
laki - laki itu hanya tersenyum, wajah nadya yang terlihat kesal dan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan membuat wajah yang sedikit caby itu terlihat lucu dan menggemaskan.
'gila...ini gila, dia pria gila pasti salah seorang perawat sudah kehilangan laki - laki gila ini'. batin nadya. gadis itu terlihat sangat syok.
nadya masih menatap laki - laki yang masih berdiri dihadapannya, pria tampan berkulit putih dengan rambut hitam dan alis tebal yang membuat banyak laki - laki iri dengan ketampanannya.
"greb" pria itu menggandeng tangan nadya dan menautkan jemarinya di sela - sela jemari nadya yang tampak kecil. sehingga tangan gadis itu seolah tenggelam dalam tangan kokoh dan besar pria yang menggandengnya.
tanpa banyak perlawanan, seolah tubuhnya membiarkan pria itu menyeretnya pelan ke arah kursi taman yang tidak jauh dari pohon yang dituruni nya tadi.
duduklah, kamu pasti lelah.
nadya pun mengangguk. entak kenapa amarah nya hilang dan melebur begitu saja. sosok didepannya ini seolah membungkam tubuhnya untuk memberontak.
"maaf, tadi aku sudah meneriakimu". ucap nadya. setelah lama mereka saling berdiam.
tidak apa! aku suka saat kau bersemangat seperti tadi. meskipun kedua pendengaranku tampak menderita mendengar teriakan gadis pemberani sepertimu.
nadya menautkan kedua alisnya, gadis itu merasa bingung dengan apa yang dikatakan pria tampan di sampingnya. dan hal itu tak luput dari perhatian pria tersebut.
maksudku... hnmm... bukankah kau tau? tempat ini terkenal menyeramkan? apalagi dengan rumor bahwa ada penunggu jelek dan buruk rupa mendiami danau ini.
gadis itu tersenyum. kini sorot matanya menatap pemandangan disekelilingnya. setelah puas memandangi sekitar, nadya beralih menatap pria itu.
" aku tak tau apa yang mereka sebut dengan kata menyeramkan... aku lebih percaya dengan apa yang kupandang saat ini. indah! satu kata yang mewakili apa yang tak dapat mereka lihat. jika ketakutan membuatmu mundur dan kehilangan kesempatan untuk menatap keindahan ini. maka dari awal aku memilih untuk tidak terlahir didunia yang menakutkan ini".
__ADS_1
entah kenapa senyum terbit dari sudut bibir pria itu.
kalau begitu... khusus untukmu, kau boleh keluar masuk taman ini sesukamu.
"maksudmu? apa kau pemilik taman ini?". kedua alis gadis itu saling bertaut.
yah... bukankah aku sangat kaya? aku memiliki taman dan danau seluas ini... dan aku juga...
"stop!". nadya memotong ucapan pria itu. "maaf, aku sudah punya pria yang kusukai. dan juga kau pria asing yang tiba - tiba saja datang dan mengajakku pacaran, bahkan aku sempat berfikir bahwa kau.... ". nadya menjeda kalimatnya. karena pria itu kini tengah memperhatikan dirinya dengan wajah polos tampa dosa.
kau apa?
"hentikan... jangan menatap ku dengan wajah bodoh itu!".
maaf, apa aku membuatmu kesal? tapi aku masih penasaran. kenapa kau menolakku?
ucap nya jujur
namun lain hal nya dengan pria itu. malah, saat ini ia tertawa setelah mendengar penjelasan gadis itu.
maaf,... kamu sangat lucu dan menggemaskan. sambil memegangi perutnya.
"sudah lah kau menyebalkan"
oke... jika itu alasanmu, aku akan memperkenalkan diri ku terlebih dahulu. aku ..
__ADS_1
*****
' apa itu? kenapa tangannya sedingin itu?
bahkan namanya.... sepertinya aku pernah mendengarnya tapi di mana?' batin nadya, gadis itu kini telah sampai di rumahnya.
" lu dari mana saja?". suara seseorang yang sangat di kenalnya membuyarkan lamunan nadya.
" irfan lu disini?". ucap nadya. gadis itu terlihat bingung, bukankah sahabatnya itu pergi mengantarkan kekasih tercintanya itu pulang kerumahnya? sungguh menyebalkan bila mengingat itu
" jangan tanya gue... emang gue dari tadi dirumah lu. kata mama seryl mama lu, sedari sore lu ga ada di rumah. udah capek tau ga gue cariin lu. dan lu tau ini jam brapa? jam 8 malam! lu udah ngilang hamlir 5 jam! lu kemana aja ?". yap.... sifat kebapakan nya muncul.
" ga... gua baru pergi 2 jam an kok! lagian lu kenapa ga hub hp gua?". kilah nadya.
" 2 jam apaan?.. noh lu tengok sekarang jam 8 malam. lagian hp lu ga bisa dihubungi. gue udah telpon berkali2 mama serly dan mama gea juga. dan papa gue jg bantu nyariin loe tau ga?. jangan bikin cemas kayak gini".
tiba - tiba irfan menarik gadis itu dan mendekapnya erat dalam pelukannya.
' frit... jangan kayak gini,.. kalau lu kayak gini, gue jadi susah mengendalikan perasaan gue ke lu. sikap lu yang kayak gini yang membuat gue luluh. hati gue terlalu lembek buat lu. sehingga dengan mudahnya lu berbaur dan berdiam disana'
nadya pun membalas pelukan irfan. pelukan gadis itu semakin kuat, seakan tak ingin lepas dari sana.
****
salam kenal,...
__ADS_1
saya penulis baru disini. semoga kakak - kakak suka dengan ceritanya ya😊 .
tinggalkan jejak juga ya, dan dukung saya dengan komentar positif dari kakak - kakak semua😊