Mencari Identitas

Mencari Identitas
1. Black Hole


__ADS_3

Di lautan yang luas, terdapat kapal perang besar berwarna putih, berlayar menerjang ombak laut yang bergelombang.


Kapal perang besar berwarna putih itu berlayar mendekati ke arah kapal nelayan yang sudah di target kan.


Sedangkan para nelayan yang melihat ada kapal sedang mendekat ke arah kapal mereka, mereka segera berkumpul untuk melihat nya, jumlah mereka berkisar sepuluh orang.


Setelah kapal perang sudah mencapai lokasi kapal nelayan, para Pasukan Tentara berjumlah 5 orang melompat ke kapal para nelayan dan 2 di antara mereka, melakukan penyisiran ke dalam kapal.


Melihat para Tentara melompat ke kapal mereka, seorang nelayan menghampiri salah satu Tentara dan bertanya "Ada yang saya bantu pak" tanya nelayan itu.


"Hanya pemeriksaan rutin, kalian semua diam di tempat" Ucap salah satu Prajurit, mereka yang mendengar nya hanya mengangguk patuh dan menutup mulut dengan rapat, terlihat jelas wajah mereka yang pasrah.


Tidak lama kemudian dua orang Prajurit keluar dari lumbung kapal sambil mengangkat keranjang berisi ikan, dan salah satu dari mereka segera melapor "Kapten, kami telah menemukan barang haram yang di sembunyikan di dalam tumpukan ikan ini" Ucap salah satu Prajurit, memberikan laporan ketika tiba di hadapan kapten.


Kapten tidak langsung menjawab, menyapu pandangan dan melihat para nelayan dengan wajah garang "Amankan pelaku dan kapal, kita kembali ke Markas" Ucap sang Kapten dari atas kapal perang, tanpa mengalihkan pandangan nya.


"Siap laksanakan" Ucap semua Prajurit.


Dengan demikian para pelaku di arahkan berjalan satu persatu di atas papan kayu yang menjadi penghubung antar dua kapal.


Umpatan dan makian menggema di benak mereka yang meratapi kesialan.


Para pelaku di masukan ke dalam penjara sementara di dalam lumbung kapal, dan segera kapal perang melaju memutar arah, kembali ke Markas. sedangkan kapal nelayan beserta barang bukti nya di amankan oleh lima Prajurit dan mengikuti kapal perang dari belakang.


.


.


.


.


.


Di dalam lumbung kapal yang kotor, terdapat jeruji besi yang di dalam nya berisi berkisar sepuluh orang, mereka duduk melingkar seperti sedang berdiskusi.


"Ketua, bagaimana ini" tanya salah satu dari mereka, dan yang lain mengangguk kan kepala, mempertanyakan hal yang sama.

__ADS_1


Seorang yang di panggil Ketua, tidak langsung menjawab, tetapi seringai licik terpatri di bibir nya dengan tangan merogoh ****** *****, mengambil sesuatu.


"Kalian tidak perlu khawatir, dengan ini mereka tidak akan memiliki barang bukti untuk menentukan berapa lama kita di penjara" Ucap sang ketua dengan telapak tangan yang terbuka dan di atas nya terdapat remote yang hanya memiliki satu tombol. sebesar jari jempol orang dewasa.


"Hahaha Ketua emang pintar" Ucap salah satu dari mereka, dan semua nya tertawa bahagia, hanya salah satu dari mereka yang memiliki sorot mata tajam dan wajah berang sambil mengepalkan tangannya dengan kuat, menatap kesal ke arah orang yang di panggil Ketua oleh mereka.


"Jangan berisik, nanti mereka curiga, bersikap seperti biasa nya saja" Ucap ketua menghentikan tawa mereka, dan mereka seketika terdiam dengan senyum puas terpasang di wajah mereka.


Orang yang di panggil Ketua oleh mereka langsung menekan tombol dan setelah itu meremas dan menghancurkan, demi menghilangkan jejak kejahatan nya.


.


.


.


.


.


Kelima Prajurit hanya terdiam, melamun dengan lamunan nya masing-masing, dan menjadikan suasana sunyi yang hanya di isi suara deru mesin, seketika tiga Prajurit yang ada di belakang kapal terkejut kaget mendengar suara ledakan di bagian depan kapal.


