
Beberapa lama menunggu akhirnya perempuan itu bukan mulut dan Rai juga selesai membaca petunjuk Rai ingin mengatakannya kepada Ryu tapi sialnya saat dia memegang tangan seseorang dan membawanya Rai berfikir dia adalah Ryu tapi saat Rai merasa tangan yang di pegangnya terasa lembut jadi tidak berbalik dan ternyata bukan lah Ryu tapi seorang perempuan bisu yang hampir menangis karena di bawak oleh Rai.sepontan Rai langsung melepaskan tangan perempuan itu "ma...ma...maaf aku tak sengaja aku pikir kamu adalah temen ku" perempuan itu hanya mengangguk sambil memegang tangannya "apa sakit?" Rai mendekat sambil melihat ke tangan perempuan itu tapi perempuan itu melangkah mundur seperti ketakutan Rai melangkah mundur agar dia tak takut lagi perempuan itu malah berlari menjauh dari Rai "apa aku salah ya? tapi rambut putih panjang itu cukup aku sukai" Rai tersenyum tipis sambil melihat perempuan itu yang terus berlari menjauh dan mulai menghilang di dalam keramaian,tak lama Ryu datang sambil menepuk pundak Rai "hoi ayok aku sudah mendaftarkan kita berdua,kita tinggal ikut partisipasi saja sekarang!" Rai mengangguk sambil menoleh ke arah kerumunan 'apa aku akan bertemu dengannya lagi?' Ryu menarik tangan Rai pergi dari tempat itu dan bergegas pergi ke penginapan untuk istirahat dan menyiapkan diri untuk misi besok.
Keesokan harinya yang telah di terima dalam misi berkumpul dan ada juga beberapa orang yang tak di terima tapi masih berkumpul Rai dan Ryu datang cukup terlambat dan mereka berusaha keras masuk melewati kerumunan para petarung yang tengah mengumpul "hey kalian cepat kemari!!" Rai dan Ryu yang mendengar sorakan seorang cewek segera menoleh ke arah cewek itu "siapa dia?" Rai menoleh ke arah Ryu dengan tatapan curiga "tenang lah dia orang waktu itu yang membuat semua petarung berkumpul karna kecantikannya" Rai menoleh ke arah perempuan itu "owhh kukira pacar kedua mu" Ryu langsung memukul kepala Rai "jangan berfikir yang tidak-tidak aku ini setia terhadap Lala" Rai memegangi kepalanya yang di pukul oleh Ryu "percuma setia jika dia tidak!" Ryu memukul kedua kalinya tepat di kepala Rai "aku percaya Lala akan setia kepadaku" Rai mulai kesal "kalo bicara bicara saja jangan pukul kelapa ku!!! sudah ayok ke sana jangan buang-buang waktu lagi!" Ryu hanya terdiam setelah di bentak Rai dan mengikutinya dari belakang,saat mereka berdua naik Rai melihat gadis bisu itu lagi dan melambaikan tangannya "Hey kita bertemu lagi" tapi perempuan itu bersembunyi di balik perempuan tadi Rai hanya terdiam tak berkutik melihat gadis bisu itu "apa salah ku?" Ryu menepuk pelan kepala Rai sambil menenangkannya "jomblo memang mengerikan" Rai langsung menatap tajam ke arah Ryu.
__ADS_1
Perempuan itu mendekat "aku lupa mengatakan namaku waktu itu maaf ya namaku Silvia salah satu kembang di institut naga langit" Rai tak menghiraukan kata-kata Silvia sedikitpun dan Ryu sibuk menenangkan Rai yang tengah bersedih,Tak lama sebuah kapal terbang datang dan perhatian Rai mulai teralihkan Rai menarik-narik baju Ryu dengan semangat "Ryu...Ryu lihat kapal terbang!!!" Ryu menoleh ke arah kapal terbang yang mulai mendarat "Eeeee....Rai apa kapal itu akan mendarat?" Rai mulai memperhatikan kapal itu baik-baik "nampaknya iya?" Ryu melihat ke arah kapal terbang dan tempat mereka berdiri "Rai aku punya saran!" Rai menoleh ke arah Ryu "saran? apa itu?" Ryu langsung lari dari tempatnya "LARI RAI KAPAL ITU MENDARAT DI TEMPAT KAU BERDIRI!!!" Rai menoleh lagi ke arah kapal yang mendarat dan hampir sampai dengannya "TEMAN SIALAN!!!" Rai langsung berlari dari tempatnya dan mengejar Ryu.
