Mencintai Sahabatku

Mencintai Sahabatku
terlambat


__ADS_3

perkenalkan, saya aristama kaysen...


laki - laki itu tersenyum, manampakkan deretan gigi putih dan rapi miliknya. pancaran matahari sore menambah kemilau cahaya di wajahnya. satu hal yang baru ia sadari. bahwa sosok didepannya saat ini adalah pria yang benar - benar PERFECT.


gadis itu masih terpana dengan pemandangan di depannya saat ini. bukankah pria ini terlalu sempurna?. tinggi, putih dan berwajah tegas tapi memiliki tatapan yang lembut.


'sadar nad.... ifrit lu kemanain?... ingat! se perfect apapun pria yang ada didepan lu. jangan sampai jatuh hati!. okey?'. batin nadya


"sepertinya hati dan fikiran gue bener - benar ga sinkron". gumam nadya yang masih bisa didengar kaysen.


kaysen menautkan kedua alisnya karena tidak memahami apa yang barusan ia dengar dari gumaman gadis itu.


hey.... kamu masih mendengarku?.


kaysen melambaikan tangannya di depan wajah nadya, sontak membuat gadis itu terkejut.


" hey... apa yang kau lakukan?". marah


tidak,... saya hanya ingin berkenalan. bukankah kamu bilang bahwa kita tidak saling mengenal? karena itu kamu tidak ingin menjadi pacarku?. saya aristama kaysen, dan kamu? siapa namamu?...


kali ini tangan kaysen terulur dihadapan nadya. lama berdiam dalam pikirannya, akhirnya nadya menyambut uluran tangan itu.


deg...


'dingin?'


"gue nadya cassandraviona. panggil aja nadya".


nama yang cantik...


semburat merah mewarnai pipi nadya akan pujian yang kaysen ucapkan.


jadi? kamu mau menjadi pacarku?


nadya membulatkan kedua matanya. tak percaya dengan apa yang diucapkan kaysen.


" tunggu... tunggu... kau bilang apa?"


pacar... bukankah kamu mengatakan kita belum saling mengenal? karna itu kamu menolakku bukan. nah, saat ini kita sudah saling mengenal. kamu nadya dan saya kaysen. lalu apalagi?.


nadya menepuk dahinya.., bukankah pria ini terlalu gampang menyimpulkan segala sesuatunya?.


hey,... kamu memukul wajahmu? apa kau tidak merasa sakit?.


kaysen menarik tangan gadis itu dari wajahnya. ia menatap wajah gadis itu dengan tatapan lembut.


jangan ulangi,... kamu akan sakit jika memukul wajahmu seperti tadi.


lagi,... nadya merasakan dingin di tangannya yang kini tengah di genggam oleh kaysen.


"maksud gue.."


bukan gue... tapi gunakan saya,... saya rasa itu ucapan yang sopan untuk gadis cantik seperti kamu.

__ADS_1


blush... semburat merah kembali bersemi dipipinya.


"o..ok, gue... eh .. saya. maksud saya, pacaran ga sesimpel yang lu... eh kamu katakan". ucapnya gugup.


lalu?..


" semuanya butuh proses... okey,. hm.. pertama berkenalan, berteman, sahabatan saling memahami, saling membutuhkan dan bisa jadi saling jatuh cinta".


tapi saya sudah menyukaimu... bukankah itu termasuk syarat yang kamu katakan?


" tidak... maksud gue.. eh maksud saya, orang yang kamu suka itu harus membalas perasaan sukamu juga, bukankah tadi saya sudah mengatakan kalau saya menyukai sahabat saya?". ucap nadya gugup, ia merasa sangat sulit memberi penjelasan.


oh... jadi kita harus melalui proses berteman, bersahabat, saling memahami dan saling membutuhkan? . tapi proses nya terlalu lama... ucap kaysen. pria itu tampak mencebikkan bibirnya. membuat nadya tergelak gemas pada kepolosan pria dihadapannya.


"berapa usiamu?". melihat kepolosan pria itu entah kenapa pertanyaan itu terlintas begitu saja dipikirannya.


hm... kamu takkan percaya,. yang pasti saya jauh lebih tua dari usiamu


"benarkah? tapi sepertinya tidak begitu... bahkan wanita 17 tahun sepertiku mengerti apa yang disebut dengan pacaran". lagaknya.


tapi kamu belum pernah pacaran bukan?


'ck... sial, dia tahu'.


melihat kamu diam. sepertinya apa yang saya katakan benar.


"diamlah, gue cuma mau menjadi wanita yang setia pada satu orang saja".


terkadang bodoh dan setia itu beda tipis.


hey.. kamu mau kemana?.


"PULANG!!!!".


