MENEMBUS TINGKAT DEWA

MENEMBUS TINGKAT DEWA
INSTITUT NAGA LANGIT


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu Rai sampai di kota Ki dan Luna mendarat di kota Ki Rai turun dan melihat kota yang sibuk dan juga ramai Luna kembali ke bentuk kecilnya dan masuk ke dalam baju Rai, Rai berjalan masuk ke dalam kota Ki dan bertanya dengan orang-orang tempat institut Naga Langit. Beberapa jam Rai berjalan ke sana dan kemari akhirnya Rai menemukan gerbang institut saat Rai ingin masuk dia melihat orang yang sangat familiar yang tidak lain dan tidak bukan adalah sahabatnya Ryu, Rai bersorak dan berlari ke arah Ryu mendengar suara sorakan yang memanggilnya Ryu berbalik dan melihat Rai,Ryu berlari ke arah Rai dan memeluknya "Rai...!! aku sangat kangen dengan mu!! kamu baik-baik saja kan? tidak ada yang luka!?" Rai menepuk pundak Ryu "tenang saja!! yang bisa melukaiku belum lahir!!" Ryu tertawa mendengar perkataan Rai "oh ya Ryu kamu ngapain ke sini?" Ryu mulai murung "aku ke sini di suruh oleh kepala perguruan!" Rai terdiam "apa yang terjadi di perguruan selama aku menghilang?" Ryu terduduk di tanah "selama kau menghilang aku telah jadian sama Lala tapi beberapa bulan kemudian perguruan Matahari Biru di serang dan Lala di kirim ke institut Belati langit karna dia ahli di bidang senjata jarak dekat dan aku di kirim ke institut Naga Langit" Rai menahan tawanya mendengar cerita Ryu "yang sabar ya haha.. maksud ku haha sumpah lucu teman ku bisa LDR an hahahaha!!" Ryu mulai kesal dan langsung mengunci leher Rai dengan tangannya "dasar kau berani sekali kau menertawakan ku!! kau sendiri jomblo apa tak merasa kesepian!!" Rai berontak melepaskan dirinya "maaf.. aku memang jomblo karna aku tidak menyukai perempuan!!" Ryu melepaskan Rai dan mulai ketakutan "aaa...apa kau tak menyukai perempuan!!?" Rai yang melihat Ryu ketakutan mendengar perkataannya punya ide bagus "hehehe iya Ryu aku menyukai mu!!" Rai mendekat sedikit demi sedikit Ryu semakin ketakutan saat hampir dekat Rai menarik syal dewa dari leher Ryu "maksud ku bukan begitu dasar bodoh aku masih berfikir jernih mana mungkin menyukai pria aku menyukai perempuan tapi ini bukan saatnya!" Rai memakai syal dewa nya dan menunjuk ke arah institut Naga langit "mari kita naik ke puncak tertinggi institut naga langit!!" Ryu mengangguk "ya..mari kita menuju ke kejayaan kita di institut ini!" mereka berdua masuk ke dalam institut naga langit bersama-sama.

__ADS_1


Saat masuk Ryu dan Rai celingak-celinguk mencari area pengujian, Rai menutup mata nya dan membukanya "aku menemukannya ayo Ryu!!" Ryu mengangguk mengikuti Rai. Di area pengujian seorang murid menunjukkan sebuah jurus kepada murid yang baru masuk untuk di coba mereka "LANGKAH KABUT!!" murid itu memeragakan jurusnya masih berada di tahap awal, tutor Lili tampak kurang puas "HM..lumayan jurus langkah kabut yang di latih mereka dalam 2 minggu ini mungkin bisa menunjukkan siapa yang bisa masuk ke dalam institut naga langit tapi kita hanya bisa memilih beberapa orang saja? baiklah ujian pemilihan murid institut naga langit di mulai!!" Ryu masuk ke dalam area pengujian yang di lanjutkan oleh Rai "Halo, permisi maaf tunggu sebentar!" tutor Lili mengernyitkan dahinya saat kedatangan Ryu "siapa?!" Ryu tersenyum sambil menggaruk kepalanya "anu nama ku Ryu aku murid baru yang baru melapor masuk! izinkan aku mengikuti ujiannya?!" Rai berjalan mendekati Ryu "aku juga murid baru mohon tutor menerima kami dan mengizinkan kami mengikuti ujian" semua murid baru tertawa melihat mereka "lihat la mereka baru datang di saat ujian telah di lakukan 16 hari yang lalu!" Rai hanya memandang dengan pandangan dingin dan tak mementingkan perkataan mereka "heyyy kau itu telah terlambat sekarang pelajaran adalah langkah kabut aku butuh waktu 15 hari untuk mempelajarinya kau baru datang apa yang bisa kalian buat?" tutor Lili yang melihat ke terlambat mereka berfikir sejenak 'mereka berdua datang terlambat sekali ini agak sulit!' tutor Lili teringat sesuatu dan berbalik ke arah dua tutor lainnya yang ada di belakangnya "tutor Kan, tutor Yan aku ingat di kelas kalian masih ke kurangan kouta murid bagaimana kalo kalian menerima dua murid yang tertinggal ini?" tutor Kan langsung menolak "tidak....tidak di kelas ku sudah penuh tidak ada kouta murid yang tersisa!!" tutor Yan yang melihat tutor Kan di juga menolak "aku juga kelas ku sudah penuh!!" tutor Lili menghela nafasnya "aishh....Ryu dan Rai nama ku Lili walaupun kelasku sudah penuh tapi aku akan menerima kalian dan murid yang buruk akan di eliminasi! kamu boleh ikut ujian dan ini jurus langkah kabut yang akan di peragakan nanti! giliran mu sebelum Rai jadi kamu punya waktu untuk mempelajarinya!" Ryu mengangguk melihat gulungan jurus yang di berikan sedangkan Rai mengintip gulungan itu 'ehh ini seperti jurus yang aku ciptakan?' murid baru yang melihat Ryu membaca gulungan jurus mengejeknya dan bahkan mengira Ryu dan Rai akan tersingkir, tutor Lili melihat Ryu dan Rai dengan pandangan iba 'haaa...anak ini sudah tidak ada harapan lagi semoga tahun depan mereka bisa masuk lagi!' tutor Lili berdiri di arena "baiklah ujian kita..." Ryu menutup gulungan yang sudah dia baca dan memberikannya kepada tutor Lili "tutor Lili tunggu sebentar aku ingin mengembalikan gulungan nya aku sudah selesai membacanya!" semua murid baru mencaci Ryu sedangkan Rai melihat mereka dengan pandangan kesal 'dasar seonggok sampah kalian di mata Ryu hanyalah semut tapi gaya kalian begitu tinggi' tutor Kan tertawa melihat Ryu "hahahaha,Lili,sepertinya murid baru mu ini tidak la pintar, pantas saja dia datang terlambat!" tutor Yan juga meremehkan Ryu "langkah kabut adalah langkah level 3, bahkan pembela diri yang memiliki fisik spesial membutuhkan waktu 3 hari paling lama untuk mempelajari langkah kabut sedangkan anak ini hanya membacanya dalam waktu singkat dia bilang sudah bisa, konyol!! sedangkan yang satunya pasti adalah seorang sampah!" tutor Lili menjelaskan kepada Ryu "Ryu kamu harus paham situasinya murid yang gagal akan di eliminasi!" Ryu hanya tersenyum "tidak apa-apa, mulai saja tutor Lili" tutor Lili menghela nafasnya "UJIAN PERTAMA ADALAH SETIAP MURID DI OLESKAN BUBUK PUTIH DAN MEMILIH SALAH SATU MURID UNTUK MENJADI LAWANNYA DAN BERDIRI BERHADAPAN SIAPA YANG TERKENA BUBUK PUTIH DIA YANG AKAN KALAH!! SELAIN ITU TIDAK BOLEH MENGGUNAKAN JURUS LAIN SELAIN JURUS LANGKAH KABUT!!" setelah mendengar penjelasan tutor Lili semuanya berebutan ingin bertarung dengan Ryu dan Rai, Ryu agak kesal melihat dirinya di remehkan oleh orang lain jadi memilih seseorang dari mereka.

