dulu wanita yang menyentuhnya saya dihukum 20kali pukulan.


Ibu Suri pun sengaja berjalan perlahan dibelakang mereka agar mereka bisa berdua sedangkan pada dayang dan pengawal berada dibelakan ibu suri*


sesampainya dia Aula tersebut,pas sekali ada seorang pengawal yang sudah bersiap memenggal kepala Qisheng.


An Lien"Berhentiii....!!!"


??"Permaisuri..!!"


Ibu Suri"An Lien,Qisheng dan Qiaofeng Bibi minta maaf karena telah menuduh kalian ber2 saat itu aku benar² terbawa emosi"


An Lien"Tidak bi.. ini bukan salah bibi"


Qisheng dan Qiaofeng"Iya Ibu Suri ini juga salah kami berdua"


Ibu Suri"sudahlah kalian istirahat dulu"


Qisheng dan Qiaofeng"Baik ibu Suri, Permaisuri dan Kaisar kami undur diri"


*Mereka ber3 hannya mengangguk*


Kaisar Zhang"Pengawal panggilkan pelayan Qifan kesini"


pengawal"baik yang mulia"

__ADS_1


******


Sedangkan Qifan yang mengira bahwa dia akan diberi penghargaan dengan pedenya dia bermakeup tebal dan pertama ia datang ke aula.


dia melihat sekeliling nya tidak ada mayat Qisheng dan Qiaofeng disitu tapi dia tak memperdulikannya ia pertama2 memberikan salam kepada Ibu Suri dan kaisar dengan hangat,ibu suri dan kaisar pun hanya mengangguk sedangkan saat memberikan salam kepada permaisuri ia menatap permaisuri dengan tatapan sinis,permaisuri yang mengerti akan tatapan Qifan langsung menamparnya.


Plakk...!!


semua orang yang ada disana sangat kaget begitu juga Ibu Suri dan Kaisar Zhang, kemana permaisuri yang mereka kenal baik,lembut,dan penakut.


Yang berada didepan mereka seakan-akan bukanlah permaisuri yang sama dengan yang dulu dari tatapan dan tingkahnya.


Qifan"Yang mulia permaisuri apakah yang saya telah lakukan sehingga permaisuri menampar saya yang tak berdaya"


An Lien"hengg... kau masih berpura-pura tak tahu,kau berusaha meracuniku"


*semua orangpun kaget melihat permaisuri bilang begitu,karena sangat marah Qifan mengeluarkan maki makiannya untuk permaisuri"


Qifan"Kau hannyalah permaisuri yang tak berguna"


"benar",kata seorang wanita dari sebrang sana yaitu selir shu(selir shu hannya selir umum yang tak dianggap)"kau hanya permaisuri rendahan,lemah dan tak berguna"


prajurit"beraninya kau menghina permaisuri apakah kau tahu huku...."


*belum sempat ia melanjutkan kata²nya tiba².


awan dilangit menjadi gelap tanda bulan sabit dikening permaisuri berubah menjadi merah begitupula pupil matanya yang berubah menjadi warna merah*


Bersambung.....


######


hallo,hallo,hai kak


makasih yah udah suport karya aku jangan lupa follow,like,tip, dan motivassinya ya kak☺

__ADS_1


Terimakasihbanyak😁🙏🙏🙏


__ADS_2