
Rai berjalan perlahan memasuki hutan aura pembunuh yang meluap sungguh mengerikan sampai-sampai tumbuhan yang di lewati oleh Rai sampai layu dan para hewan buas lari bersembunyi ke tempat lain bahkan sampai ke kota dan desa.kedua orang pendekar yang merasakan hawa pembunuh yang sangat ngeri kan mereka berbalik dan melihat dari mana arah hawa pembunuh tersebut "Hmm.. ku pikir petarung tingkat apa yang mengejar ternyata hanya tingkat pendekar!" Rai mengangkat kepalanya "yaa.... aku hanya petarung tingkat pendekar biasa!." dalam sekejap Rai telah berada di belakang mereka dengan sebuah belati di tangan kanannya "yang membunuh teman ku akan merasakan penderitaan yang lebih mengerikan dari kematian" kedua petarung itu berbalik dan menyerang Rai "kami ini petarung tingkat Ahli petarung, membunuh satu tingkat pendekar bukan sebuah masalah yang besar!" Rai yang mendengarnya marah besar Rai berbalik dan memukul petarung ahli pedang sampai terpental "hahahaha.... kau banyak omong Kem tapi kau tak bisa mengelak satu serangan dari seorang tingkat pendekar dasar lemah?!" di saat Ken berbalik sebuah pukulan mengarah ke wajah nya dan membuatnya terpental juga "wah wah kau bisa mengelak dari serangan seorang pendekar ya Ken?!" Ken berdiri dan mengangkat busur nya "berisik kau lihat aku bermain serius" Rai melihat mereka berdua dengan pandangan kosong "BUNUH..!! " Rai langsung melesat dengan sangat cepat dan menendang mereka berdua secara bersamaan,Ken dan Kem terpental sekali lagi emosi Rai semakin tak terkendali lagi Aura hitam perlahan muncul dan menyelimuti tubuh Rai 'ya bagus,teruskan,sedikit lagi aku akan mengendalikan dirimu sepenuhnya!' di saat aura itu hampir menguasai Rai sebuah cahaya melesat dan menghantam Rai "jangan lakukan hal yang itu lagi aku tak ingin kau di kuasai aku hanya ingin kau yang mengendalikannya tuan.Bukan dia yang mengendalikan mu" tiba-tiba Rai tersadar Rai mulai menangis "Jek?!" Rai menghapus air matanya dan mengangkat kepalanya "aku tak boleh menyerah kepada kegelapan Jek mempercayaiku!" Rai mengangkat tangannya "ayo bermain elementer Angin!" Rai melesat dan memukul mereka ke udara "waktunya ku selesaikan tenang saja aku takkan membunuh kalian tapi aku akan membuat kalian mati segan hidup tak mau! elementer Racun!" Rai melompat dan menusuk perut mereka berdua dengan jarinya "tusukan racun iblis!" kedua petarung itu pingsan akibat beberapa pukulan Rai yang mengakibatkan mereka menghantam banyak batu dan pohon yang ada di hutan, di saat kedua petarung itu pingsan Rai meninggalkan mereka di tengah hutan Rai langsung berlari ke suatu tempat yang kaya akan obat herbal Rai mencari daun dewa untuk menyelamatkan hidup Alice.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Rai telah menginjak kan kaki di hutan dewa herbal,Tampa pikir panjang Rai langsung masuk dan saat Rai masuk dia langsung di sapa dengan sebuah cairan yang melesat ke arah nya "apa ini racun?!" Rai langsung melihat sekitar nya tampak seekor kalajengking raksasa "ehhh sejak kapan ada serangga monster di sini?" kalajengking raksasa itu melihat tajam ke arah Rai dia mengangkat ekor nya dan bersiap menyerang yang kedua kalinya di saat kalajengking itu mau menyerang Rai seekor kelabang hitam muncul dan menyerang nya Rai yang melihat kedua serangga beracun itu bertengkar langsung pergi dari sana dan melanjutkan tujuannya mencari daun dewa.