__ADS_1


beberapa menit kemudian semua murid telah terkena bubuk putih termasuk Rai yang tertidur lelap Ryu menjahili Rai yang tertidur dengan cara membedaki muka Rai dengan bubuk putih,saat Rai terbangun Ryu melempar bubuk terakhir dan mengenai Rai,Rai mulai marah Ryu langsung lari keluar dan mencari orang yang menjual apel di saat Rai mengangkat wajahnya dia sudah sangat marah "siapa yang berani melemparkan ku dengan bubuk putih!!" Ryu datang di saat Rai sedang marah lalu semua murid menunjuk ke arah Ryu di saat Rai melihat ke arah Ryu emosinya langsung reda dan berlari ke arah Ryu mengambil apel yang di beli Ryu "terimakasih Ryu" semua murid terdiam melihat Rai yang langsung tenaga setelah di beri apel,tutor Lili berjalan mendekat ke arah Ryu "Ryu kau memang hebat mungkin di antar murid ini tidak ada yang bisa mengalahkan mu kalau begitu aku yang akan menjadi lawan mu!!" Ryu tersenyum "baik aku terima!" tutor Lili mengambil posisi "peraturannya sama hanya boleh memakai langkah kabut agar kita seimbang dan langkah kabut terbagi menjadi beberapa urutan,setiap urutan jurus terus melengkapi sampai menjadi bentuk yang sempurna....dan kamu harus menghindar dengan baik!!" tiba-tiba tutor Lili datang di depan Ryu hanya beberapa meter jaraknya dari Ryu dan Ryu langsung lari menggunakan langkah kabut Rai hanya mengunyah apel yang di belikan oleh Ryu sambil duduk santai di sudut,Ryu terus lari dari kejaran tutor Lili kecepatan mereka semakin lama semakin cepat 'jika terus begini cepat atau lambat aku akan kalah aku harus menggunakan mata pembaca gerakan!!' Ryu menggunakan mata pembaca gerakan dan membaca gerakan tutor Lili setelah mengetahui di mana tutor Lili berhenti di mana mau kemana, Ryu langsung melesat ke arah untuk memutuskan pergerakan tutor Lili di saat Ryu berhasil memintas jalan tutor Lili Ryu tak sengaja berhenti tepat di bagian dada tutor Lili 'ehh kenapa sangat empuk apa ini?' Liya menepuk pundaknya "tuan apa kau sudah lupa dengan kejadian saat kau berduel dengan Stela!?" Ryu langsung panik "maaf..maaf tutor Lili aku tak sengaja!!" Rai melesat dan memukul wajah Ryu "COWOK CABUL!!!" Ryu terpental dan menghantam tembok "AKU SALAH APAA..!!" Ryu berlari ke arah Rai "kenapa kau memukul ku!!" Rai mengadu keningnya dengan Ryu "karna kau bersikap mesum aku harus menyadarkan mu!!" Ryu juga mengadu keningnya dengan Rai "aku tidak sengaja jangan salah paham!!" Rai langsung terdiam "owhh salah paham? ya maaf" Rai langsung lari berlindung di belakang tutor Lili "tutor Lili Ryu ingin memukul ku!!" tutor Lili tersenyum melihat sifat mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2