Di saat kapal telah mendarat sebuah tangga turun dan beberapa orang turun dari kapal,Rai dan Ryu yang habis berlari datang dan mereka melihat ke arah pemilik kapal terbang yang berjalan ke arah Silvia dan berlutut tepat di hadapan Silvia dan semua petarung Rai yang melihatnya tercengang "WAAA.....!! apa dia putri?" perempuan bisu itu mulai membuka suara "t..ti..tidak..." Rai langsung menoleh ke arah perempuan bisu itu "apa kau tadi bicara?" perempuan itu langsung berlari ke arah Silvia dan memeluknya,Tak lama pemilik kapal terbang itu berjalan ke arah kerumunan "untuk misi level S ini kami membutuh kan lebih banyak petarung setidaknya 17 orang petarung lagi apakan ada yang bersedia ikut?" Rai yang mendengarnya cukup terkejut dan langsung terduduk di lantai "kalo di tambah berarti semuanya berjumlah 27 orang,aku pikir ini akan menjadi sepi tapi nampaknya akan menjadi ramai" Ryu mencoba menyemangati Rai "tak apa Rai lebih ramai lebih menyenangkan!!" Rai langsung menatap tajam ke arah Ryu dengan pipi yang di gembungkannya Ryu langsung memukul pelan kepala Rai "sudah jangan jadi anak kecil lagi!!" semua petarung yang ikut segera naik ke atas kapal dan siap berangkat,di atas kapal pemilik kapal itu mengubah misi S menjadi misi SS bahkan Silvia tak tau kalo dia sebenarnya sedang di jebak sedangkan Rai tengah sibuk di pinggir kapal dan Ryu hanya bisa melihat temannya yang sedang mabuk dan muntah terus menerus "Rai kau baik-baik saja?" Rai mengangkat mukanya dan memperlihatkan wajahnya yang sedang kacau spontan Ryu langsung memukul muka Rai Cukup keras "SIALAN KENAPA KAU MEMUKUL KU!!!" Ryu tersenyum tak berdosa ke arah Rai "hehehe...maaf muka tadi terlalu jelek" Rai mulai kesal tapi saat dia ingin membalas kawannya dia malah muntah lagi dan Ryu hanya bisa tertawa melihat temannya.
__ADS_1
Di dalam Segel Rai mulai mencari Ryu,Selvia dan gadis Bisu tapi setiap Rai berjalan ke dalam ada saja jebakan yang dia dapatkan dan masalah yang harus dia selesaikan tapi Rai tak menyerah dan terus mencari Ryu,di saat masuk Rai di sambut dengan ledakan dan saat masuk ke hutan di hadang monster pohon dan saat di sungai di sambut buaya besar akhirnya sampai lah Rai di ujung hutan dan saat melangkah Rai langsung masuk ke dalam tanah "sekarang aku tau kenapa aku sial?.....Ryu aku akan menghajarmu!!!" di tempat lain di dalam dunia lain Ryu dan Selvia tengah mengumpulkan barang-barang yang ada di sana,sedangkan Rai dia menyerah mencari Ryu jadi dia menelusuri hutan itu sendiri Ryu dan Selvia menemukan pohon buah suci,jamur emas,pohon uang,dan beberapa hewan langkah.Sedangkan Rai dia menemukan beberapa pohon apel dan tampa pikir panjang Rai menghabiskan apel di pohon yang ditemuinya tampa sisa sedikitpun "Rai juga menemukan tanaman obat dan saat menelusuri kedalam hutan lebih dalam Rai menemukan sebuah harta karun dan saat membukanya Rai menemukan Koin X sangat banyak di dalamnya beberapa senjata level tinggi dan menengah,cincin penyimpanan,beberapa buku kuno,beberapa buku jurus level tinggi dan menengah.Rai hanya melihat isi dalam peti dan mengambil cincin penyimpanan itu Rai memasukan buah yang di dapatnya tanaman obat dan juga peti yang di dapatnya saat Rai memasukkan peti itu Rai melihat sebuah lubang di belakang tepat di mana peti itu terletak tampa pikir panjang Rai langsung menghancurkan lubang itu dan masuk.
Saat masuk Rai di sambut oleh ribuan kalajengking Setan ekor dua "aku hanya ingin mencari harta karun jangan menghambat ku!!!" Rai membakar habis habisan kalajengking setan ekor dua bahkan ada juga yang menyengat Rai tapi Rai hanya santai karena yang mati bukanlah dia tapi kalajengking itu sendiri akibat menyerang bisa yang ada pada kekuatan elementer Bisa.Setelah menyelesaikan para kalajengking Rai bergegas menuju ke dalam dan menemukan harta yang amat berlimpah bahkan senjata tingkat tinggi,tanaman obat,buku jurus,dan pil Rai memasukan semuanya ke dalan cincin penyimpanan. dan segera keluar dari sana.
__ADS_1
Ryu,Selvi dan Gadis bisu telah keluar dari dunia lain dan mereka segera mencari Rai dan di saat itu pula Rai keluar dari dunia lain dan tak sengaja menindih gadis bisu dan tepat menyentuh dadanya,Rai awalnya tak tau malah meremas dada gadis bisu sehingga dia menampar Rai "hey kenapa kau menam..." di saat Rai melihatnya Rai melihat gadis bisu hampir menangis lagi sambil menutupi dadanya 'sial apa aku berbuat salah lagi?' tak lama Ryu kembali dengan Silvia dan gadis bisu segera memeluk Silvia "apa yang terjadi Rai?" Rai memalingkan wajahnya "jangan tanya aku,aku tak tau!" Silvia melihat gadis bisu yang tengah menahan tangis "kamu baik-baik saja kan Alice?" Alice hanya mengangguk dan menyerat Silvia kembali ke Institut Naga Langit.