Mencintai Sahabatku

Mencintai Sahabatku
apa yang salah?


__ADS_3

nadya berlari di koridor sekolah, menuju lapangan basket yang dekat dengan parkiran sekolah. baru saja gadis itu mendapatkan lagi pesan dari seseorang yang mengaku sebagai calon pacarnya.


kenali aku dengan warnaku, maka aku akan datang menghampirimu.


ps: warna yang kini ada digenggamanmu. 😉


nadya menghentikan larinya. ia menatap bunga yang ada di tangan kanannya. semburat senyum menghias di sudut bibirnya. 'putih' petunjuk singkat dalam pesan.


nadya menerawang lapangan itu, menelisik sesuatu yang sekiranya mungkin sesuai dengan petunjuk.


jika ia berniat menjemput, berarti ia membawa kendaraan. dan jika orang itu adalah pria yang kini tengah kupikirkan. ia pasti akan memakai mobil putih. dan diantara mobil putih yang terparkir dilapangan parkir ini. aku yakin, ia akan memakai mobil paling mahal diantaranya. secara, dia mengaku q orang kaya.


dengan langkah pasti, nadya datang menghampiri mobil sport putih yang tepat berada bersebelahan dengan lapangan basket. ia berdiri tepata di depan mobil itu. sebelum kedatangan nadya, banyak mata yang memperhatikan mobil sport putih itu masuk dan berhenti di parkiran. namun tak seorangpun yang turun dari mobil itu. bahkan tak seorang pun yang mencoba mendekat.


bahkan, karin yang tadinya tengah memberikan minuman kepada irfan, terperangah tak percaya, menatap siapa gadis yang menghampiri mobil sport yang telah terparkir sedari tadi. karin sendiri penasaran dengan seseorang yang mengemudikan mobil mewah tersebut di sekolah. jika ia adalah seorang pria, ia bermaksud untuk mendekati orang tersebut.


bukan hanya karin, awalnya irfan pun sempat kagum dengan mobil sport putih yang terparkir cukup dekat dari tempat latihannya itu. bahkan irfan menginginkan mobil itu jika ia telah dewasa dan jika dirasa tabungannya telah cukup. namun melihat tingkah karin yang tidak fokus memberikan minum kepadanya. membuat irfan kesal. bahkan minuman itu sempat tumpah dan membasahi baju basketnya.


"huk... karin. apaan sih? kenapa melamun?. aku udah basah semua ini. ". tunjukknya ke pakaian yang memang telah basah karena keringatnya.


"sory... sory, aku ga sengaja.... sayang, kamu ga apa - apa kan? ". tanya karin.


"sekarang ga, tadinya hampir mati kesedak minuman". gerutunya.


"iya, maaf... aku lap yah". karin mengambil tisue dan mencoba mengelap bibir dan dagu irfan yang basah. mata karin kembali terfokus pada mobil sport putih itu, bahkan ia tak menyangka siapa orang yang telah berdiri tepat di depan mobil tersebut. hal itu membuatnya kembali tidak fokus membersihkan wajah irfan. membuat mata irfan terkena tisue yang karin pegang.


"kan??? melamun lagi? apa sih yang kamu lihat? ". ucap irfan kesal. laki - laki itupun melihat ke arah pandangan karin. bahkan ia sendiri tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


"nadya? " . gumam irfan.


"ternyata aku ga salah lihat. kamu kenal dengan pemilik mobil sport itu? ". tanya karin yang hanya di jawab gelengan oleh irfan.

__ADS_1


*********


seseorang membuka pintu mobil sport itu dari dalam, setelah memeriksa penampilannya melalui spion yang ada di bagian atas kaca depan mobilnya.


pria berpakaian putih itu turun dan melambaikan tangan kepada nadya yang telah berada di depannya. dengan senyum yang mengambang menghiasi wajah tampannya itu sang pria menghampirinya. ya, pria itu adalah kaysen aristama.


hay,.... ternyata kamu memang mengenaliku.


