
andai hari dihiasi dengan hari minggu saja, tanpa ada hari yang lainnya... betapa bahagia hidup ini. libur dan jalan - jalan sesuka hati... . ya itulah hari yang di idam - idamkan. kami murid sma yang ingin menikmati masa remajanya dengan berlibur mengelilingi dunia.
dan realitanya, kini kami tengah berbaris di tengah lapangan yang panas dengan matahari pagi yang baru terbit beberapa menit yang lalu dari ufuk timur. dan saat ini cahayanya tepat mengenai beberapa kepala yang agaknya sedikit lebih terang karna memantulkan cahaya matahari yang dapat menyilaukan penglihatan mata.
ya! pagi ini adalah awal masuknya murid baru kelas x. disekolah ini diwajibkan memotong rambut sedikit tipis bagi murid kelas satu yang baru masuk di hari pertamanya. akan tetapi, sepertinya beberapa murid laki - laki telah salah faham akan peraturan yg sekolah berikan.
"bukan gini juga kali.... mantul banget tu kepala. berasa efek rumah kaca". keluh sena.
"apaan... jangan ngeluh terus deh sena.... lagian yang bikin peraturan kayak gini kan osis. yang disetujui sama kepala sekolah. jadi jangan protes! . siapa suruh ngajuin peraturan aneh kayak gini? ntar juga saat kenaikan kelas pada gondrong semua tuh rambut". ucap nadya, gadis itu menyapu bersih keringat yg mengalir didahinya.
"kan biar rapi gitu,... rambut potong pendek 1 atau 2 centi dari kulit kepala. trus bajunya masuk ke celana dan pakai tali pinggang juga. pengennya liat yang kayak gitu sih... tapi ekspetasi tak sesuai realita yang ada. adek - adekku yang polos dan lugu ini malah memangkas habis rambut mereka (botak)." sena membuang nafas kasar.
"bener, ekspetasi ga sesuai realita! penginnya sih libur panjang. tapi masih ada kegiatan osis yang harus dilakukan!. andai kalender merah semua. kan Kita bisa liburan panjang". tambah sena.
"pletak". anita menyentil pelan dahi sena.
"adaw... sakit". sambil mengusap lelan dahinya.
" gue penginnya juga kayak gitu... sayangnya kita bukan anak sultan yang bisa seenak jidat aja hidup kayak gitu". dengus anita.
__ADS_1
" gue mah keturunan sultan". sena menyombong.
"beneran? bohong banget.. " ucap anita tak percaya.
"serius.... bahkan harta itu ga habis tujuh turunan". sena mencoba meyakinkan.
"ternyata gw temanan sama orang kaya". ucap anita sambil memeluk sena.
" iya... tapi nyokap ma bokap gue turunan ke delapan. pas di gue hartanya udah habis".
" dasar lu... nipu gue.. "
" iya lah... lue nya aja diantar jemput gitu pake sopir, siapa yang bakal ga peraya coba? ."
" kalau itu emang fasilitas yg bokap ma nyokap kasih ke gue. sebab gue ga boleh nyetir lagi gara - gara tragedi. nyawa gue hampir hilang sebab kecelakaan".
"lu pernah kecelakaan? ". tanya anita yang di anggukan oleh sena.
"pernah! ".
__ADS_1
"kapan? ".
" waktu gue masih kecil main mobil - mobilan". ucap sena kemudian pergi meninggalkan anita.
"kampret lu... untung teman. kalau ga, udah gue gantung lu di batang toge". teriak anita.
"hahhaha....".
*********
assalamu'alaikum guys..
jadi gini..
aku juga bikin novel berjudul merry with my friend dan aku mohon dukungan. dan juga jangan lupa like buat support aku. dan aku juga berharap ada yang komentar cara penulisan atau alur ceritanya juga. biar aku makin Semangat.
bagi teman - teman yang udah baca...
aku usahakan biar up. sekarang aku fokus ke cerita merry with my friend dulu.
__ADS_1
makasih perhatiannya.