Mencari Identitas

Mencari Identitas
6. Memulai Perjalanan


__ADS_3

Saat ini Zigen dan Barda sedang berada di altar. Altar itu kecil hanya berdiameter sekitar dua meter dan di tengah nya terdapat bola kristal yang di dalamnya di penuhi Energi yang berputar, Altar itu berada di dekat tempat Zigen pertama kali muncul.


"Ini adalah pusat dari Ruang Cermin Pembalik dan itu adalah Kristal Semesta, letakkan darah mu di atas nya agar kau dapat menggunakan nya setelah keluar dari sini" Ucap Barda sambil menunjuk ke arah Kristal yang ada di lantai Altar,


Zigen mengangguk dan duduk bersila di depan Kristal Semesta, menyayat telapak tangan nya dengan jari nya dan darah menetes ke atas kristal Semesta.


Darah Zigen terserap ke dalam kristal dan kristal Semesta mengeluarkan cahaya pelangi, setelah cahaya redup muncul siluet seperti daun dan bergagang seperti pedang,


Barda yang berada di samping Zigen berkata "Itu adalah Cermin Pembalik" Ucap Barda sambil mengelus jenggotnya dan menjelaskan "Cermin itu, Aku temukan di kedalaman laut dan Aku tidak mengetahui siapa pembuat nya"


Zigen tidak memperdulikan nya dan berkata "Bagaimana cara nya keluar dari sini.?" tanya Zigen.


"Apakah kau tidak ingin membawa pedang" Ucap Barda, karena umum nya Pendekar membawa pedang dan senjata yang Zigen buat adalah senjata unik yang belum di lihat Barda sebelum nya.


"Tidak, ini saja sudah cukup" Ucap Zigen, sambil menunjuk senjata nya berupa Badik yang memiliki rantai dan bersarung di pinggang kiri dan kanan nya.


Zigen juga saat ini mengenakan Armor yang terbentuk layak nya jubah yang terbuat dari kulit buaya berwarna hitam layak nya jaket kulit.


"Baiklah, terserah kau saja" Barda menghela nafas dan berkata "katakan dalam hati mu ''Aku ingin keluar'' dan kau akan keluar" Ucap Barda acuh tak acuh.


Mengucapkan hal tersebut di benak nya, seketika Energi Spiritual terkumpul dan membentuk pintu yang di dalam terselimuti oleh kabut putih yang tebal.


"Itu namanya Pintu Dimensi Ruang" Ucap Barda sambil menunjuk ke pintu Energi Spiritual dan berkata "Kau lewati itu dan kau akan keluar dari sini, lakukan hal yang sama ketika kau ingin masuk kembali" Jelas Barda.


Sebelum pergi, Zigen membungkuk dalam-dalam dan berkata "Terimakasih atas bimbingan nya guru" Ucap Zigen. Zigen telah lama menganggap Barda sebagai guru nya, meskipun Barda tidak mengizinkan nya.


"Jangan pernah memanggil ku guru, sebelum kau dapatkan tubuh yang dapat Aku gunakan" Ucap Barda.


"Pasti Akan ku Carikan" Ucap Zigen sambil berjalan mendekati Pintu Dimensi Ruang dan berhenti sejenak di depan nya, lalu berbalik badan dan berkata "Jangan khawatir, Aku akan sering sering datang ke sini agar kau tidak kesepian" Ucap Zigen dan memasuki Pintu Dimensi Ruang, ketika dirinya menghilang Pintu Dimensi Ruang juga menghilang.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Di dalam goa yang gelap, tiba-tiba Energi Spiritual berputar dengan pelan, seperti putaran air yang di aduk dan Zigen melangkah keluar dari dalam nya.


"Mati lampu kah, kok gelap" gumam Zigen sambil memunculkan Api di telapak tangan nya dan menatap sekeliling nya.


Menyadari bahwa dirinya berada di dalam goa, Zigen melempar kan Api nya ke arah obor yang ada di sekeliling goa dan melihat kerangka manusia yang posisinya sedang bermeditasi.


Tiba-tiba saja terdengar suara familiar di telinga nya "Itu adalah pemilik Cermin Pembalik sebelumnya" Ucap Barda.


Melihat sekelilingnya, Zigen berseru keras "Barda di mana kau tunjukkan diri mu" teriak Zigen.


"Aku berada di Ruang Cermin Pembalik, kita bisa berbicara melalui pikiran dan Aku dapat melihat apa yang kau lihat dan mendengar apa yang kau dengar" Ucap Barda menjelaskan.


