Mengadu Nasib Di Dalam Dungeon

Mengadu Nasib Di Dalam Dungeon
Bab 4 : Menikmati Hari Santai.


__ADS_3

Aku terbangun karena suara ketukan besi beradu. Hal pertama yang ku lihat adalah kamar yang tidak ku ketahui. Kamar ini terbilang kecil dengan barang - barang berserakan yang membuat kesan berantakan.


Disaat aku sedang memproses apa yang terjadi. Pintu kamar terbuka, memunculkan sosok perempuan yang pernah ku lihat.


"Kau sudah bangun?. Baguslah, mari turun. Sarapan sudah siap. Ayah juga akan ikut serta. " Tanpa menunggu aku menjawab Wanita itu kemudian pergi meninggalkan ku. Aku pun turun dari kasur dan mengikutinya.


Saat ku turun, Meja makan di penuhi makanan, wanita tersebut sudah duduk dan memakan sarapannya. Otak ku masih memproses segalanya, hingga suara seseorang menyadarkan ku kembali.


"Kau sudah bangun nak?. Kalau begitu mari kita makan, selagi masih hangat. "


Yang berbicara adalah Babeh Bayden. Aku hanya mengangguk kemudian ikut duduk. Sarapan ini merupakan sebuah sup hangat dengan roti yang di panggang. Aku memasukkan sepotong roti dan merasakan kerenyahan. Sesekali melihat tatacara babeh memakan santapan, aku pun mengikuti dengan mencampur roti ke dalam sup kemudian memakannya. Tata cara sarapan yang pertama kali aku lakukan.


"Sepertinya kau menikmati nya, nak. Masakan Fiona memang terbaik. " Ucap Babeh membanggakan.


Selesai makan, Putrinya yang bernama Fiona membereskan peralatan makan dan mencuci nya di belakang.


"Babeh, boleh saya bertanya. Kenapa aku bisa berada disini?. " Ucap ku berusaha sesopan mungkin.


"Kau tak ingat?. Kemarin kau di temukan tidak sadarkan diri di gang dekat Guild, dengan tubuh penuh luka dan pakaian compang-camping. Untung Fiona menemukan mu dan membawa ke sini. " Jelas Babeh sembari memberikan gerakan kecil yang mengarah ke Putrinya.


"Begitu rupanya, terimakasih telah menolong ku. " Ucap ku sembari membungkuk.


"Jangan berterima kasih kepada ku. Berterimakasih lah kepada Putri ku, Dia yang lebih pantas menerima nya. Dia mengobati luka dan membungkus mu dengan perban semalaman. "


"Babeh...!!. " Teriak Fiona dari belakang dapur.


"Terima kasih telah menolong ku Fiona!. " Aku membungkuk dari ruang dapur.


"Sama - sama, aku hanya menolong mu karena kau masih punya hutang kepada Babeh. Jika kau mati hutang mu tak akan ada yang bayar. " Ucap Fiona malu - malu.


"Cukup dengan ucapan terima kasihnya. Sekarang nak, bisakah kau cerita pada ku apa yang terjadi selama sebulan ini!. "


"Tentu." Aku pun menceritakan kepada Babeh yang terjadi pada ku selama menjalankan quest.


...****************...

__ADS_1


"Begitu ya!. Kau sudah melewati saat - saat yang berat. "


"Meski begitu, hanya sebulan terjebak di dungeon membuat banyak perubahan ya?. " Sambung Babeh.


Babeh pun mendekati ku dan menyentuh bagian tubuh dan otot-otot ku.


"Sebulan lalu, tangan mu seperti ranting. Tapi lihat lah sekarang, sudah seperti batang kayu saja. "


Aku menjadi malu karena di puji oleh Babeh. Sebenarnya tidak hanya Babeh yang menyadari hal tersebut. Aku pun juga merasa ada banyak perubahan yang terjadi pada ku. Selain otot dan stamina ku, tinggi badan ku bertambah serta penglihatan ku menjadi sangat baik. Layaknya perubahan yang terjadi kepada superhero di film - film.


"Omong - omong Beh, mohon maaf. Aku belum bisa melunasi pinjaman yang kau berikan. "


"Oh, soal itu. Sebenarnya aku juga ingin memberitahu sesuatu. " Babeh berdiri dan mengeluarkan 5 koin emas.


"Baju yang kau titipkan kan, dilirik oleh seseorang yang ku kenal dan di hargai 7 koin emas. Setelah memotong biaya peralatan mu. Ini merupakan sisanya, kau bisa terima ini. "


Eh, tak mungkin. Baju itu semahal itu?. Tunggu apa 7 koin emas termasuk mahal?. Entahlah, setidaknya saat ini aku memiliki 5 koin emas.


"Babeh, aku ingin membeli peralatan lagi. Bisa lau rekomendasi kan?. " pinta ku.


Fiona hanya melihat dari belakang dapur.


...****************...


Di bengkel.


Babeh memilah - milah perlengkapan untuk ku, setelah mempertimbangkan ini - itu. Beliau memberiku armor ringan dengan pelindung di pergelangan tangan, sarung pisau di belakang pinggang, kotak obat di paha dan sebagainya.


"Kau lebih baik sekarang. Dari massa otot mu, ku perkiraan kan kau berpusat gerakan kaki jadi perlu sesuatu yang ringan agar mudah bergerak. "


Aku melihat penampilan ku, sangat berbeda dengan perlengkapan pertama ku, tapi masih tetap keren.


"Ini sempurna, Kau yang terbaik beh. " Puji ku.


"Untuk senjata apa yang kau gunakan?. " Babeh memilah senjata dari belakang raknya.

__ADS_1


"Tak apa, aku memiliki senjata ku sendiri. "


Babeh kebingungan dengan ucapan ku. Aku pun mengeluarkan senjata dari tas penyimpanan. Ia dengan terkejut melihat tombak panjang keluar dari tas.


"Ini menakjubkan, apa ini tas penyimpanan?. Dimana kau menemukannya?. "


"Di dungeon tempat ku terjebak, aku menemukan tas ini dan mengumpulkan senjata yang berserakan. " Jelas ku sembari mengeluarkan beberapa senjata.


Babeh menyentuh senjata - senjata tersebut dan memperhatikannya dengan cermat.


"Senjata - senjata ini memiliki kualitas sangat bagus. Bahkan senjata terbaik ku tak sebanding dengan senjata ini. " Jelasnya.


"Iyakah?. "


"Tentu saja, mata ku tak akan salah. "


Aku tak bisa berkata apa - apa. Sepertinya aku mendapatkan jackpot dari dungeon tersebut.


Ditengah antusias ku, seekor burung masuk kedalam bengkel.


"Apa - apaan burung ini?. " ucap ku berusaha mengusir burung tersebut keluar.


"Nak, tunggu. Lihat, burung tersebut membawa surat. " Babeh mencegah ku. Ia mengambil kertas yang menempel di punggung burung.


"Surat ini untuk mu!. " ucap babeh menyerah kan surat tersebut.


Aku membuka surat tersebut dan membacanya.


'BAWA SURAT INI KE GUILD DAN SERAHKAN KEPADA PETUGAS DISANA. - RIO. '


"Itu saja?. Apa - apaan surat ini?. Tiba - tiba menyuruh ku begitu saja. "


"Nak, kau tak tahu. Pengirim surat ini merupakan orang terpenting di guild. Sang Guild Master. " Tutur Babeh.


Aku terkejut dengan penuturan Babeh, Kenapa seorang guild master mau bertemu dengan ku. Kurasa ada sesuatu yang tak baik sepertinya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2