Mencari Identitas

Mencari Identitas
7. Siluman


__ADS_3

Zigen saat ini sedang berdiri di atas burung elang, untuk mencari pemukiman terdekat dan juga tidak ada lagi hewan jenis burung yang menggangu perjalanan nya.


Tiba-tiba saja terdengar suara ledakan dan Zigen melihat asap di kejauhan, "Seperti nya di sana sedang ada pertarungan, Aku ingin lihat seperti apa penduduk dunia ini bertarung" Ucap Zigen dan meminta elang terbang ke arah asap yang membumbung tinggi ke langit.


Ketika sampai, Zigen tidak langsung turun, tetapi melihat pertarungan dari atas langit "Hewan Laba - laba jenis apa itu" gumam Zigen, melihat Laba - laba berkaki delapan dan setengah tubuh nya menyerupai manusia Pria Paruh Baya.


Barda yang berada di dalam Ruang Cermin Pembalik, berteriak kaget "Itu Siluman.!" jerit Barda dan berkata, "Jika kau ingin tau keberadaan portal, kau harus menangkap nya.?"


Mendengar kata Portal, Zigen berkata "Baiklah, tapi setelah ini Aku perlu penjelasan dari mu" Ucap Zigen dan melompat dari atas panggung burung elang, dan burung elang mengejarnya "Kawan kau tunggu di daerah sini, nanti Aku akan memanggil mu kembali" Ucap Zigen.


.


.


.


.


.


Sedangkan di padang rumput, telah terjadi pertarungan antara Siluman Laba-laba berwajah sangar dan kumis yang putih melambai lambai tertiup angin, melawan sepuluh Pendekar berpakaian senada berwarna biru dan terdapat lambang Api berwarna merah di punggung mereka.


Para Pendekar itu bertarung bersama hewan tunggangan mereka, berupa harimau berwarna kuning ke emasan dan terdapat corak merah di tubuhnya, harimau itu memiliki tinggi sebahu orang dewasa.


Di tengah pertarungan, seorang Pendekar berkata "Ketua, selama ini Siluman itu telah menyembunyikan kekuatan aslinya, ternyata dia telah memiliki lebih dari seribu Lingkaran Energi Spiritual " Ucap salah seorang Pendekar.


"Pantas saja dia terlihat bermain main -


Belum selesai sang ketua menyelesaikan perkataannya, terdengar suara dari atas langit, semua Pendekar dan juga Siluman Laba-laba mendongakkan kepala mereka.


Di atas langit, mereka melihat Pemuda berpakaian serba hitam dan juga berambut hitam yang panjang tergerai tertiup angin sedang terjun ke arah mereka.


"Semuanya mundur" teriak Zigen, dan ketika tubuh nya mencapai tanah, debu mengepul.


Zigen yang telah berada di tengah-tengah pertempuran, langsung mengarahkan telapak tangan nya dan mendorong nya ke depan, tiba-tiba saja tercipta Energi Spiritual berbentuk tapak dan mendorong jauh Siluman Laba-laba yang setinggi berkisar empat meter.


Semua Pendekar yang melihat aksi nya kaget dengan mata melotot dan sebelum ada yang menjawab nya, Zigen berteriak.


"Maaf Aku ada urusan dengan nya" Ucap Zigen menatap semua orang yang ada di sekelilingnya dan langsung bergegas ke arah terpental nya Siluman Laba-laba.


"Badik kematian memanjang lah" gumam Zigen sambil melempar Badik kematian yang telah di persiapkan nya, bilah Badik memanjang satu meter dan rantai yang juga memanjang, menyerang Siluman Laba-laba.


"Ketua apa kau mengenal nya" tanya salah satu dari mereka, yang menyaksikan aksi Zigen.


"Tidak" Jawab Ketua itu dan berkata kepada semua bawahan nya yang telah berkumpul di sekelilingnya.


"Sebaik nya kita tidak menggangu nya dan melihat apa yang akan di lakukan oleh nya, sepertinya Pemuda itu utusan dari kekaisaran" Ucap orang yang di panggil Ketua oleh mereka, dan mereka mengangguk mengerti.


Sedangkan Siluman Laba laba yang terkena serangan angin milik Zigen, berteriak marah "Sialan, kau menggangu kesenangan ku" ucap Siluman Laba-laba itu berkata marah sambil menghindari serangan Badik Kematian Zigen, dan membalas serangan Zigen.

__ADS_1


"Diam di tempat" Ucap Siluman Laba-laba itu, membuka mulutnya lebar-lebar dan jaring Laba-laba yang lebar keluar dari dalam mulutnya dan menyerang Zigen.


"Kau yang diam di tempat" balas Zigen sambil memutar Rantai dan menghalau jaring Laba-laba.


"Hm" Zigen bergumam mendapati Rantai nya bergumpal menempel di jaring Laba-laba.


"Kena kau" Ucap Siluman Laba-laba menembak jaringan nya kembali, melihat jaring Laba-laba kedua, Zigen menyalurkan Api ke Rantai Badik kematian agar terlepas dari jaring Laba-laba, dan menghancurkan jaring Laba-laba yang kedua menggunakan Badik kematian.


"Kau yang kena" balas Zigen, dan berlari berputar mengelilingi tubuh Siluman Laba-laba sambil menghindari setiap serangan Siluman Laba-laba, Zigen memotong kedelapan kaki nya.


"Arg..! Manusia brengsek" Siluman Laba-laba mengamuk sejadi-jadinya karena kedelapan kakinya telah terpotong semuanya.


