Mencintai Sahabatku

Mencintai Sahabatku
sena


__ADS_3

setelah dua hari berlangsung semenjak kejadian pingsannya nadya di lapangan. irfan berinisiatif untuk menjemput dan mengantar kembali nadya seperti biasa yang ia lakukan selama ini. hal itu membuat seseorang semakin membenci keberadaan gadis itu. siapa lagi kalau bukan karin.


"lu baik banget ya rin! bisa ya lu biarin cowo lu ngantar jemput si gadis sialan itu". ucap gea. salah satu teman karin.


"kalau gue mah ga bakal rela cowo gue mengutamakan 'best friend' atau apalah itu namanya. ya kali gue di dua kan kayak gitu, yang ada udah gue pites tu cewe rese". rara menambahi.


"lu pada mikirnya gue iklhas gitu di duakan kayak gini? ya ga lah. lu berdua tenang aja! gue ga perlu cara kasar buat ngejauhin tu cewek dari pacar gue. karna dengan sifat irfan yang lebih care sama cewe itu, berarti gue harus pake cara licik buat narik cowo gue lagi."


*******


"sampai...... ".ucap nadya, sambil menuruni sepeda motor milik irfan.


"sini helm gue... jangan lu bawa kedalam juga". ucap irfan karena nadya telah berbalik memunggungi nya hendak masuk ke dalam rumah


"ops... sorry gue lupa". cengirnya. "macet buka nya, bantuain gue donk".


"sini, manja bener deh lu".


'dengan jarak yang teramat dekat gini, gue deg deg an banget.... moga aja suara jantung gue ga sampe kedengaran'


"dah, lepas cepet. gue mo balik lagi kesekolah, mau jemput ayank ebeib".


DEG.


tiba - tiba kerongkongan nadya terasa tercekat. ya, dia sangat paham. harusnya saat ini ia mulai menjauhi irfan. tapi tidakkah boleh hatinya untuk egois?


"lu...balik lagi? ga capek? kan jauh frit!." suaranya agak terdengar bergetar.


"iya,.. ga kok! kalo pake mas bro mah ga berasa jauh kok!" sambil mengelus motor merah miliknya. "lagian yang gue jemput kan pacar gue, mana berasa capek malah semangat banget gue. belum lagi ntar dipeluk. widih.... mantappp. nah lu, makanya pacaran gih".


sakit,bagaikan ribuan anak panah langsung tepat mengenai satu sasaran tepat di jantung. hanya dengan kata mampu membuat luka tanpa darah namun mampu meremukkan jiwa yang telah lama memendam dalam diam menjadi keruh. oh hati,... semoga kau kuat didalam sana.

__ADS_1


nadya menggigit bibir bawahnya, memang kebiasaan nya jika menahan gejolak yang bisa saja membuat air matanya tumpah bila ia tak mampu ia tahan.


"ka.. kalau gitu hati - hati. gu.. gue masuk dulu". ucapnya terbata. kemudian berbalik meninggalkan irfan di halaman rumah miliknya.


lelaki itu hanya mengedikkan kedua bahunya melihat tingkah nadya Barusan.


********


"bosan!!!". nadya melirik jam dinding yang berputar sebagai penunjuk waktu yang sesuai dengan wilayahnya saat ini. jam menunjukkan pukul 13:21 wib. weekend kali ini ia hanya berdiam diri di rumah. irfan yang biasanya datang bermain game ataupun mengajaknya untuk bermain - main keluar rumah tak menampakkan dirinya. dan nadya yakin, lelaki itu tengah sibuk dengan pacarnya. yang... ugh, bahkan menyebut namanya saja membuat lidah gadis itu kelu.


jangan menanyakan perihal saudara. nadya yang terlahir sebagai anak tunggal sebenarnya tak begitu mengerti cara bergaul. ia terbilang gadis introvert yang populer. banyak yang kagum akan kecantikannya. namun hanya sedikit yang berani untuk mendekatinya secara langsung. bahkan ia hanya memiliki satu teman perempuan bernama sena. itupun karena gadis itu tanpa rasa malu meminta untuk dibayarkan ketika sedang makan dikantin.