*********


"kring..kring..kring". bunyi jam weker.


"dugh" jatuh tepat di kepala nadya.


"ouch,... pagi - pagi gue udah sial". sambil mengusap bekas benturan dikepalanya.


"ah... jam 7:30?.. ****** telat ...". nadya pun bergegas masuk ke kamar mandi.


selesai berkemas nadya turun ke lantai dasar, karena memang kamarnya berada di lantai atas. gadis itu memperhatikan sekitarnya.


"mam? ifrit mana ma? tumben banget tu anak ga datang? biasanya juga star banguni nadya dari pagi". ucap nadya


mama sherly yang sibuk menyiapkan nasi goreng ke piring revan, papa nadya menoleh ke arah nadya saat ini.


"tadinya irfan udah datang nak, tapi pas terima telpon irfannya pamit pergi. katanya mau jemput karin".


nadya yang tadinya ingin menyuapkan nasi goreng ke mulutnya seketika menghentikan suapannya.

__ADS_1


"ouh...". ucapnya singkat. ada rasa sesak didadanya. entah kenapa selera makan gadis itu hilang sudah. nadyapun menghentikan sarapannya.


"ma, pa. nadya berangkat dulu ya. nadya takut telat,...". sambil menyalami kedua punggung tangan orang tuanya


"lah, bukannya kamu baru makan beberapa suap? kenapa ga dihabiskan?". tanya revan.


" ga pa,.. nadya udah telat banget. biasanyakan ifrit datang jemput trus nadya diboncengi. tp sekarang nadya harus ngejar bus pagi".


" yaudah, kamu hati - hati dijalan ya, mulai besok kamu belajar nyetir lagi". ucap revan.


"nadya nya udah bisa bawa mobil mas, mas nya aja yang ga kasih izin nadya bawa mobil". ucap sherly.


" minggu depan deh papa izinin".


"beneran pah?". ucap nadya. mata nya tampak berbinar dengan apa yang diucapkan papanya.


"iya... tp hati - hati".


"yey... makasih pah, makasih mah". sambil menciumi pipi kedua orang tuanya.


"kalau gitu nadya pamit dulu, assalamu'alaikum pah, mah".


"wa'alaikummussalam". jawab sherly dan revan serentak.


***********


"yah... pager nya udah dikunci, terpaksa cari alternatif lain deh".


nadya memilih berjalan sedikit ke arah belakang sekolah, setidaknya pagar bagian belakang sekolah lebih rendah, sehingga dengan mudah gadis itu memanjatnya.


'pertama - tama lempar tas dulu'. batin nadya.


nadya pun melempar tasnya ke balik tembok yang tidak terlalu tinggi itu.


"au..." ringis seseorang dari balik tembok. akan tetapk tidak terdengar oleh nadya. gadis itu dengan santai memanjat tembok pagar itu.


"oh... jadi kamu yang udah lempar bapak dengan tas kamu itu?". dipastikan suara bariton itu adalah suara pak badrun. guru bk yang saat ini bertugas mengelilingi tiap sudut pekarangan sekolah untuk mencari murid yang datang terlambat seperti nadya.


"ops... sorry pak! ga sengaja! lagian, bapak sih kenapa ga minggir sih? atau, kenapa bapak bisa berdiri disini coba? kan saya jadi ketahuan kalau saya terlamb.. ops".


'gawat, gue kelepasan... mati gue'. batin nadya. gadis itu menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"nah kan? karena pengakuan dan kejujuran kamu, bapak akan mempermudah hukumanmu kali ini". geram pak badrun.


"pak.. please pak, jangan hukum saya pak, maafin saya kali in...iii aja. nadya janji ga bakal telat lagi".


"tidak bisa! ini udah ke sekian kali kamu bilang seperti itu ke saya. kali ini kamu harus dapat hukuman dari saya".


"yah bapak,.. jangan gitu dong pak! ini gara - gara ifrit yang ga bangunin saya pagi - pagi. biasanya dia bangunin saya pak. trus ngantar saya ke sekolah. tapk gara - gara udah punya pacar, saya ditinggalin gitu aja! ngeselin banget ga tu pak?".


" itu urusan kamu, derita kamu. bapak gak mau tau! sekarang berdiri dilapangan hormat ke bendera merah putih. harusnya kamu malu, sudah bersusah payah para pahlawan memerdekakan negara kita. tapi kamu sebagai penerus bangsa malah susah bangun pagi untuk bersekolah.... dan bla..bla...bla".


nadya lebih memilih pergi ke lapangan dan melakukan penghormatan ke bendera merah putih.

__ADS_1


"loh fan? itu bukannya sahabat kamu?...


__ADS_2