
Ketika matahari baru saja terbenam, Zigen melihat kawasan pemukiman yang di kelilingi oleh tembok dan rombongan Jigur terlihat berhenti di depan gerbang yang di jaga oleh 2 orang.
Sebelum ada yang melihat nya, Zigen segera memasukan burung elang tunggangan nya ke dalam Ruang Cermin Pembalik dan melompat turun menghampiri mereka.
Melihat Jigen mendarat, Jigur berkata "Selamat datang di Akademi Lentera, ayok masuk" Ucap Jigur mempersilakan,
Zigen berjalan mengikuti Jigur dan kesembilan Pendekar lain nya, sedangkan harimau tunggangan mereka di bawa kesuatu tempat oleh salah satu penjaga gerbang masuk.
Memasuki Akademi Lentera, Zigen melihat bangunan yang bentuk nya sama seperti bentuk bangunan yang berada di tempat Zigen berasal, sedangkan di rumah - rumah dan juga di pinggir jalan terdapat bola - bola kristal yang di dalam nya terdapat api yang berfungsi sebagai penerang.
Melihat bentuk alat penerang yang menerangi kawasan Akademi, Zigen berkata dalam hati "Bentuk nya sama seperti boklam lampu, tetapi tidak ada kabel listrik nya" ucap Zigen dalam hati dan mengingat hidup nya selama berada di Ruang Cermin Pembalik yang hanya memakai obor sebagai penerang.
Setelah berada di depan rumah berukuran minimalis, Zigen mengikuti Jigur memasuki nya, sedangkan kesembilan Pendekar memasuki gedung bertingkat dua yang berada di sebelah nya dan terdapat tulisan "Aula Pertemuan" yang menggantung di atas pintu masuk nya.
Setelah memasuki ruangan yang isi nya hanya beberapa kursi dan satu meja, Jigur berkata "Junior Zigen, Aku minta maaf, kamu tunggu lah di sini sebentar, Aku ingin pergi melapor" ucap Jigur,
"Baiklah, Aku akan menunggu mu" Ucap Zigen,
"Terimakasih, nanti Aku akan meminta seseorang untuk membawakan mu hidangan" ucap Jigur dan keluar ruangan meninggalkan Zigen,
"HM... Alamat nunggu lama" gumam Zigen sambil duduk.
Bingung mau ngapain, Zigen mengajak Barda untuk mengobrol, tetapi sebelum mengatakan sesuatu, suara Barda terdengar.
"Kau harus nya tidak lah menonjolkan diri" ucap Barda,
"Maksudnya.?" tanya Zigen.
"Seharusnya kau tidak perlu menghadapi Siluman Laba-laba sendirian, karena itu akan membahayakan bagi diri mu" Ucap Barda dan menasehati Zigen berbagai hal,
"Aku mengerti, Aku akan menyembunyikan Kemampuan ku" Ucap Zigen dan berkata "lantas kenapa kamu begitu kaget melihat Siluman..?
"Beberapa ribu tahun yang lalu, Ras Siluman menginvasi Earther Nord dan peperangan terjadi" Ucap Barda dan lanjut menjelaskan.
Peperangan yang terjadi selama ratusan tahun itu di menangkan oleh penduduk Earther Nord dan para orang kuat yang berasal dari berbagai Ras, mereka menggabungkan kekuatan untuk menghancurkan Portal yang menjadi tempat para Siluman bermunculan, sejak saat itu sudah tidak pernah ada lagi Siluman yang terlihat.
Zigen mendengarkan cerita Barda sambil memakan buah yang di sajikan oleh seseorang, dan berkata "Jika mereka berhasil membuka portal kembali, kenapa mereka tidak langsung menyerang..? Tanya Zigen.
__ADS_1
"Itu tugas mu untuk mencaritahu nya sendiri" Ucap Barda dan menjelaskan rencana nya pada Zigen,
Ketika sedang membahas rencana, tiba - tiba pintu terbuka dan terlihat Jigur memasuki nya,
Ketika tiba di depan Zigen, Jigur berkata "Maaf membuat mu menunggu lama, Ayok ikut Aku, Kepala Akademi ingin bertemu dengan mu"
Zigen tidak menjawab nya, karena masih berbicara pada Barda, hanya mengangguk dan berjalan mengikuti Jigur menuju Gedung Aula Pertemuan.
.
Aula Pertemuan.