"hey... st... hey". bisik sena dari arah belakang. membuat nadya menoleh kebelakang karena ia merasa dirinyalah yang saat ini dipanggil.


"gue? ".tunjuknya ke diri sendiri seolah memastikan ketajaman indra pendengarannya.


"iye... elu munah.. ".


"gila! lu makan apaan? merah semua tu mangkok? ". sena menatap ngeri apa yang dilihatnya. kerongkongannya merasa kebas membayangkan betapa pedasnya bakso tersebut.


"bakso! kalau lu lupa namanya".


"ye... itu gue juga tau kali...". sambil mengangkat piring siomay dan jus jeruk miliknya ke meja milik nadya yang tampak kosong." gue gabung yah! ".lanjutnya yang dijawab dengan anggukan oleh nadya.


" biasanya lu ga sendiri, yang cowo mana? ".


"lagi cari mangsa katanya! ".


"oh.... , oya gue sena kelas x8. sambil mengulurkan tangan. "lu munah kan?. kelas x1."


" bukan, gue nadya. gue ga kenal sama yang namanya munah".

__ADS_1


"oh,.... gue pikir nama lu emang munah. gue liat name taq lu pas MOS kemaren".setelahnya nadya hanya menggeleng mendengar celoteh panjang dari sena.


"nad, lu bawa duit lebih ga?. dompet gue ketinggalan di rumah. syukur gue kesekolah dianter jemput. kalau ga mah ****** gue jalan kaki dari sini kerumah."


nadya mengangkat sath alisnya.


"gini deh, besok gue ganti! suer deh. "sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya kearah nadya.


"pleas ya... ga mungkin juga gue ga makan gara dompet gue ketinggalan. gile aja gue disuruh nahan laper! yang ada mami sama papi gue bakalan cerewet gara - gara magh gue kambuh".


" lu punya sakit magh? ". yang langsung dianggukkan oleh sena.


"yaudah... oh ya lu ga usah ganti! ".


"widih... thank's banget nad! lu emang best friend deh".menepuk pelan pundak nadya.


"memangnya kita temanan? ".


"ya iya lah... kan udah kenalan tadi. jadi mulai hari ini lu bakal jadi sobat gue. deal?? ". mengangkat jari kelingking


nadya tersenyum tipis kemudian mengangguk. "deal" menyauti kelingking milik sena.


mengingat kejadian 2 setengah tahun yang lalu membuat nadya tersenyum - senyum. gadis itu berdoa semoga persahabatannya dengan sena awet sampai nenek - nenek.


setiap weekend sahabatnya itu tak bisa diganggu karena saudaranya, mami dan papinya akan berkumpul dirumah. sehingga setiap kali waktu libur, sena akan menghabiskan waktu bersama keluarganya.


berbanding terbalik dengan nadya. gadis itu merasa sepi di hari minggu nya. kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan masing - masing. hanya di waktu malam mereka bertemu. seringkali hanya untuk bertegur sapa. ataupun nadya telah tertidur terlebih dahulu sebelum kedua orang tuanya pulang. bahkan rumah sebesar ini hanya di isi beberapa maklhuk hidup saja setiap harinya. dirinya, beberapa koki, pelayan, tukang kebun dan beberapa orang satpam di halaman depan.


ini tak bisa dibiarkan! rasa sepi melingkupi dirinya saat ini. jika sudah seperti ini, perasaan melow akan menyelimuti hatinya. dan berujung membuat mood nya hari ini buruk." no bad mood ".


"semangat nadya. jangan bikin hari libur lu hancur. okey? ". ucapnya menyemangati diri di depan cermin besar kamarnya. " mandi, ganti baju. dan jalan - jalan ketaman. siapa tau ketemu pria tampan". dengan semangat 45 nadya berlalu ke kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2