
saat pagi hari Rai terbangun pagi-pagi sekali lalu melamun mengingat Jek,beberapa kemudian syal dewa bersinar lalu keluar seorang peri perempuan dan melihat Rai dengan pandangan yang kosong "apa kau pemilik syal dewa?" Rai yang melihat mukanya yang agak suram membuat Rai agak ngeri "i..iya kamu siapa?" peri itu menundukkan kepalanya "aku Lila peri kedua pusaka syal dewa!" Rai melihat Lila dan mengulurkan kelingkingnya "kalo kau mau jadi peri ku berjanji la tidak akan mengorbankan nyawamu seperti yang di lakukan Jek" Lila berjanji kepada Rai kalo dia tidak akan melakukan pengorbanan yang di lakukan Jek lalu Rai menoleh ke arah Lila "apa kah kamu memiliki sifat seperti Jek?" Lila menggeleng Rai langsung menepuk jidat nya "mampus pasti aku akan mati sensara lagi.apa kau tau rahasia ku?" Lila mengangguk "Jek sudah menceritakannya pada ku pantas bisa menembus tingkat ksatria dalam waktu 1 tahun ternyata karna kekuatan monster dan juga bisa bertahan sampai sekarang hanya karna kekuatan 21 elemen kalo tidak ada mungkin kau tidak akan selamat dan berada di sini!" Rai menoleh ke arah Ryu yang masih tertidur "kau salah sebenarnya aku dulu pernah hampir mati tapi guru ku menyelamatkan ku dan memberikan nyawanya untuk ku membuang ku ke lubang telepornya untuk menyelamatkan ku agar aku bisa bertemu sahabat lama ku.aku yakin walau pun guruku sudah mati orang yang mengincarku juga pasti sudah mati karna guru ku adalah tingkat dewa level 7 mana mungkin tidak bisa membunuh dua orang tingkat roh, dan aku sudah berjanji kepada guru ku bahwa aku akan bisa memiliki kekuatan dan bisa mengendalikan 21 elemen dan aku sudah menepatinya!,tinggal janji Jek yang aku tepati yaitu aku harus bisa memiliki arwah tempur dan bisa mengendalikannya!" Lila melihat ke arah Rai "mustahil kalo tuan ingin mengendalikan arwah tempur itu ,bisa tapi dengan waktu yang singkat,kalo ingin dengan menggunakan waktu mengendalikan arwah tempur dalam waktu yang lama harus bisa membuka kekuatan elemen tahan ke dua!" Rai terduduk dan menoleh ke bawah lalu melihat Lila dengan percaya diri "kalo hanya membuka tahap kedua aku pasti bisa masa aku kalah sama guruku!".
__ADS_1
Setelah selesai bicara dengan Lila Rai membuat sarapan dan membangunkan Ryu setelah membangun kan Ryu mereka makan dan Rai setelah makan dia mengambil jubahnya dan keluar Ryu langsung melihat temannya yang agak berbeda "Rai kamu kenapa?,kenapa sifat mu agak berubah?" Rai menolehkan kepalanya sedikit "aku tidak apa-apa cepatla makan para senior ingin kita ke pusat perguruan kalo tidak datang akan di keluarkan dari perguruan!" Ryu terkejut dengan perkataan Rai dan langsung makan dengan cepat lalu Rai tertawa "aku bercanda aku hanya bosan saja" tiba-tiba ada pengumuman "para peserta didik segera ke pusat perguruan jika tidak datang maka kalian akan di keluarkan!" mendengar itu Rai langsung terkejut dan langsung menyumbat makanan ke mulut Ryu dan memberinya air karna ke selek Ryu sempat marah tapi Rai langsung memegang baju Ryu dan menariknya Ryu langsung marah "tenang la aku bisa jalan sendiri!" Rai menoleh "aku membawa mu ke garis start mari kita lomba siapa yang sampai di sana lebih cepat dia pemenang nya kayak seperti dulu gimana?" Ryu melihat Rai "baik la mari!" melihat mereka seperti itu semua murid melihat mereka "apa-apaan mereka?,mereka kira bisa berlari ke arah pusat perguruan yang jauh itu kenapa mereka tidak tunggu senior saja dasar orang payah!" Rai mulai menghitung "BERSIAP.SEDIA.MULAI!!" Rai dan Ryu langsung melesat dengan jurus mereka "JURUS LANGKAH PETIR!!" "JURUS LANGKAH HALILINTAR!!" mereka melesat dengan kecepatan tinggi semua murid yang melihatnya terkejut dan tercengang dengan kehebatan mereka "mereka itu manusia atau monster?" Semunya menggeleng dan hanya bisa diam melihat mereka berdua.
__ADS_1
Dalam waktu 30 menit Rai dan Ryu sampai di pusat perguruan dan melihat semua orang tidak ada lalu mereka pergi ke kanting sekolah untuk membeli air dan bersantai sementara,tapi saat mereka istirahat seorang senior datang dari belakang dan menjewer telinga mereka "kalian siapa berani nya main-main di sini!" Rai langsung bicara "kami murid perguruan mata hari biru!" senior itu langsung meminta maaf "o kalian anak baru itu mana yang lain?" Ryu menoleh ke arah senior "mereka belum sampai kami pergi ke sini lebih awal" senior itu mengangguk "o begitu, kalo begitu kalian tunggu di lapangan mungkin mereka akan segera datang!" saat Rai dan Ryu keluar dari kantin mereka datang Rai dan Ryu berlari ke arah kerumunan dan berbaris lalu ketua perguruan datang dan membagi kelompok menjadi 9 kelompok masing masing kelompok berisi 20 murid dan satu guru saat mereka menemui gurunya Rai dan Ryu hanya menganggap tidak ada yang spesial saat guru itu mengenalkan dirinya seorang murid malah berteriak ke arahnya "senior apa yang akan kita lakukan siapa Lawanku?" senior itu menoleh ke arah murid baru itu "kalian lakukan kuda-kuda aku ingi mencoba berapa lama kalian bisa menggunakan latihan dasar?" semua murid jengkel mendengar perkataan senior yang meremahkan mereka semuanya melakukan kuda-kuda tapi Rai dengan santai melakukan kuda-kuda di sebelah Ryu.
__ADS_1