
Setelah tutor Lili kalah melawan Ryu,tutor Lili kembali melanjutkan ujian "baiklah ujian pertama telah usai sekarang ujian kedua akan di mulai yaitu ujian formasi! setiap murid akan di beri 4 bendera formasi dan satu tanaman spiritual,cara nya cukup mudah kalian cukup membuat formasi di sekeliling tanaman dan menumbuhkan ya semakin tinggi tanaman ini tumbuh maka semakin tinggi nilai kalian! kalau sudah jelas ujian formasi di mulai!!" seketika bendera formasi dan tumbuhan spiritual terbang ke arah mereka dan mereka mulai membuat formasi termasuk Ryu sedangkan Rai masih berfikir bagaimana cara memakai bendera dan bagaimana meletakkan tanamannya karna Rai hanya pernah mencoba menanam tumbuhan di tanah bukan di dalam formasi dua tutor yang melihat Ryu dan Rai mulai mengejek lagi "langkah kabut tadi sangat mudah dan ujian sekarang adalah formasi aku tebak pasti Rai dan Ryu anak yang terlambat itu tidak akan bisa! bagaimana pun kalau jurus bisa di pelajari tapi formasi butuh waktu lama!!" tiba-tiba Rai berdiri dan berlari keluar "kau lihat anak yang santai saat datang terlambat telah lari!!" beberapa menit kemudian murid-murid lain telah menumbuhkan setengah meter tanaman spiritual sedangkan Rai baru kembali membawa pupuk tutor Lili yang melihatnya mendekat ke arah Rai "ini untuk apa Rai?" Rai menggaruk kepalanya "bukan kah kita akan menumbuhkan tanaman spiritual pastinya memakai pupuk?" kedua tutor itu tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban dari Rai tutor Lili memegang jidatnya "bukan pake pupuk juga Rai" tak lama sebuah pohon spiritual tubuh karna formasi Ryu dan aura spiritual mengalir sangat kuat sampai kedua tutor yang menghinanya terdiam tak bersuara "ehh anu aku hanya sembarangan meletakkan bendera dan tumbuh ini apa aku salah? dan juga ini lebih nyaman dari pada pake koin naga" semua murid tercengang mendengar perkataan Ryu,mata Rai berbinar-binar melihat pohon yang di tumbuhkan oleh Ryu "aku mau juga!!" Rai menggunakan kekuatan elemennya meletakkan bendera formasi seperti Ryu agar tidak ada yang curiga kalau Rai bermain curang beberapa menit pohon tumbuh tak terkendali Rai langsung lari dari tempatnya "LARI!!!" semua murid dan tutor melihat ke arah Rai mereka melihat pohon spiritual yang terus tumbuh dan mereka juga ikut lari keluar area ujian.
Di luar area ujian kedua tutor yang mengejek Rai dan Ryu mendekat ke arah mereka di saat mereka mendekat Rai tiba-tiba merinding dan lari meninggalkan Ryu sendiri,kedua tutor mendekat ke arah Ryu "hehehe..... Ryu... aku melihat kemampuanmu sangat banyak bagaimana kalau aku menjadi tutor mu?" Ryu masih bingung "tu..tutor pribadi?" karna Ryu tidak mengerti mereka menjelaskan dengan sangat rinci lalu Ryu memikirkan sejenak "owhh kalau begitu tutor sangat di perlukan ya?" ke dua tutor itu mengangguk lalu Ryu menunjuk ke tutor Lili "kalau begitu aku memilih tutor Lili!!" tutor Lili tampak senang dan kedua tutor itu mulai kecewa dan saat mereka terpikir Rai,Ryu menepuk pundak tutor itu "aku lupa temanku mungkin akan mengikuti pendapatku jadi usaha kalian sia-sia!" lalu mereka tertegun mendengar perkataan Ryu dan tutor Lili membawanya ke sebuah restoran binatang buas.
__ADS_1
Di sisi lain Rai yang telah jauh berlari menemukan sebuah kolam air panas Rai langsung melepas pakaiannya dan langsung masuk ke dalam kolam "ahhh sangat nyaman. bagaimana kalau aku memanfaatkan ini untuk kekuatan mata monster iblis tingkat air!!" Rai masuk ke dalam air menggunakan mata monster iblis dan menggunakan elementer airnya, beberapa menit kemudian beberapa cewek dari institut naga langit datang untuk berendam Rai yang tengah mengasah kekuatannya merasakan hawa kehadiran seseorang Rai menggunakan kekuatan air untuk menyembunyikan dirinya dan dia terus mengasah kekuatannya tak lama Rai tak bisa menahan kekuatan mata monster iblis dan Rai muntah darah 'sial apa aku akan ketahuan?' salah satu cewek yang melihat darah di dalam air dan segera pergi ke seniornya "se....senior!!" seniornya menoleh ke arah cewek itu "ada apa Silfa?" di saat mereka menoleh ke air mereka melihat darah dan mereka segera bergerak ke arah sumber darah,Rai mengambang keluar karna terluka parah yang di sebabkan efek samping mata monster iblis.