"kapan datang? dan dari mana kamu tau aku sekolah disini? dan kenapa kamu tau aku pulabg sesore ini? kenapa.... ". banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan oleh nadya. akan tetapi terpotong karna ucapan kaysen kepadanya.


aku tau, apapun perihal tentangmu.


satu jawaban yang semakin membuat nadya terperangah. bahkan karna jawaban singkat itu. nadya bertanya - tanya pria seperti apa yang kini berada di depannya ini? sungguh, ia semakin penasaran. kaysen, pria misterius yang tiba - tiba hadir dalam hidupnya.


bagaimana kalau kita langsung pergi? sepertinya terlalu banyak mata memandang ke arah kita. ucap kaysen, sambil membukakan pintu sebelah kemudi untuk nadya. nadya masih berdiri terpaku. membuat kaysen tersenyum dan menggenggam tangan nadya untuk mengikuti langkahnya mendekati pintu mobil di sebelah kemudi. akan tetapi genggaman itu terlepas tiba - tiba.


bukan karena nadya yang melepaskan genggaman itu. akan tetapi penyebabnya adalah bola basket yang tepat mengenai tangan mereka yang tengah menyatu itu. sehingga genggaman itu terlepas.


kamu tidak apa - apa?. kaysen tampak kawatir.


" tidak, hanya sedikit perih". jawab nadya. akan tetapi ia masih meniup bekas pukulan bola basket itu.


"kau mau membawanya kemana? ". terdengar suara bariton yang nadya kenali tengah mendekati mereka. membuat nadya menatap seseorang yang sangat dikenalnya itu sedang mendekat.


"ifrit? ". gumam nadya, bahkan gadis itu sempat melupakan keberadaan irfan sejenak, karena kegembiraannya yang telah berhasil menemukan jawaban dari teka - teki yang kaysen tulis.


"kenapa diam? siapa dia? Kenapa aku baru melihatnya? ". tanya irfan beruntun. ia terlihat tidak sabar mencecar nadya dengan banyak pertanyaan. membuat gadis itu bingung untuk menjawab apa.


"dia... ". nadya sendiri bingung untuk mengatakan siapa pria yang kini ada di depan mereka. melihat kebingungan nadya membuat kaysen mendekat dan kembali menggenggam tangan nadya. bahkan lebih erat dari sebelumnya.


aku akan membawa pacarku pergi berkencan. apa aku harus meminta izin orang lain terlebih dahulu untuk membawa pacarku pergi berkencan?. tanya kaysen. pandangannya semakin menajam.

__ADS_1


mendengar jawaban kaysen membuat nadya melebarkan matanya tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"apa itu benar nad? ". tanya irfan memastikan.


nadya yang tak tau harus menjawab apa, merasakan genggaman kaysen semakin erat. membuat gadis itu menoleh ke arah keysen. pria itu mengangguk tanda ia harus meng - iyakan.


"ya... kami berpacaran, dan akan pergi berkencan". tegas nadya. toh sudah kepalang basah. sekalian ia mengikuti peran yang kaysen berikan untuknya.


" kenapa aku tak tau? kenapa kamu diam? kapan kalian kenal? bahkan aku tak tau dia orang seperti apa? ". ungkap irfan. pria itu bahkan menggenggam tangan nadya yang bebas.


"kenapa kamu harus tau? maaf, tapi kaysen sudah menunggu lama. permisi". ucap nadya. gadis itu melepas genggaman irfan. dan pergi meninggalkan pria itu. entah kenapa ada perasaan kosong saat gadis itu pergi dan memilih meninggalkannya.


nadya masuk ke dalam mobil itu. dan kaysen pun menutup pintunya.


maaf bro,... sepertinya kamu terlalu lambat menyadari sesuatu hal. bisik kaysen sambil menepuk pelan bahu irfan. kemudian masuk ke kursi kemudi, dan mobil putih itu pergi meninggalkan parkiran sekolah.


'apa yang salah? '. batin irfan.


********


assalamu'alaikum guys..


tak henti - hentinya aku minta.


jangan lupa tinggalkan jejak ❤ ya!


biar aku makin semangat nulisnya.


kolom komentar boleh di isi kok.


apapun komentarnya, semoga isinya motivasi buatku.

__ADS_1


makasih sudah membaca😊


__ADS_2