
Siang hari, Guild terlihat sepi. Hanya beberapa orang yang terlihat sedang melaporkan quest yang mereka kerjakan. Beberapa ada yang menikmati makan siang mereka sambil membahas perjalanan mereka berikutnya.
Aku memasuki Guild dan menuju counter resepsionis. Violet yang melihat ku menghentikan pekerjaannya dan menyapa ku.
"Teguh, kau datang siang sekali. Quest untuk pemula hampir tidak ada yang tersisa. " Ucap Violet beranggapan aku hendak mengambil quest.
"Tidak apa - apa, aku kesini memang bukan untuk mengambil quest, kok. "
"Lalu?. " Tanya Violet memiringkan kepalanya.
Aku mengeluarkan surat yang ku terima sebelumnya.
"Aku mendapatkan surat yang menyuruh ku ke guild dan menunjukkan surat ini ke resepsionis. " Aku menyerahkan surat tersebut kepada Violet.
Violet menerima surat dan mengecek keasliannya.
"Surat ini asli, dan memang milik Guild master. Teguh, silakan lewat sini. " Violet mengantarku ke lantai kedua. Ia juga memberikan kode ke pegawai lain untuk menjaga tempatnya selagi mengantar ku.
Tok... tok...
Pintu diketuk dengan elegan. Tak begitu lama terdengar suara.
"Silakan masuk!. "
Violet memasuki ruangan diikuti oleh ku dibelakang. Gerakan Violet sangat elegan, seolah sedang menghadapi bangsawan atau sejenis.
"Bu Rio, Saya membawa Teguh bersama saya. "
"Bagus, Kau boleh kembali. " Perintah Guild Master yang bernama Rio dengan singkat.
Violet membungkuk kemudian meninggalkan ku berdua dengan Guild master. Pintu tertutup dengan menghilangnya sosok Violet, meninggalkan ku hanya berdua dengan Guild master yang di kelilingi suasana berat yang canggung.
"Pasti pegal jika terus berdiri, Kau bisa duduk, Teguh. "
"Ah, Baik. " Mengikuti perintahnya aku duduk di sofa yang disediakan. Sesekali melihat sekeliling ruangan sekitar.
Berbagai aksesoris memenuhi ruangan kerja dengan seefisien mungkin, sofa empuk dan permadani yang terlihat mahal ditempatkan di tempat yang sesuai. Memberikan kesan yang elegan.
Guild master memperhatikan ku dari balik meja kerjanya. Yang membuat ku terkejut, sang Guild master merupakan seorang wanita yang terbilang muda. Dengan rambut hitam panjang lurus, mata almond berpupil merah seakan menghipnotis ku, wajah memberikan kesan dewasa, layaknya wanita karir.
Guild master menyadari bahwa aku memperhatikan sosoknya. Ia pun berdiri dan mendekati Sofa yang aku duduki. Saat ia berdiri, aku bisa melihat seragam kerjanya yang di dominasi warna hitam dengan kemeja putih. Memberikan kesan kesempurnaan pada konsep yin - yan. Ditangannya memegang sebuah papan dengan beberapa lembar kertas.
Ia pun duduk di seberang, hanya meja yang menjadi pembatas kami. Ia meletakkan papan tersebut di atas meja, kemudian menyilangkan kakinya didepan ku. Stocking hitamnya mencuri perhatian ku.
__ADS_1
"Teguh Prakoso!, aku sudah membaca laporan mu. Dalam sebulan ini kau terjebak di dungeon dan berhasil kembali dengan selamat. Kau juga kembali dengan membawa dog tag dari petualang yang menghilang sebelumnya. Ada yang mau kau bicarakan?. "
Tatapan nya seakan menembus diriku, bisa dikatakan ia seolah bisa membaca pikiran ku.
"Aku tak tahu harus bicara apa. Aku sudah mengatakan semua pada Violet. " Ucap ku berusaha sejujur mungkin.
"Aku tahu itu, tapi aku ingin mendengar semua itu dari mulut mu. Semuanya! tanpa ada yang di tutupi. " Guild master menatap ku lekat-lekat. Tatapan matanya seakan bisa menelan ku begitu saja.
Mungkin karena terhipnotis oleh tatapannya matanya yang mendominasi, aku menceritakan semuanya. Perihal obat yang ku minum, ruang rahasia, kerangka dan dungeon master.
Guild master menimbang - nimbang cerita ku.
"Seperti nya kau tidak berbohong. Kalau begitu ada yang ingin kutanyakan!. "
Aku menelan ludah, menunggu pertanyaan apa yang akan di tanyakan oleh guild master.