Di dalam Aula Pertemuan, Zigen melihat pria paruh baya yang duduk di singgasana bagaikan raja, sedangkan di depan sebelah kanan dan kiri nya terdapat pria paruh baya dan juga wanita paruh baya berjumlah sekitar 20 orang,
Zigen dan Jigur berjalan menuju Pria paruh baya yang duduk di kursi paling besar dan berhenti di tengah ruangan,
"Kepala Akademi, inilah Pendekar yang tadi Aku ceritakan" Ucap Jigur,
"Terimakasih, kau boleh kembali ke tempat mu" ucap Kepala Akademi yang bernama Lunor,
Setelah Jigur sudah duduk di salah satu kursi yang berada di tempat itu, Lunor mengalihkan pandangan nya melihat ke arah Zigen, dan berkata.
"Aku berasal dari Utara" jawab Zigen.
"Utara itu luas, tepat nya di mana" ucap Lunor.
Sebelum Zigen menjawab, Seorang tetua pria paruh baya berkata "Hei bocah, sebaik nya kau jawab dengan benar pertanyaan Kepala Akademi, jika tidak -
Sebelum tetua itu menyelesaikan ucapan nya, Lunor berkata "Tetua harap tenang" ucap Lunor sambil menatap tetua itu yang berada di sebelah kiri nya, dan tidak lama melihat ke arah Zigen kembali.
Zigen hanya melihat sekilas dan menghiraukan nya, kemudian berkata "Aku hanya seorang pengelana, yang tidak memiliki tempat untuk pulang" ucap Zigen menjelaskan.
"Apa kau punya identitas" tanya Lunor, Zigen menggelengkan kepala dan berkata "tidak punya"
Lunor kemudian mengeluarkan kristal berukuran bola kasti, yang di dalam nya terdapat cahaya, bagaikan matahari di dalam kaca.
Mengarahkan bola kristal itu ke arah Zigen, kemudian berkata "Ini nama nya Kristal Cahaya, jika kau memiliki sedikit saja Energi Kegelapan dan juga Energi Kematian, maka kau akan terbakar ketika kau menyentuh nya sedikit saja" ucap Lunor.
__ADS_1
Sebelum berkata sesuatu, Zigen merasakan ada nya aliran Energi Spiritual yang bergejolak, menoleh ke kanan dan kiri, Zigen melihat para tetua yang hadir seperti sedang bersiap - siap, jigur juga melakukan hal yang sama.
Lunor yang melihat gelagat Zigen, berkata dalam hati "Anak ini sangat peka terhadap situasi di sekitar nya"
"Aku akan melakukan nya" ucap Zigen.
"Silakan" ucap Lunor sambil melakukan isyarat, meminta Zigen untuk maju.
Zigen melangkah maju menghampiri nya, kemudian meletakkan tangan nya di atas Kristal Cahaya.
Zigen menahan diri untuk tidak menyerap nya, meskipun sangat ingin karena Kristal Cahaya sangat bermanfaat untuk Daun Kehidupan nya.
Setelah beberapa saat tidak ada reaksi, mereka semua bernapas lega dan Lunor berkata "Maaf kan kami jika sambutan kami kurang sopan, ini hanya bentuk pencegahan karena sudah banyak Pendekar Aliran Hitam yang tertangkap karena telah melakukan penyamaran"
"Aku mengerti" ucap Zigen, kemudian Lunor mempersilakan nya duduk.
Setelah Zigen duduk di salah satu kursi yang berada di samping Jigur, Lunor berkata "Aku ingin merekrut mu, apa kau tertarik.?.
"Maaf, Aku tidak tertarik" ucap Zigen, menolak dengan sopan.
"Jika ada pendukung yang berada di belakang mu, itu akan membantu perkembagan mu" bujuk Lunor.
"Aku ingin bebas menjelajahi dunia" ucap Zigen.
"Baiklah, Aku tidak akan memaksa mu" ucap Lunor dan berkata.
"Kekaisaran mengeluarkan misi operasi penyelamatan bagi para warga sipil yang di culik oleh Siluman, apa kau tertarik..? ucap Lunor.
"Maaf, Aku tidak tertarik" ucap zigen, karena setelah ini akan menjalankan rencana yang telah di jelaskan oleh Barda.
"Akan ada bayaran bagi Pendekar pengelana yang berpartisipasi, mungkin di sana kau dapat informasi mengenai keberadaan Portal Teleportasi" ucap Lunor.
Zigen tidak langsung menjawab nya, tetapi meminta pendapat Barda terlebih dahulu, beberapa tarikan napas kemudian, Zigen berkata "Baiklah, Aku akan ikut" Ucap Zigen,
.
.
__ADS_1
.
...--------------------------------...