
krauk,...krauk,. krauk. kripik kentang dan beberapa cemilan di dalam toples telah tandas dimakan oleh nadya. sembari menelan makanannya, wajah gadis itu tampak sibuk memperhatikan arah pintu masuk rumah sahabatnya.
yah, saat ini nadya berada di ruang tengah rumah milik irfan, setelah mengganti seragam sekolah miliknya, gadis itu langsung mendatangi kediaman sahabatnya itu, lebih tepatnya cinta pertamanya. namun, sesuai dugaan... pria yang kehadirannya dinantikan belum kunjung sampai dirumahnya.
"kalian berantem??" ucap mama irfan. wanita paruh baya yang terlihat cantik itu telah memperhatikan raut wajah nadya yang sedari tadi berubah - ubah, kadang gadis itu bergumam jengkel sambil memakan kripik kentang dan terkadang gadis itu menatap kripik kentang yang ada di hadapannya dengan wajah sendu. kemudian wajah gadis itu melihat ke arah pintu utama beberapa kali.
" ga ma, nadya dan irfan ga berantem kok. ma, apa irfan bilang ke mama dia pulang jam berapa?".
wanita paruh baya itu tampak berfikir, seingatnya ia tak menerima pesan apapun dari putra sulungnya itu. wanita paruh baya itupun menggeleng pelan. melihat jawaban mamanya irfan membuat nadya bernafas berat. sepertinya kali ini irfan juga melupakan janjinya kepada nadya. terbukti, pria itu belum kunjung pulang sampai sore ini.
"assalamu'alaikum ma..." ucap irfan. pria yang ditunggu - tunggu pun datang, membuat senyum lega terbit di sudut bibir nadya.
"wa'alaikummussalam.. irfan, kenapa ga ngasih kabar mama kalau pulang telat?? bikin mama kawatir aja, apalagi nadya juga udah nungguin kamu dari tadi" . ucap wanita paruh baya itu. irfan yang ditegur sang mama hanya tersenyum mendengar celotehan mamanya itu.
"ya, maaf mam. abang lupa! ponsel abang mati..". ucapnya. kemudian irfan menoleh ke arah nadya." eh nad, lu disini? ngapain? ". irfan menatap nadya dengan alis mengkerut. belum sempat nadya menjawab pertanyaan irfan pria itu berteriak histeris...
"kripik kentang gue... lu habisin?". kedua mata nya tampak melototi nadya. sementara gadis yang di tanyai hanya mengedikkan bahunya santai.
"salah sendiri, lu biarin gue nungguin elu kelamaan,...". jawab gadis itu santai. entah kenapa melihat wajah panik irfan membuat perut gadis itu seakan tergelitik.
__ADS_1
"gila lu, nad... 3 toples ludes semua kripik gue. kebo lu". nadya terkikik melihat ekspresi irfan. bukannya merasa bersalah. gadis itu malah tertawa renyah didepan pria itu. namun suara seseorang yang baru saja masuk memberi salam kepada penghuni rumah membuat tawanya hilang seketika.
"assalamu'alaikum tante". ucap gadis yang saat ini berdiri di depan pintu utama rumah irfan.
"wa'alaikummussalam, masuk nak.. temannya irfan dan nadya ya?". ucap wanita paruh baya itu menyambut kehadiran seorang gadis yang baru saja memberi salam kepadanya. gadis itu mengangguk dan tersenyum tipis kepada mama pacarnya itu.
"ma,... kenalin. dia karin, pacar abang. pulang sekolah abang nemenin karin ke toko buku. makanya abang telat pulang. tadinya abang mau anter karin dulu, tapi abang takut mama kawatir sama abang. hp abang dan karin sama - sama lowbat. jadi abang pulang dulu baru nganter karin pulang".
mendengar penjelasan irfan membuat wanita itu kaget. kedua manik matanya langsung menatap kearah nadya. wanita paruh baya itu merasa prihatin kepada gadis yang diam - diam menyimpan rasa ke putra sulungnya. namun pikiran itu segera ditepisnya. akhirnya mama irfan mengangguk paham.
"ya udah, ga apa - apa. abang dan karin udah makan?".
" nad? lu disini?" . ucap karin. dari suaranya, gadis itu tampak kurang menyukai kehadiran nadya di rumah pacarnya itu.
"yap... ". jawabnya singkat, nadya memilih meninggalkan ruang tengah dan berlalu menuju kamar yang di tempati irfan. kemudian gadis itu membuka pintu kamar irfan tampa diketok terlebih dahulu. sontak hal itu membuat irfan terpekik kaget karena ulah nadya.
" gila lu nad. kalau masuk ketuk dulu kek! syukur - syukur celana udah gue ganti. tinggal pake baju aja.. " gerutu irfan.
" biasa aja deh frit..., gue udah tau luar dalam nya lu kok". ucap nya santuy.
__ADS_1
" gue ingatin ya, lu tu cewek nad, kalau lu lupa! setidaknya bersikap kayak cewe normal gitu".
bener gue cewe fan, tapi lu ga pernah nganggep gue cewe..
"lu lupa sama janji lu".
"janji? apaan?". irfan tampak bingung
" lu janji ajarin gue basket, tp lu ngilang aja di parkiran".
"oh,... sory nad. lain kali aja deh, gue mau nganter karin dulu. kasihan cewe gue. kan ga mungkin juga gue nyuruh dia pake taksi".
" ck,... gue pulang". ucap nadya kemudian gadis itu berlalu meninggalkan irfan.
kecewa? pastilah. tapi ia bisa apa? ia bukan siapa - siapa. ia hanya seorang wanita berstatus sahabat yang bahkan ga di anggap wanita sama sekali oleh cinta pertamanya. ingin rasanya menangis, namun nadya hanya bisa menggigit bibir bawahnya untuk meredam gejolak yang menyayat hati dan pikirannya saat ini.
" ma, nadya pulang dulu ya! assalamu'alaikum". ucap gadis itu.
"wa'alaikummussalam".
__ADS_1