Mencari Identitas

Mencari Identitas
4. Seperti Cacing


__ADS_3

Barda saat ini sedang menjelaskan kepada Zigen, jika ingin keluar dari Ruang Cermin Pembalik, harus memiliki kekuatan karena dunia tempat Zigen sekarang berada, kekuatan adalah segalanya, Barda juga menjelaskan jika ingin kembali ke dunia tempat nya berasal, harus mencari portal teleportasi.


Mendengar penjelasan Barda, Zigen segera bertanya "Di mana portal itu..? Ucap Zigen dengan menyalak, mendekat ke wajah Barda.


"Aku tidak tau" Ucap Barda, acuh tak acuh, seketika Zigen tertegun dan menatap mata Barda, mencari kebenaran dan bergumam dalam hati "Dia tidak berbohong"


Tidak menghiraukan raut wajah Zigen, Barda bertanya "Kenapa kau ingin cepat cepat kembali ke dunia mu berasal..?"


"Aku perlu mencari kedua orang tua ku, karena selama ini aku hidup di panti asuhan" Zigen menjawab sambil melihat rumput tempat nya berdiri dengan wajah yang di penuhi kerinduan.


"Maaf, Aku menyesal bertanya seperti itu" Barda yang merasa bersalah pun meminta maaf.


"Tidak masalah" Ucap Zigen, tidak mempersalahkan nya dan berkata "Bagaimana dapat memiliki kekuatan..? tanya Zigen, ingin segera mencari keberadaan portal teleportasi.


"Melompat lah" Ucap Barda, mendengar nya membuat Zigen mengerutkan keningnya tidak percaya.


"Melompat lah" Barda mengulang perintah nya sambil mengangguk. Meski tidak mempercayai, Zigen tetap melakukan nya dan melompat beberapa kali dengan lompatan ringan.


"Sekuat tenaga mu" Ucap Barda.


Mengikuti instruksi nya, Zigen melakukan ancang-ancang dan mulai melakukan lompatan sekuat tenaga nya.


Sekali lompatan, Zigen mencapai ketinggian puluhan meter dan berteriak karena tubuh nya mulai jatuh dari ketinggian.


Ahhhh.!


Boom


Seketika debu mengepul akibat tubuh Zigen menabrak tanah dengan keras, Barda menganyunkan tangan nya menghilangkan debu dan terlihat tubuh Zigen yang tergeletak tengkurap di atas rumput,


"Ugh, tulang tulang ku rasa nya bergeser semua" keluh Zigen dengan lirih dan berusaha bangun.


"Itu namanya kekuatan, sekarang kamu perlu mengendalikan nya" Ucap Barda.


"Apakah tidak ada cara nya lain.? tanya Zigen, sambil menggerakkan tubuhnya dan terdengar bunyi tulang tulang yang bergesekan.


"Jangan banyak mengeluh" Ucap Barda, membuat yang mendengar menjadi jengkel.

__ADS_1


"Sabar sabar, orang sabar semuanya akan lancar" gumam Zigen dalam hati dan bertanya " bagaimana cara mengendalikan kekuatan ku ini..? tanya Zigen.


"Bersila" Ucap Barda, acuh tak acuh dengan tangan di belakang punggung nya,


"Hah..?" Zigen membuka matanya dengan lebar merasa salah dengar tetapi melihat Barda yang mengangguk, Zigen hanya menghela nafas panjang mempersiapkan diri untuk rasa sakit yang akan di dapat nya lagi.


Melihat Zigen yang duduk bersila, Barda memberikan arahan "Pejamkan mata mu, rasakan detak jantung mu dan cari asal kekuatan di dalam diri mu"


Segera Zigen memejamkan mata dan fokus kepada suara detak jantung nya beberapa saat kemudian, Zigen dapat melihat organ tubuh nya sendiri dan seketika membuat nya merasa mual.


Ketika dirinya sedang tertegun dengan keadaan yang di lihat nya, Zigen merasakan sesuatu menarik nya ke suatu tempat dan melihat udara berputar mengelilingi akar pohon, dengan mata yang masih terpejam fokus, Zigen menjelaskan nya kepada Barda,


"Itu adalah Akar Spritual dan yang ada di sekelilingnya, itu adalah lingkaran spiritual" Ucap Barda dan memberikan arahan yang lain.


"Tetap pejamkan mata mu dan sekarang fokus kepada udara di sekitar mu dan cari keberadaan Energi Spritual yang ada di sekitar, bentuk nya sama seperti yang ada di dalam tubuh mu" Ucap Barda.


