Mencari Identitas

Mencari Identitas
2. Hantu


__ADS_3

Di dalam goa yang berukuran berkisar 5 X 5 meter bagaikan rumah kontrakan tanpa kamar mandi, terbaring Pemuda berpakaian Prajurit dan entah sudah berapa lama nya Pemuda tersebut tidak sadarkan diri. Seketika kelopak matanya bergerak dan terbuka perlahan.


Mengedarkan pandangannya ke sekeliling, Pemuda itu merasa aneh dengan ruangan tempat nya berada, tempat itu seperti kamar dengan tembok bersih berwarna hitam mengkilat yang bergelombang tidak beraturan.


Ketika sedang nostalgia terhadap ruangan goa yang seperti kamar kost nya dulu sewaktu masih menimba ilmu, tiba-tiba saja terdengar suara yang membuat matanya terfokus ke arah pintu masuk goa.


"Anak muda, kau sudah sadar" Ucap Roh Kakek Tua dengan tubuh transparan bagaikan asap yang keluar dari tubuh manusia yang aromanya bisa membuat kepanikan masal, ketika memasuki goa dan mendapati Pemuda tersebut telah membuka matanya.


Seketika seluruh badan pemuda itu bergetar hebat dengan mata yang membesar, pemuda itu berteriak "Hantu..!" jerit Pemuda tersebut, mungkin jika tubuh nya dapat di gerakan, Pemuda tersebut langsung panik melarikan diri.


"Hei tenang lah Anak muda, Aku bukan hantu coba lihat baik-baik " Ucap Roh Kakek Tua tersebut, mendapati Pemuda itu ketakutan hingga wajahnya pucat, Roh Kakek Tua itu seketika berhenti di depan pintu masuk goa.


Menenangkan diri nya, Pemuda itu menatap Roh Kakek Tua tersebut dari atas kepala hingga ujung kaki dan kembali lagi ke atas kepala, lantas bertanya dengan gugup "Ta-tap-pi wujud mu seperti hantu" Ucap Pemuda tersebut dengan wajah nya yang pucat.


"Aku hanya lah sisa jiwa, berbeda jauh dengan hantu" jawab Roh Kakek Tua itu sambil melayang, mendekati Pemuda yang terbaring.


Pemuda itu mengerutkan keningnya dan bergumam pelan "Apa nya yang berbeda, Kaki nya aja tidak menyentuh tanah" Ucap nya dengan pelan sambil melihat ke arah kaki Roh Kakek Tua itu.


Tidak menghiraukan raut wajah bingung Pemuda itu, Roh Kakek Tua lantas bertanya "Jelaskan padaku, bagaimana kau bisa sampai ke tempat ini.?" Tanya Roh Kakek Tua tersebut mengalihkan topik, setelah sampai di sampingnya.


Pemuda tersebut tidak langsung menjawab, hanya terdiam menatap langit-langit goa dan ingatan kejadian yang menimpa dirinya sebelum ini terlintas di pikiran nya.


Menoleh menatap wajah Roh Kakek Tua tersebut dan menjawabnya "Kapal yang Aku naiki mengalami ledakan dan Aku tenggelam, itu saja yang Aku ingat" Jawab Pemuda tersebut dan lantas bertanya, "Di pulau mana kita sekarang berada..? Tanya Pemuda itu, karena berfikir dirinya terdampar di suatu pulau,


"Nanti kau akan mengetahui nya" Jawab Roh Kakek Tua tersebut, jawaban yang tidak ingin di dengar oleh Pemuda tersebut, yang membuat nya menghela nafas berat.

__ADS_1


Tidak menghiraukan raut wajah penyesalan Pemuda tersebut, Roh Kakek Tua itu lantas bertanya, "Siapa nama mu Anak muda..?


"Ah.. Maafkan aku" Jawab Pemuda itu merasa bersalah dan memperkenalkan dirinya, "Nama panggilan ku Zigen, siapa nama Kakek..? " Ucap Zigen


"Namaku Barda" Jawab Barda dengan tangan di punggung nya.


"Terima kasih Kakek Barda, Karena telah menyelamatkan ku" Ucap Zigen sambil berusaha bangun untuk berterima kasih.


"Tubuh mu belum sembuh sepenuhnya, jadi simpan ucapan terima kasih mu untuk nanti" jawab Barda, menghentikan tindakan Pemuda itu, dan tangan kanan nya yang transparan mulai terangkat ke atas.