Boom..!


Seketika mereka reflek melompat ke laut, ketika mereka melompat kapal langsung meledak, menghancurkan kapal dan ke tiga Prajurit terpental jauh terkena gelombang kejut dari ledakan.


Salah satu Prajurit yang terkena gelombang kejut ledakan, diri nya tersenyum ketir karena tidak bisa menggerakkan tubuhnya, karena merasakan kesakitan di seluruh tubuh nya, dengan demikian tubuh nya terus tenggelam.


Di tengah tubuh nya yang terus tenggelam, tangan kanan nya merogoh saku, mengambil sesuatu dan menggenggam nya dengan erat, sambil bergumam di dalam hati "Apakah aku akan mati" gumam nya dalam hati sambil memejamkan mata mengenang masa-masa indah di kehidupan nya.


Tangan nya yang menggenggam sesuatu dengan erat, mengakibatkan terluka dan mengeluarkan darah, meskipun telapak tangan nya terluka dirinya tetap menggenggam nya.


Entah di sadari nya atau tidak, seketika di belakang tubuh nya terbentuk pusaran air yang di tengah bagian pusaran nya berwarna hitam legam dan menyedot tubuh nya masuk ke dalam.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Sedangkan para Prajurit dan Kapten yang berbeda di dalam kapal perang besar, begitu mendengar suara ledakan mereka segara menuju asal suara ledakan dan melihat kapal yang di dalam nya berisi barang bukti telah meledak.


Semua Prajurit langsung bergegas menurunkan sampan kecil untuk mencari rekan mereka yang di tugaskan membawa kapal nelayan, tetapi dari lima orang Prajurit yang di tugaskan, mereka hanya menemukan 4 Prajurit yang di antaranya.


2 orang Prajurit dalam kondisi luka luka, 2 orang Prajurit dalam kondisi tidak bernyawa dan 1 orang Prajurit di nyatakan menghilang setelah di lakukan penyisiran di sekitar pulau selama 7 hari


Meskipun tidak memiliki barang bukti, tetapi masih ada seorang inteljen yang menyamar di antara mereka, dari inteljen itulah pihak keamanan kelautan mendapatkan informasi penyelundupan dan juga informasi kejahatan mereka yang meledak kapal menggunakan pendali jarak jauh.


Dengan demikian, kejahatan Serapi apapun pada akhirnya akan tetap terbongkar juga, karena tidak ada kejahatan yang abadi, yang ada hanya kebenaran yang hakiki.


.


.


.


.


.


Di tempat yang sejuk dan asri, pepohonan menjulang tinggi dengan kabut yang menyelimuti nya. Di padang rumput yang hijau tergeletak tidak sadarkan diri seorang Pemuda dan tidak lama kemudian sesosok berupa Roh Kakek Tua melayang mendekati nya.


Setelah tiba di depan Pemuda yang tidak sadarkan diri, Roh Kakek Tua itu menatap dengan heran pemuda itu dan bergumam "Bagaimana dia bisa sampai ke tempat ini" gumam Roh Kakek Tua itu sambil melihat dari atas kepala hingga ujung kaki dan kembali lagi ke atas kepala.


Dengan tubuh yang transparan dan wajah Tua nya, sosok Roh Kakek Tua itu mengitari tubuh Pemuda yang tergeletak tidak sadarkan diri sambil mengelus jenggot nya, merasa aneh dengan barang dan pakaian yang dikenakan oleh Pemuda itu.


Meskipun begitu, sosok tersebut tetap membawa nya pergi, dengan mengangkat tangan nya yang transparan dan seketika tubuh Pemuda itu terangkat keatas dan mengikuti sosok kakek Tua itu pergi di sebelahnya.


Roh Kakek Tua itu membawa nya menuju goa yang berada tidak jauh dari sana, setelah sampai di dalam goa, Roh Kakek Tua itu membaringkan tubuhnya di atas dipan batu seukuran manusia dewasa dan mulai melepaskan alat - alat yang tidak di kenali nya, setelah itu mulai mengobati nya dengan energi spiritual yang keluar dari telapak tangan nya yang di arahkan nya pada tubuh Pemuda itu.


...--------------------------------...

__ADS_1


__ADS_2