Seketika Jiwa Spiritual Zigen menghilang dari dalam tubuh nya dan pandangan nya menjadi gelap, tidak lama kemudian, Jiwa Spiritual Zigen melihat banyaknya kabut yang berterbangan di sekitar dan memberitahukan nya kepada Barda.


"Itu adalah Energi Spiritual, cobalah menarik nya kedalam tubuh mu" Ucap Barda masih dalam posisi nya, melayang dengan tangan di belakang punggung nya.


Masih dalam duduk bersila dengan kening yang berkerut, Zigen fokus kepada kabut yang di lihat nya dalam meditasi.


Melihat tubuh Zigen bergetar hebat, Barda memberi arahan "Tetap tenang dan hirup Energi Spritual ke dalam tubuh mu, jika gagal kau akan menjadi gila" Ucap Barda.


Mendengar ucapan Barda, Jiwa Spiritual Zigen menarik nafas panjang dan seketika Energi Spritual memasuki kedalam tubuhnya, itu terjadi berulang beberapa kali.


Sedangkan tubuh utama Zigen, Angin berhembus datang dari segala arah dan mulai memasuki tubuh nya, Barda yang melihat itu mengangguk sambil mengelus jenggotnya.


Mendapati tidak ada lagi lonjakan Energi Spritual, Barda berkata " Buka mata mu" Ucap Barda.


Membuka mata dan menghembuskan nafas panjang, Zigen berdiri dan bertanya "Apa itu tadi..? tanya Zigen, dan Barda menjelaskan semua yang Zigen lihat "Dan Energi Spritual juga Akar Spritual itu berada di bawah pusar, semua orang di dunia ini memiliki nya" Ucap Barda menjelaskan.


"Jiwa Spiritual..?, Itu seperti Aku menjadi cacing di dalam diri ku sendiri" gumam Zigen, sambil mengelus perutnya seperti orang hamil.


Tidak menghiraukan wajah Zigen yang mengernyit, Barda bertanya "Berapa lingkaran Energi Spritual yang kau miliki.?"


Berdiri dengan tegak, Zigen menjawab "Itu ada tiga dan sebesar jari kelingking" Ucap Zigen.

__ADS_1


Barda menganggukkan kepala dan berkata "Satu lingkaran itu mengandung sepuluh Energi Spritual dan untuk dapat keluar dari sini, kau harus memiliki lima ratus lingkaran" Ucap Barda.


"Hah..!!?" Zigen berteriak kaget, "Apakah kau bercanda dengan ku" Ucap Zigen dengan mata membesar.


Tidak menghiraukan ucapan Zigen, Barda berkata "Sekarang kamu perlu teknik beladiri" belum selesai Barda menjelaskan, Zigen memotong nya dan berkata.


"Tidak perlu, Aku sudah bisa dan sudah pernah dapat juara kompetisi" Ucap Zigen dan mulai melakukan posisi meditasi.


"Ooh benarkah, bagaimana jika kita berlatih tanding"


"Jangan sekarang, Aku sibuk"


"Tidak bagus jika menyerap Energi Spritual terus menerus, itu akan mengakibatkan tubuh mu meledak karena penyimpangan Energi"


Zigen langsung membuka matanya dan menghela nafas frustasi "Apakah ada cara tercepat untuk mendapatkan Energi Spritual..?" tanya Zigen.


"Ada cara nya, menggunakan Pil, tapi kau harus menjadi Alkemis" Ucap Barda.


Zigen langsung bangkit dan berkata dengan semangat "Ajari Aku cara nya"


"Aku akan mengajari mu jika kau bisa menyentuh ku" Ucap Barda dengan tangan kanan terulur dan jari telunjuk mengisyaratkan Zigen untuk maju.


"Bagaimana Aku bisa menyentuh mu, Hantu Tua" Ucap Zigen dengan geram.


"Aku juga dapat merasakan sakit, jika kau menyerang ku menggunakan Energi Spritual, jika tidak percaya, segera lah kau menjadi seperti diriku" Ucap Barda masih dengan posisi nya sambil menggerakkan alis mata nya.


Zigen yang sedang Frustasi dan mendengar perkataan Barda, seketika naik pitam dan menyerangnya.


"Hantu Tua..!" jerit Zigen dengan kesal sambil melayangkan tinjunya, tetapi dengan cepat dapat di hindari oleh Barda.


.


.


.


.

__ADS_1


.


...--------------------------------...


__ADS_2