
dadanya terasa sesak. nadya memilih untuk tidak langsung pulang kerumahnya. gadis itu memilih berjalan pelan setelah lelah berlari jauh meninggalkan kompleks perumahannya.
kini rasa lelah bergelayut manja dikedua kakinya. bukan hanya fisik, akan tetapi hatinya saat ini lebih merasa lelah. tanpa sadar, kakinya telah berjalan terlalu jauh. nadya baru menyadari dirinya telah sampai disebuah taman yang cukup luas bahkan ada danau yang tampak tenang tidak jauh dari tempatnya berdiri saat ini. matanya menyapu menatap pemandangan luar biasa. seolah menatap potret lukisan hidup yang tampak hijau disekelilingnya. bahkan udara yang sejuk karena angin sepoi sepoi membuat rambut panjang bergelombang hitam miliknya terayun indah menutup wajah cantiknya.
nadya menatap sekeliling, tak ada seorangpun yang berada di taman itu. 'ini aneh' pikirnya. bukankah taman seindah ini harusnya memiliki banyak pengunjung untuk bermain dan menikmati keindahan yang ada disini?.
nadya mengitari sudut danau seorang diri.
"ifrit!!! otak lu dimana? hah?. kenapa lu ga pernah nyadar kalau gue suka sama lo? dari kecil gue nyimpan rasa buat lu. sadar dikit napa hah!. bodoh banget lu, kesel sumpah! kenapa lu malah pacaran sama dia? cewe ganjen bermuka dua yang suka tebar pesona. apa gue harus nyatain cinta ke lu biar lu tau isi hati gue?" nadya teriak sekencang mungkin.
mungkin...
"tapi gue ga mau persahabatan kita hancur, gue takut lu benci gue. dan menghindar dari gue frit". teriak nya lagi. bahkan suaranya terdengar keras karna memang, tak ada seorangpun yang ada di sana.
kalau gitu jangan katakan...
__ADS_1
"gue cinta sama lu" tambahnya
gue juga cinta sama cewek kayak lu! kalau lu ga keberatan...
DEG..
nadya baru menyadari seseorang menimpali teriakkannya sedari tadi. gadis itu melihat kiri dan kanan nya. akan tetapi tak seorangpun ada disana. rasa takut mulai menyelimutinya.
"apa ada orang disini?". ucap gadis itu ragu. akan tetapi tak ada seorangpun yang menjawabnya. kini wajahnya tampak pucat. gadis itu baru ingat bahwa taman yang saat ini didatanginya adalah taman yang seringkali menjadi bahan pembicaraan teman - teman sekolahnya. yah, taman yang terkenal angker alias menakutkan.
"maaf, jika saya mengganggu ketenangan para penghuni taman ataupun danau,... please jangan bikin saya takut. saya ga sengaja teriak jadi jangan marah ya". gumam yang masih terdengar jelas.
ya, kamu sudah mengganggu istirahat saya dengan teriakanmu barusan.
seseorang melompat turun dari atas pohon yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
__ADS_1
laki - laki tinggi berparas tampan dengan pakaian serba putih mendekatinya, sehingga jarak mereka kini semakin dekat, gadis itu seakan terpaku menatap laki - laki yang kini telah sampai tepat di hadapannya.
mereka saling menatap tanpa ada yang bersuara.
jadi,... bagai mana? kamu sudah menyatakan cinta, dan saya juga menerima pernyataan cintamu barusan.
nadya masih diam terpaku mendengar apa yang baru saja di dengarnya.
oke, mulai saat ini kita berstatus pacaran. ucap laki - laki itu seenaknya.
nadya mulai tersadar dengan apa yang laki - laki itu ucapkan.
"WHAT!!!" . pekiknya lagi membuat laki - laki itu dengan cepat menutup kedua daun telinganya.
" lu gila? stress? ga waras?". cerca nadya bertubi - tubi. ia seakan tak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan.
__ADS_1