Belum sempat Zigen mengatakan sesuatu, seketika tubuh nya terangkat ke atas, mengikuti gerakan tangan Kakek Barda yang membuat nya menjerit panik, "Ha..! Kenapa ini.?" Zigen berucap panik sambil menggoyang - goyangkan tubuhnya, mendapati hal yang tidak masuk akal bagi diri nya.


"Tenang saja tidak akan terjadi apapun padamu" Ucap Barda dan melayang keluar dengan tubuh Zigen yang melayang dalam posisi terlentang mengikuti nya.


Barda membawa Zigen menuju kolam yang berada sekitar lima meter dari pintu masuk goa, kolam itu terbentuk secara alami dan sekilas seperti Empang tempat pemandian para kerbau yang habis membajak sawah.


Zigen yang melihat kolam yang bagaikan Empang di pikiran nya, tetapi air nya terlihat jernih dan mengeluarkan uap panas yang mengepul ke atas, tidak bisa tidak bertanya "Apa yang akan kau lakukan di tempat ini..? tanya Zigen, yang penasaran dan merasakan perasaan yang tidak enak.


Barda tidak menjawab dan terus terbang, setelah sampai di pinggir kolam, Barda berucap "Persiapkan diri mu" dan langsung mengarahkan tubuh Zigen ke tengah kolam yang berukuran 3X3 meter.


"Woii apa yang akan kau lakukan, jangan main-main ini tidak lucu" Zigen dengan panik memberontak, menggoyang - goyangkan tubuh nya seperti menari sambil tidur dan berteriak sedih seperti menyanyi, mungkin jika di sana ada alunan musik, maka situasi dan kondisinya akan sefrekuensi.


Barda tidak menghiraukan ucapan dan teriakan Zigen, dan terus mengarahkan tubuh Zigen ke tengah kolam, "Jangan sampai tidak sadarkan diri atau kau akan mati" Ucap Barda setelah tubuh Zigen sampai ke tengah kolam dan menurunkan nya secara perlahan.


Mendapati tubuh nya turun kebawah menuju kolam, Zigen berseru panik "Hantu sialan, apakah kau ingin merebus ku, cepat bawa aku ke tepi hantu brengsek" umpatan dan makian, Zigen ucapkan dan berujung permohonan "Kakek maafkan Aku, bila Aku ada salah bicara padamu, tolong bawa Aku ke tepi" Zigen memohon berulang kali.

__ADS_1


Barda yang mendengar umpatan dan makian Zigen menjadi kesal, tidak mendengarkan permintaan maaf dan permohonan nya, Barda lantas mengayunkan tangannya dari atas kebawah dengan cepat, seketika tubuh Zigen terjatuh ke kolam dengan keras.


Sialan....!!! teriak Zigen dan tubuh nya menghantam air, membuat air memercik ke mana - mana.


Byur


Tersenyum puas, Barda lantas berkata "Ingat jangan sampai tidak sadarkan diri atau kau akan mati" Ucap Barda setelah tubuh Zigen jatuh ke dalam kolam, "Semoga berhasil" lanjut nya berkata, sebelum dirinya menghilang.


Tubuh nya yang awalnya tenggelam, mulai terangkat keatas dan mengambang di atas air, setelah sudah mencapai atas air, Zigen mengitari sekitar, mencari keberadaan Barda, tetapi tidak menemukan nya, dengan kesal, Zigen bergumam dalam hati "Apa sebenarnya yang ingin di lakukan oleh Hantu Tua itu"


Setelah itu, Zigen mencoba menggerakkan tubuhnya, tiba-tiba saja dirinya merasakan perasaan panas dan dingin menusuk pori-pori tubuhnya dan pakaian yang dikenakan secara perlahan melebur seperti terbakar tetapi tidak ada api nya, dan juga kulit tubuhnya terkelupas dan terdapat gumpalan hitam yang keluar dari pori-pori tubuh nya.


Memejamkan matanya dengan kuat dan menggigit lidah hingga berdarah, Zigen mencoba menahan rasa sakit dan berusaha menjaga diri nya untuk tidak berteriak atau pun pingsan.


.


.


.


.


.


...--------------------------------...

__ADS_1


__ADS_2