"Apa dungeon master itu seorang iblis?. "
"Eh, ah. seperti begitu. Ia sempat berbicara perihal kebangkitan raja iblis. Dan mengaku sebagai jenderal Iblis. "
"Begitu ya. Tidak hanya itu, seorang jenderal iblis ya. " Guild berpikir, hanyut akan pikirannya.
Aku hanya menyaksikan wajah serius guild master yang menawan. Guild master sepertinya menyadari tatapan ku kepada nya.
"Ah, tidak apa - apa. Hanya saja, Guild master terlihat sangat muda. hahaha. " Tawa ku canggung.
"Wajar saja, umur ku tak berbeda dengan mu. "
"Begitu ya. Eh, tunggu... berapa umur mu?. " Tanya ku terkejut.
"Tidak sopan untuk menanyakan umur seorang wanita kau tahu!. " dengus nya.
"Ah, maaf. "
"Fufufu. Bercanda. Umur ku bulan depan 21 tahun. "
"Ehhhhh.... Seumuran, tidak, tidak. Lebih muda dari ku. Tapi kau terlihat sangat dewasa. " ucap ku terkejut.
"Apa?. mau mengatakan bahwa muka ku lebih tua dari umur ku?. " ujarnya kesal.
"Tidak, tidak. hanya saja. Kau menjadi seorang guild master di umur semuda itu. Aku sangat kagum kepada mu. "
"Yah, Posisi ini kudapatkan dengan kerja keras ku.
__ADS_1
Jika kau berpikir aku menggunakan orang dalam untuk mencapai posisi ini, akan ku buat kau menyesal. "
"Tentu saja tidak. "
"Bagus, kalau begitu mari kita lanjutkan obrolan kita. "
"Baik."
Kami pun melanjutkan obrolan mengenai jenderal iblis. Guild master Rio, menceritakan sejarah 3500 tahun yang lalu perihal raja iblis saliman. Dikalahkan oleh pahlawan dan di segel di 5 negara yang berbeda. Namun akhir - akhir ini terdengar rumor bahwa beberapa kelompok bermaksud untuk membangkitkan raja iblis saliman tersebut.
Sudah terdapat 3 kasus perihal aktivitas perihal kebangkitan raja iblis. Namun, kebanyakan kasus tersebut ditutup dengan aktivitas berbahaya para orang sesat.
Namun, Rio berpikir lain. Ada kebenaran yang dirasa ditutup-tutupi.
"Begitulah, Dengan saksi dari mu. Aku bisa melaporkan ini untuk memperkuat dalih kebangkitan raja iblis. Bagaimana pun kebangun raja iblis tidak boleh terjadi. " Ucap Rio menutup ceritanya.
"Apa kau tidak terlalu parno. Sudah 3500 tahun raja iblis tersegel. "
"Aku ingin mempercayai itu, tapi seseorang yang ku kenal pernah berkata bahwa dalam beberapa tahun akan menjadi akhir dari seluruh dunia. "
"Saat itu aku masih bocah, tapi setelah membaca buku di perpustakaan rumah ku. Aku tahu perihal raja iblis Saliman. Dan menyimpulkan bahwa akhir dunia adalah Kebangkitan raja iblis. " Sambung nya.
Aku hanya diam memperhatikan. tiba - tiba saja perut ku berbunyi.
"Fufufu. Aku tahu kau tidak akan percaya. Bagaimana pun, mari kita akhiri pertemuan ini. Sudah banyak waktu yang terlewat. Kau juga ingin makan siang kan. "
Rio mempersilahkan diriku pergi. Aku hanya membungkuk sambil menggarut belakang kepala ku yang tidak gatal. kemudian meninggalkan ruangan.
Aku turun dari lantai dua, menuju area guild. Violet yang melihat ku turun menyapa ku.
"Terima kasih untuk kerja kerasnya. Apa ada yang terjadi?. " tanyanya.
"Tidak ada, guild master hanya meminta cerita rinci perihal dungeon kemarin. "
Semua obrolan dan cerita yang begitu panjang membuat ku lapar, meski di sediakan cemilan dan teh tidak bisa mengganjal perut ku.
"Apa kau mau makan siang bersama?. Kebetulan sebentar lagi jam istirahat ku. " Ajak Violet.
"Eh, ah. Tentu. Aku belum terbiasa dengan tempat ini. Mungkin kau bisa merekomendasikan sesuatu. " Jawab ku.
Violet pergi ke counter untuk mengambil jaketnya, kemudian kami menuju Tempat makan terdekat.
...****************...
__ADS_1