Mendengar penjelasan Barda, Zigen bertanya "Lantas bagaimana dia bisa mati, bukankah ada Mata Air Spiritual dan Daun Kehidupan.?"


"Untuk Mata Air Spiritual, selama ini tidak ada yang dapat memasuki Ruang Cermin Pembalik, selain kau dan Aku.


Sedangkan untuk Daun Kehidupan, Aku menemukan khasiat Akar Spritual dari Kitab yang Aku temukan di dalam Cermin Pembalik, tidak ada satupun orang yang mengetahui fakta ini" Ucap Barda menjelaskan.


"Lantas bagaimana kau mati.?" tanya Zigen.


"Jangan memakai Cermin Pembalik jika kau belum memiliki kemampuan yang memadai atau kau akan berakhir seperti tengkorak di depan mu itu" Ucap Barda.


"Lantas bagaimana cara ku mengeluarkan Cermin Pembalik"


"Panggil dalam hati, Cermin Pembalik akan muncul di depan mu, katakan ''hilang'' maka itu akan masuk ke dalam tubuh mu"


Zigen melakukan nya, tiba-tiba Cermin yang menyerupai Daun setinggi satu meter dan gagang nya yang berwarna hijau sepanjang setengah meter muncul dan melayang di depan nya.


Mengulurkan tangan dan mengambilnya, Zigen mengelus pinggiran cermin yang berwarna hijau dan ketika tangan nya menyentuh permukaan cermin, tiba-tiba saja tangan nya menembus ke dalam.


"Eh tembus" gumam Zigen.


"Jika kau ingin mengambil sesuatu, sebutkan dalam hati dan tarik tangan mu"


Zigen melakukan nya, tiba-tiba saja tangan nya menarik pedang keluar dari dalam Cermin Pembalik, "Jadi seperti ini cara nya" gumam Zigen dan memasukkan nya kembali.

__ADS_1


Setelah itu, Zigen membuat lubang untuk mengubur tengkorak di dalam goa itu, tetapi sebelum Zigen melakukan nya, Barda berkata.


"Ambil cincin Ruang yang ada di jari nya" ucap Barda.


"Cincin Ruang" gumam Zigen dan Barda menjelaskan nya, setelah mendengar penjelasan Barda dan mengetahui isi yang ada di dalam nya, Zigen segera mengubur kerangka manusia itu.


Sambil membawa obor, Zigen menulusuri goa yang dalam nya berkisar satu kilometer, ketika tiba di depan pintu masuk goa, Zigen ternganga kaget.


"Seperti nya keberadaan Cermin Pembalik sangat di inginkan banyak orang" gumam Zigen, menggelengkan kepala melihat hutan dari ketinggian, karena goa tempat Zigen keluar berada di tengah-tengah tebing yang tinggi nya puluhan meter.


Zigen memanggil burung elang yang berada di dalam Ruang Cermin Pembalik dan menaiki nya,


"Kawan ayo kita ke arah sana" Ucap Zigen, duduk di atas punggung burung elang, Zigen memulai perjalanan menuju arah matahari terbit.


Selama lima tahun terakhir, Zigen telah menumbuhkan 3000 lebih Lingkaran Energi Spiritual dan yang masih berbentuk lingkaran hanya 700 Lingkaran, sisa nya Zigen gunakan untuk menumbuhkan Daun Kehidupan.


"Mana ujung hutan ini" gumam Zigen dengan kesal, karena uda berjam jam terbang di atas rimbun nya pepohonan.


Di kejauhan, Zigen melihat banyak hewan Spirit yang menghampiri nya dan berkata "Barda apa kau ingin melihat kemampuan senjata yang Aku buat ini" Ucap Zigen sambil mengayunkan senjata nya.


"Senjata badik kematian yang kau buat memang mengesankan, tetapi kau belum terlalu ahli menggunakan nya" ucap Barda.


Mendengar nama senjata buatan nya di sebut, Zigen berkata dengan bangga "Inilah kehebatan senjata tempat ku berasal" Ucap Zigen, sambil mengayunkan senjata nya ke arah hewan Spirit yang mengganggu perjalanan nya.


"Ingat untuk memberikan daging hewan Spirit yang aku lemparkan ke dalam Ruang Cermin Pembalik, kepada hewan hewan peliharaan ku" Ucap Zigen.


"kau tidak perlu khawatir, kau hanya perlu mencari bahan makan nya saja" Ucap Barda dan Zigen menyanggupi nya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


...--------------------------------...


__ADS_2