Menyeret tubuhnya menggunakan tangan, Siluman Laba-laba mencoba menangkap Zigen menggunakan tangannya dan jaring yang keluar dari mulutnya.


Menghindari setiap serangan membabi-buta dari Siluman Laba-laba, Zigen mendapatkan kesempatan untuk menancapkan bilah Badik ke tubuh nya tanpa mengenai titik vital nya dan Rantai Badik kematian melilit tubuh Siluman Laba-laba.


.


.


.


.


.


.


Mereka tidak percaya apa yang telah mereka lihat dan bertanya-tanya, bagai mana bisa di usia yang begitu muda memiliki kekuatan tempur layak nya monster tua.


Meskipun Zigen terlihat hanya memiliki tujuh ratus Lingkaran Energi Spiritual, tetapi mereka tidak bisa melihat Daun Kehidupan yang telah memiliki kapasitas tiga ribu lebih Lingkaran Energi Spiritual, jadi secara tidak terlihat, Zigen memiliki kekuatan tiga ribu lebih Lingkaran Energi Spiritual.


.


.


.


.


.


"Manusia lepaskan Aku, atau Aku akan mencabik-cabik mu" Ucap Siluman Laba-laba mencoba membebaskan tubuhnya yang terlilit Rantai Badik kematian.


Siluman Laba-laba menjadi panik karena tidak bisa lagi menembakkan jaring nya, karena Zigen telah mengunci jalur Energi Spiritual yang berada di tenggorokan nya.


Tidak mendengar teriakkan nya, Zigen berkata "Katakan dimana letak Portal Teleportasi.? tanya Zigen, dan semua orang yang melihat Siluman Laba-laba tertangkap, mereka mulai berdatangan ke arah Zigen.


"Portal apa yang kamu maksud, kamu jangan membuat lelucon Manusia bodoh" Balas Siluman Laba-laba.

__ADS_1


Belum sempat Zigen kembali berbicara, seorang yang di panggil ketua berdiri di samping nya dan berkata.


"Anak muda terimakasih telah membantu kami" Ucap orang itu dan memperkenalkan diri nya "Nama ku Jigur, siapa nama mu Anak muda..? Tanya Jigur.


"Nama ku Zigen "Ucap Zigen melihat sebentar ke arah Jigur dan melihat ke arah Siluman laba-laba kembali.


"Jangan berkilah, katakan sebelum kesabaran ku habis" Ucap Zigen sambil menarik Rantai Badik kematian dan Siluman Laba-laba menjerit kesakitan.


Jigur juga ikut bertanya "Katakan di mana keberadaan orang-orang yang kalian culik, apa tujuan kalian sebenarnya" Ucap Jigur, semua Pendekar bawahan Jigur yang berjumlah sembilan orang mempertanyakan hal yang sama.


"Kalian tidak akan mendapatkan informasi apapun dari ku" Ucap Siluman Laba-laba itu dan tertawa dengan gila.


"Benarkah" Ucap Zigen, tangan kanan menggenggam erat Rantai Badik kematian dan tangan kiri terangkat ke atas, tercipta banyak tombak yang terbuat dari Angin.


"Aku akan lihat, berapa lama kamu akan bertahan" Ucap Zigen dan tombak Angin sepanjang satu meter melesat ke arah Siluman Laba-laba.


Belum sempat tombak Angin sampai ke arah Siluman Laba-laba, tubuhnya tiba-tiba bergetar dan tak lama kemudian tubuh nya terdiam tidak ada gerakan.


"Eh..?, Apa yang terjadi..??" Ucap Zigen, heran melihat tubuh Siluman Laba-laba yang telah menutup matanya dan wajah nya menunduk lemas.


"Sepertinya dia telah menelan racun yang tersembunyi di dalam mulutnya" Ucap Jigur, menjawab kebingungan Zigen.


Zigen hanya mengangguk kan kepala dan berkata " Senior apa kau tau di mana letak Portal" tanya Zigen sambil menarik Rantai Badik kematian dan tubuh Siluman Laba-laba terbelah menjadi dua.


"Itu yang saat ini sedang kami selidiki" Ucap Jigur dan bertanya "Apakah kamu pasukan yang di utasan oleh Yang Mulia Kaisar..?"


"Tidak, Aku seorang pengelana" Ucap Zigen.


Jigur mengangguk mengerti dan berkata "bagaimana jika Junior ikut kami kembali ke Akademi" Ucap Jigur, dan Zigen mengangguk menerima undangan nya.


Sedangkan para Pendekar bawahan Jigur mencari sesuatu yang berharga di mayat Siluman Laba-laba dan setelah itu membakar nya agar tidak menimbulkan penyakit, setelah selesai mereka menaiki Harimau Api tunggangan mereka.


"Ayok kau naik dengan ku" Ucap Jigur dan menaiki Harimau Api yang menjadi tunggangan nya, Pendekar yang lain juga menaiki Harimau Api milik mereka.


"Terimakasih atas tawaran nya, tetapi Aku punya tunggangan ku sendiri" Ucap Zigen, mendongak kan kepala nya ke atas langit dan bersiul kencang.


Tak lama kemudian, Burung Elang berwarna coklat dengan corak biru di bulu nya dan sepasang sayap nya sepanjang satu meter, terbang menghampiri Zigen dan mendarat di depan nya.


"Senior, Aku akan mengikuti mu dari atas" Ucap Zigen sambil melompat dan duduk di atas punggung burung elang.


"Baiklah, ayo berangkat" Ucap Jigur dan mereka semua pergi meninggalkan lokasi kejadian yang berada di tengah hutan.


.


.


.


.

__ADS_1


.


...--------------------------------...


__ADS_2