MENEMBUS TINGKAT DEWA

MENEMBUS TINGKAT DEWA
PERGURUAN MATAHARI BIRU


__ADS_3

Sudah tiga hari akhirnya Rai sadar dari pingsangnya lalu melihat sekeliling "dimana aku?" lalu Ryu masuk untuk melihat Rai "kau sudah sadar Rai!,bagus la" Rai melihat ke arah Ryu dan melihat ke arah lain seperti mencari sesuatu "Ryu dimana Jek?" Ryu mulai melihat temannya dengan pendangan yang di paksa kan senyum "dia...dia.." Rai langsung menyela "dia kenapa Ryu?" Ryu melihat temannya dan mengatakannya dengan terpaksa "Jek sudah mati Rai!,apa kau lupa?"Rai mulai sedih dan memukul kasur dengan sangat kuat sampai kasur itu patah dan mulai meneteskan air mata "JEEKKKK..!,KENAPA..KENAPAA..!!" Ryu mendekati Rai dan memeluknya "tenanglah Rai kau masih ingat kata Jek kan! dia bahagia bisa melindungi mu dan dia ingin kamu menjadi lebih kuat lagi dan bisa menggunakan arwah tempur!" Rai mengangguk dan tersenyum "terima kasih Ryu kau sudah mengingatkanku!"" Ryu mengangguk dan memegang bahu Rai "bukankah kau yang bilang siapa yang meninggalkan temannya adalah penghianat dan aku tak mau jadi salah satu dari itu" dengan senyuman yang puas karna Rai sudah kembali lagi.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian terdengar suara orang dari luar dan Jeki membujuk orang itu dengan seonggok emas "tuan-tuan aku akan membayar kalian tapi izin kan kami lewat?" lalu anak buahnya berbisik ke bosnya bos awak kapal itu mengangkat kapaknya "kalo kau mau lewat akan aku ijinkan tapi perempuan itu harus tinggal disini untuk bermain dengan ku!" dengan terpaksa Jeki melihat ke arah sahabat perempuannya dan berkata "ma...maaf" Rai keluar dan berteriak "BERHENTI.!" bos awak itu melihat ke arab Rai, Rai melihat ke arah Jeki dan saangat marah "kau bodoh atau apa Jeki! kenapa kau mau mengorbankan temanmu sendiri kamu tidak tau orang yang membuang temennya adalah orang yang lebih buruk dari sampah!,kalo kau memang menganggap dia sebagai sahabat mu maka lindungilah dia!" saat mendengar perkataan Rai Jeki mengangkat kepalanya lalu langsung menerjang awak kapal "benar kata Rai aku akan menghajar kalian!!" Rai tersenyum lalu dia berdiri di ujung kapal dan melihat Jeki bertarung,lalu Rai mengangkat tangannya dan dia melihat ke arah Jeki "Ryu lindungi Keyla aku akan menolong Jeki.SABIT BISA!" Rai melompat dan menerjang semua orang dengan satu saitan sabitnya bos nya melihat kehebatan Rai yang sangat hebat saat memainkan sabitnya,bos itu meneriaki Rai "hey anak muda aku punya saran untuk mu?" Rai melihat bos kapal dan menancapkan sabitnya "apa itu!?" bos itu menjelaskannya di sisi lain Ryu langsung mengambil posisi untuk pukulan halinlintar jarak jauh "begini kau jadi anak buah ku saja atau menjadi adik ku lalu kita akan menangkap perempuan itu dan kita bagi dua,bagai mana?" Rai berfikir "aku mau sih!" lalu bos itu tersenyum lalu Rai melanjutkan perkataannya "tapi sayang!,tidak bisa!" wajah bos itu langsung suram "kenapa?" Rai melirik ke arahnya dan menodongkan sabitnya "kau sudah akan mati!!" lalu Rai langsung melompat dan Ryu langsung melepaskan serangan nya ke bos awak kapal dan membuat bos itu terpental dan menghantam tebing sampai dia tidak bisa bangkit lagi,seluruh anak buahnya terkejut "tidak mungkin!,bos adalah tingkat murid level 7!,tidak mungkin satu serangan saja bos bisa tumbang?" lalu Rai melesat dan manghantamkan sabitnya pas di kepala bos itu lalu menariknya sampai kepala bos itu terbelah dua lalu membuang mayatnya saat mayatnya jatuh semua buaya langsung menyembarnya saat melihat darah yang tergenang semua anak buahnya ketakutan lalu Rai mengangkat sabitnya dan menoleh ke anak buah bos kapal tadi "kalian pergi dari sini dan jangan kembali atau aku akan membunuh kalian semua!jika aku melihat kalian berbuat jahat lagi terima akibatnya!,dan asal kalian tahu sabit ku adalah senjata pusaka tingkat menengah!" setelah mendengarnya semuanya meminta maaf kepada Jeki dan pergi.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian akhirnya mereka sampai di perguruan matahari biru mereka ke tempat pendaftaran murid baru saat menemui dua senior yang sedang duduk di tempat penerimaan murid lalu Rai mengeluarkan plat yang di berikan senior kepada mereka berdua "senior ini plat perguruan aku ingin masuk bolehkan senior?" senior itu menganggap Rai hanya sebagai sampah "ya.ya.sekarang pergi la" lalu Rai kembali lagi bertanya "senior aulanya di mana ya?" seniornya melerik ke arah Rai "kamu punya mulut kan?" Rai mencodongkan kepalanya sedikit "punya emang kenapa senior?" senior itu berdiri "pergi kedalam dan tanya sama orang di dalam!" Rai dan Ryu mengangguk dan berterimakasih.Saat masuk kedalam perguruan Rai dan Ryu terkejut melihat isi dalam perguruan yang begitu indah mereka melihat sekeliling dan terpesona dengan keindahan perguruan.

__ADS_1


Setelah selesai mendaftar Rai melihat buku yang di berikan senior lalu menoleh kepada Ryu "Ryu bagaimana membacanya?" Ryu berfikir beberapa menit lalu menepuk  tangannya "haa.." Rai melihat Ryu karna berfikir kalo Ryu tau lalu Ryu menggeleng "aku tidak tau!" lalu Liya datang tuan cara melihatnya engkau harus menyalurkan tenaga KI ke dalam plat itu!" Ryu melihat kearah Liya "o begitu terima kasih Liya" dengan senyuman yang manis Liya melihat tuannya "tuan kenapa? apa tuan sakit?" Wajah senyum Ryu langsung hilang lalu mencubit pipi Liya "INI NAMANYA AKU SEDANG SENANG LIYA!!" Liya langsung menghilang saat Ryu mencubit pipi Liya.

__ADS_1


Lalu mereka pergi ke tempat istirahat mereka dan saat ingin tidur mereka melihat kasur nya cuma satu lalu Rai menoleh ke arah Ryu "kau saja yang tidur di kasur biar aku yang tidur si ruang tamu" Ryu melihat temannya "gini aja kita tidur bareng aja semalam ini besok kita beli kasur tambahan" Rai mengangguk dan mereka tidur bersama malam hari itu.

__ADS_1


__ADS_2