Beberapa menit kemudian Rai terbangun dengan kondisi terikat oleh tali Rai melihat seorang senior yang sedang berdiri memegang cambuk dan tali dan sedang mendiskusikan hukuman untuk Rai "HEYY APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA KU LEPASKAN!!" kedua senior itu melihat Rai dengan tatapan yang sangat menakutkan sampai Rai terdiam tak berkutik seperti seekor anak kucing yang ketakutan "kakak senior bagaimana kalau kita bicarakan dengan duduk sambil minum teh?" para senior kembali menatap Rai dengan pandangan yang sangat tajam sampai Rai hanya terdiam ketakutan,Silfa melangkah mendekat "anu....senior bagaimana kalau kita lepaskan saja dia,dia kan tidak bersalah kalau dia ada tujuan melihat kita seharusnya dia tersambar petir semesta?" kedua senior itu berfikir sejenak "hmmm...benar juga perkataan adik Silfa setiap ada lelaki yang mengintip kamu selalu di sambar petir tapi dia tidak terkena apa-apa kalau begitu?" kedua senior itu berbalik dan tersenyum ke arah Rai "maaf ya..." Rai agak kesal tapi ya sudah la namanya juga salah paham mau gimana lagi, Silfa mendekat ke arah Rai untuk melepaskan nya tapi tidak bisa "kakak senior kenapa talinya gak bisa di lepas?" senior itu menggaruk kepalanya "mana bisa di lepas itu adalah tali kura-kura naga tidak ada yang bisa melepaskannya selain aku!!" Rai memiringkan kepalanya dan memutuskan tali dengan mudah, senior itu langsung tercengang tak berkutik Rai tersenyum dan pergi dari sana.
__ADS_1
sesampainya di asrama Rai melihat Ryu yang tengah duduk melamun di dekat jendela "hey Ryu kau sedang apa?" Ryu melihat Rai dengan pandangan putus asa Rai yang melihatnya hanya menoleh saja "kau kenapa Ryu?" Ryu berdiri dan menyodorkan sebuah cincin "apa ini?" Ryu menatap Rai dengan pandangan putus asa "uang kita sudah mulai sedikit bagaimana sekarang?" Rai berfikir sejenak "hmmm...... bagaimana ya?" saat Rai memandang keluar Rai melihat orang-orang yang sedang berlari dan Rai berlari keluar sambil bertanya kepada seseorang "hey kalian mau kemana?" seorang pria berhenti dan menjawab pertanyaan Rai "kami ingin pergi ke tempat pertarungan hidup dan mati" Rai terfikir sebuah ide dan masuk menemui Ryu "aku punya ide bagaimana kalo kita bertarung dengan taruhan di arena hidup dan mati?" Ryu menoleh ke arah Rai dengan pandangan lesu "lebih baik jangan jika kita kalah kita akan rugi lagi pula orang-orang itu di atas tahap master!" Rai duduk dan berfikir sejenak "oh ya aku ingat! ayo kita ke tempat misi untuk mencari uang!!" Ryu langsung berdiri dari tempatnya "benar juga kenapa aku bisa lupa!!?" Rai berjalan pergi meninggalkan Ryu "lambat,tinggal!" Ryu yang melihat Rai pergi langsung mengejarnya "hey tunggu Rai!"
Beberapa menit kemudian mereka menemukan tempat Misi dan mulai melihat misi yang menghasilkan hadiah yang besar dan saat itu pula Rai melihat sebuah Misi tingkat S dan mengambilnya "bagaimana dengan yang ini Ryu?" Ryu melihat Misi yang di pegang Rai "kau serius Rai ini misi level S!?" Rai mengangguk,Ryu hanya bisa menghela nafas dan menuruti kemauan Rai dan mereka pergi ke tempat penyelenggaraan Misi di sana terlihat banyak sekali kerumunan para petarung,Rai dan Ryu hanya bisa melihat sambil memegang kertas Misi "aku pikir ini Misi level S akan sedikit tapi rupanya sangat ramai" Ryu mencoba menyelinap masuk ke dalam kerumunan dan meninggalkan Rai yang sedang melihat-lihat,Rai yang baru tersadar kalo Ryu telah pergi lebih dahulu langsung menyusulnya juga.di saat sampai di barisan depan Rai dan Ryu melihat seorang perempuan cantik dan Rai mengangguk melihatnya "owhh sekarang aku sudah paham kenapa begitu ramai" perempuan itu menoleh ke arah Rai tapi Rai hanya melihat kertas Misi sambil membaca apa yang di inginkan Misi level S itu.
__ADS_1