__ADS_1
beberapa jam telah berlalu langit mulai menjelang malam Rai semakin kehabisan waktu yang di butuhkan untuk menyelamatkan nyawa Alice, Rai teringat akan kematian Jek dan tak ingin itu terjadi kepada Alice. Tiba-tiba aura yang kuat muncul Rai yang merasakannya langsung menoleh ke belakangnya "aura apa itu? seperti aura seorang petarung tingkat dewa?! aku harus melihatnya!" Rai langsung mencari asal aura tingkat dewa yang ia rasakan dan yang benar saja aura tingkat dewa itu ada di institut naga langit, Rai yang merasakan aura tingkat dewa merasa ada yang tak beres jadi memutuskan untuk masuk dan melihat apa yang telah terjadi. Saat Rai masuk ke dalam tampak seorang pangeran yang entah datang dari mana yang di kawal dengan sembilan petarung tingkat dewa semua orang bahkan bertekuk lutut di hadapannya, tak itu saja tampak juga Alice yang telah sembuh tampa ada bekas luka Rai yang melihatnya langsung berlari ke arah Alice tapi dua orang tingkat Roh tiba-tiba lewat sambil membawa Ryu dan melemparnya di hadapan sang pangeran "lapor pangeran Mink dia adalah orang yang ada di saat tuan putri Alice terluka!" Tampa pikir panjang pangeran Mink langsung menendang Ryu "dasar sialan berani sekali kau melukai Alice aku akan menghukum mu!! penjaga penggal kepalanya!" mendengar itu Rai tak tinggal diam Rai melesat dan memenggal kepala tingkat Roh dalam sekejap "siapa yang ingin membunuh teman ku harus berhadapan dengan ku!!" di tangan Rai perlahan muncul dua buah pedang es dan api, panas dan dingin es membuat suasana menjadi kacau, orang-orang yang ada di sekitar segera melarikan diri tapi para petarung tingkat dewa langsung menghadang Rai "bocah lebih baik kau menyerah kau berhasil membunuh tingkat Roh hanya karena kebetulan! lebih baik kau jatuhkan senjata dan sujud di hadapan pangeran mungkin dia akan memaafkan nyawamu!" Rai tersenyum tipis "mengampuni nyawa ku? jangan bercanda.tingkat dewa yang kalian capai hanya dengan obat herbal bukan dengan kemampuan kalian sendiri jangan terlalu bangga!" para tingkat dewa sangat marah dan mereka langsung maju untuk membunuh Rai. Rai mengambil posisi untuk mengakhiri semuanya dalam sekali serang tapi di saat Rai ingin menyerang datang seseorang dengan topi jerami dan sebuah pedang di punggungnya seketika semua orang terdiam melihat kehadiran orang asing tersebut "hey pangeran bisa kah kau pergi dari institut naga langit sekarang dan jangan kembali lagi ke sini!?" salah satu petarung tingkat dewa menyela nya "siapa kau berani...." dalam sekejap kepala orang tingkat dewa itu terpenggal "sekali lagi aku katakan bisa kah kau pergi dari institut naga suci ini?!" orang asing itu langsung melepaskan hawa membunuh yang luar biasa dalam sekejap semua tingkat dewa dan pangeran sekalipun bertekuk lutut tapi Rai masih berdiri dengan santainya orang itu menoleh ke arah Rai dan tersenyum "nampaknya aku terlalu ikut campur ya?" orang itu langsung menghilang dan tekanan itu juga menghilang para tingkat dewa langsung kembali berdiri begitu pula sang pangeran di saat mereka berniat membawa pergi Alice sosok arwah tempur lengkap telah muncul membuat semua institut terdiam "HEY PANGERAN KAU MAU PERGI ATAU AKU AKAN MENEBAS HANCUR KALIAN SEMUA?" para tingkat dewa langsung membawa pangeran Mink pergi dan meninggalkan Alice,Rai langsung menghilangkan arwah tempurnya tapi semua orang langsung menjauhi Rai dan menganggapnya monster karena yang bisa mengaktifkan arwah tempur sebelum menembus tingkat immortal adalah monster yang menyamar,Rai yang melihat dirinya di jauhi langsung menjadi takut dan lari karena takut yang membuat nya tidak tenang.
__ADS_1